Berita Terkini
Trending Tags

TP PKK Ponorogo Gaungkan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal Lewat Lomba Cipta Menu B2SA

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
  • visibility 61
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
ibu ibu pkk ponorogo menujukan hasil kreasinya, Foto : Ega Patria – Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Ponorogo terus menggaungkan pentingnya gizi seimbang berbasis bahan pangan lokal. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) yang melibatkan perwakilan PKK dari 21 kecamatan se-Kabupaten Ponorogo.

Dalam ajang ini, para peserta ditantang mengolah bahan pangan lokal menjadi menu makanan yang tidak hanya lezat dan bergizi, tetapi juga menarik dalam penyajiannya. Ubi, jagung, pisang, singkong, dan kentang menjadi bintang utama, menggantikan peran nasi dan tepung yang selama ini mendominasi pola konsumsi masyarakat.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menegaskan, lomba tersebut bukan sekadar ajang unjuk kreativitas di dapur, melainkan langkah nyata dalam mengangkat potensi pangan lokal yang kaya nutrisi dan mudah dijumpai di sekitar masyarakat.

“Lomba cipta menu ini tidak berbahan dasar beras dan tepung. Kami mencoba mengangkat kearifan lokal. Di setiap daerah ada makanan dan tumbuhan lokal yang nilai gizinya tidak kalah dengan beras dan tepung,” ujar Bupati Sugiri, Senin (27/10/2025).

Menurutnya, olahan pangan lokal tidak hanya lebih sehat, tetapi juga berpotensi menjadi solusi ketahanan pangan, terlebih jika bahan bakunya berasal dari hasil bumi Ponorogo sendiri.

“Makanya, kita sesuaikan rasanya dengan lidah masyarakat dan perkembangan zaman. Bahannya lokal, mudah didapat, dan melimpah. Tinggal diulik sedikit saja sudah bagus, rasanya pun tidak kalah—tergantung chef-nya,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Ponorogo Susilowati Sugiri Sancoko menambahkan, lomba ini tidak semata-mata mencari pemenang, tetapi bertujuan menumbuhkan kesadaran baru mengenai pangan lokal dan gizi seimbang di tingkat keluarga.

Menurutnya, penilaian lomba tidak hanya dilihat dari cita rasa, tetapi juga keseimbangan porsi, keanekaragaman bahan, kreativitas, serta cara penyajian.

“Peserta wajib menyajikan menu makanan berbahan pangan lokal yang dipadukan dengan sayur, lauk pauk, dan buah,” jelasnya.

Susilowati menegaskan, ajang ini juga menjadi sarana edukasi tentang ketahanan pangan keluarga. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lumbung hidup, dengan menanam sayur dan bahan pangan sendiri agar lebih aman dan sehat.

“Ketahanan pangan bisa dimulai dari menanam di pekarangan. Apa pun bisa ditanam di situ. Kalau menanam sendiri, kita tahu pupuk dan penyemprotnya, jadi lebih aman bagi semua,” ungkapnya.

Lebih lanjut, hasil dari Lomba B2SA tahun ini akan dikembangkan lebih luas. Setiap kecamatan akan membawa pulang resep menu yang telah diolah, untuk kemudian diterapkan di desa masing-masing.

“Ada 21 menu dari 21 kecamatan, semuanya enak. Jangan berhenti di lomba saja, tapi sebarkan ke desa-desa agar masyarakat ikut mencoba dan meniru,” pesan Susilowati.

Melalui lomba ini, TP PKK Ponorogo bertekad mendorong perubahan perilaku konsumsi masyarakat—dari ketergantungan pada beras menuju pola makan yang lebih beragam dan berbasis potensi lokal. Kreativitas para ibu PKK menjadi kunci dalam memperkenalkan kembali cita rasa khas daerah yang tak kalah nikmat, sekaligus menanamkan nilai keberlanjutan dan kemandirian pangan keluarga.

