Tekan Angka Kehamilan Remaja, Pemkot Madiun Gencarkan Edukasi dan Pembinaan Dini
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
- visibility 17
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun — Pemerintah Kota Madiun terus berupaya menekan angka kehamilan di kalangan remaja. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Puskesmas Demangan, Kamis (30/10/2025). Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam memberikan edukasi serta pembinaan kepada remaja agar lebih memahami risiko pernikahan dan kehamilan dini.
Wali Kota Madiun, Maidi, yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa upaya pencegahan kehamilan remaja harus dilakukan secara menyeluruh, baik melalui edukasi, pembinaan, maupun penataan lingkungan yang mendukung.
“Itu harus kita cegah karena belum waktunya. Salah satunya dengan home visit, memperkuat program BKB (Bina Keluarga Balita dan Remaja), memastikan taman-taman kota tetap terang, serta pembinaan kesehatan usia dini. Kalau anak-anak dibina sejak awal, insyaallah mereka akan tahu risiko dari pernikahan dini,” ujar Wali Kota Maidi.
Lebih lanjut, Maidi menekankan bahwa Dinas Kesehatan memiliki tim khusus yang menangani pembinaan dan sosialisasi tentang bahaya pernikahan serta kehamilan di usia muda. Ia juga mengingatkan bahwa pernikahan dini tidak hanya berdampak pada sosial dan psikologis, tetapi juga berisiko tinggi terhadap kesehatan ibu dan anak.
“Nikah dini itu tidak enak, risikonya tinggi. Anak bisa stunting, ibu berisiko tinggi saat melahirkan. Jadi jangan cari risiko yang tinggi, cari yang aman saja,” pesannya.
Melalui kegiatan seperti ini, Pemkot Madiun berharap kesadaran masyarakat, khususnya para remaja dan orang tua, semakin meningkat. Dengan demikian, angka kehamilan remaja di Kota Madiun dapat terus ditekan demi mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan.
Surya – Sinergia
- Penulis: Kriswanto