Ega Patria – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasangan Lansia yang Hidup di Gubuk Reyot, Enggan Pindah ke Pondok Lansia

    Pasangan Lansia yang Hidup di Gubuk Reyot, Enggan Pindah ke Pondok Lansia

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pasangan lansia sekitar 8 tahun terakhir tinggal di gubuk reyot Jalan Paus Kelurahan Nambangan Kidul Kecamatan Manguharjo Kota Madiun. Petugas Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Madiun telah meninjau kondisi keduanya. Hasil pendataan, pasangan lansia bernama Marmin dan Nyanirah itu sejatinya bukan warga Kota Madiun. “Pak […]

    Bagikan
  • Manfaatkan Pekarangan, Pasutri di Magetan Sukses Budidayakan Cabai Rawit

    Manfaatkan Pekarangan, Pasutri di Magetan Sukses Budidayakan Cabai Rawit

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di tengah upaya pemerintah mendorong program ketahanan dan swasembada pangan nasional, pasangan suami istri di Desa Banyudono, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, berhasil membudidayakan tanaman cabai rawit secara mandiri. Budidaya dilakukan di lahan pekarangan rumah yang sebelumnya tak produktif. Pasangan Wawan Mariadi dan Fitri Rahmawati awalnya prihatin melihat lingkungan sekitar […]

    Bagikan
  • Kajari Magetan Baru Fokus Konsolidasi, Belum Sentuh Isu Korupsi

    Kajari Magetan Baru Fokus Konsolidasi, Belum Sentuh Isu Korupsi

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Magetan yang baru dilantik, Dezi Setiaperma, memilih langkah hati-hati dalam mengawali masa jabatannya. Ia belum ingin terburu-buru menanggapi isu potensi korupsi di wilayah hukumnya dan lebih fokus melakukan konsolidasi internal. “Saya masih ingin memahami dulu situasi dan karakter daerah ini. Saat ini kami sedang konsolidasi dengan para […]

    Bagikan
  • Was – Was , Warga Pomahan Minta Sukar Jalani Pengobatan Sebelum Kembali

    Was – Was , Warga Pomahan Minta Sukar Jalani Pengobatan Sebelum Kembali

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Warga Desa Pomahan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, masih diliputi rasa was-was pasca peristiwa tragis pembunuhan pasangan suami istri Kaseno dan Sarilah oleh anak kandungnya sendiri, Sukar. Pantauan Kamis (25/09/2025), warga terus berdatangan untuk takziah ke rumah duka. Meski suasana duka masih terasa, kecemasan masyarakat belum mereda. Mereka khawatir Sukar yang diduga […]

    Bagikan
  • Kasus Gratifikasi dan Manipulasi Pajak, Kejari Ngawi Geledah Rumah Winarto

    Kasus Gratifikasi dan Manipulasi Pajak, Kejari Ngawi Geledah Rumah Winarto

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi menggeledah dua rumah milik Winarto, tersangka kasus dugaan gratifikasi dan manipulasi penerimaan pajak daerah terkait pembebasan lahan pembangunan pabrik PT GFT Indonesia Investment. Penggeledahan itu dilakukan pada Senin (26/05/2025) di rumah politisi Partai Golkar yang diduga berperan sebagai fasilitator dalam skema dugaan korupsi tersebut. Dari […]

    Bagikan
  • Suasana Jalan HOS Cokroaminoto Yang Bakal Jadi Lokasi CFD Pada 9 Februari Mendatang 

    Suasana Jalan HOS Cokroaminoto Yang Bakal Jadi Lokasi CFD Pada 9 Februari Mendatang 

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Lokasi pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Ponorogo akan mengalami perubahan. Jika sebelumnya berlangsung di Jalan Suromenggolo atau jalan baru, mulai 9 Februari mendatang, CFD akan dialihkan ke Jalan HOS Cokroaminoto hingga Jalan Jenderal Sudirman dan berakhir di Alun-Alun Ponorogo. Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ) Ponorogo telah memulai sosialisasi […]

    Bagikan
expand_less