Berita Terkini
Trending Tags

Wagiyem, Nenek 66 Tahun Asal Magetan yang Bertahan dengan Keset Sabut Kelapa

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
  • visibility 193
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Wagiyem seorang nenek 66 tahun asal Magetan sosok pekerja keras yang memproduksi keset sabut kelapa, Foto :Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Di sebuah sudut Desa Nitikan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tangan renta seorang nenek tampak lincah memilin sabut kelapa. Ia adalah Wagiyem (66), sosok pekerja keras yang tetap produktif di usia senjanya. Dengan ketelatenan dan kesabaran, Wagiyem menenun helai demi helai sabut kelapa menjadi keset kaki tradisional — warisan turun-temurun yang kini mulai langka.

Setiap hari, dari pagi hingga sore, Wagiyem menghabiskan waktunya di teras rumah sederhana. Bahan baku sabut kelapa ia beli dari pasar dengan harga antara Rp. 30 ribu hingga Rp. 40 ribu untuk sepuluh hingga dua belas karung. Dari bahan itu, ia bisa menghasilkan sekitar sepuluh keset sabut kelapa per hari, yang kemudian dijual seharga Rp. 5.000 per lembar.

“Saya bikin keset dari sabut kelapa. Bahannya beli di pasar. Sekali beli bisa sampai dua belas karung,” ujar Wagiyem sambil tersenyum. 

Keset sabut kelapa buatan Wagiyem kini kian sulit ditemukan. Banyak pengrajin beralih ke bahan kain atau karet yang lebih mudah dibuat. Namun bagi sebagian warga, produk buatan Wagiyem tetap memiliki tempat tersendiri di hati.

“Sehari bisa jadi sepuluh keset. Saya sudah bikin begini sejak umur lima belas tahun, dulu bantu orang tua. Ini usaha turun-temurun,” tambahnya.

Yatemi, salah satu pembeli yang ditemui di pasar, mengaku masih setia menggunakan keset sabut kelapa karena daya serapnya yang tinggi dan harganya terjangkau.

“Keset dari sabut kelapa ini cepat menyerap air. Kalau kaki basah jadi cepat kering. Sekarang sudah jarang yang jual seperti ini, cuma Mbah Wagiyem saja. Harganya juga murah, cuma lima ribu”, tutur Yatemi.

Di tengah gempuran produk modern, Wagiyem tetap setia dengan kerajinan tradisional yang diwariskan keluarganya. Ia tidak ingin hanya berdiam diri dan bergantung pada orang lain. Dengan tangannya yang mulai berkeriput, ia terus berkarya untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus menjaga agar tradisi keset sabut kelapa tidak hilang tergerus zaman.

“Sekarang yang bikin keset begini sudah jarang. Tapi saya tetap lanjut. Namanya juga sudah kebiasaan dari dulu,” kata Wagiyem lirih.

Bagi Wagiyem, membuat keset bukan sekadar mencari penghasilan. Ini adalah bentuk keteguhan hati dan bukti bahwa semangat tidak pernah mengenal usia. Dari sabut kelapa yang sederhana, ia menenun makna tentang kerja keras, kemandirian, dan cinta terhadap tradisi.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Idul Adha 1446 H, Pertamina Pastikan Pasokan Energi Jawa Timur Aman dan Tercukupi

    Idul Adha 1446 H, Pertamina Pastikan Pasokan Energi Jawa Timur Aman dan Tercukupi

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Sinergia | Jawa Timur – Momen Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus pastikan pasokan energi wilayah Jawa Timur, baik BBM maupun LPG dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyampaikan stok BBM dan LPG dipastikan dalam kondisi aman […]

    Bagikan
  • 34.920 Warga Magetan Terdampak Penonaktifan PBI JKN, Dinsos Jelaskan Mekanisme Reaktivasi

    34.920 Warga Magetan Terdampak Penonaktifan PBI JKN, Dinsos Jelaskan Mekanisme Reaktivasi

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Puluhan ribu warga di Kabupaten Magetan mengalami penonaktifan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Berdasarkan data terbaru, sebanyak 34.920 peserta dinonaktifkan oleh Kementerian Sosial RI. Kondisi ini membuat sejumlah warga mendatangi Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Magetan untuk meminta klarifikasi dan informasi proses reaktivasi. Kepala Dinsos Magetan, Parminto […]

    Bagikan
  • Tak Terima Diceraikan, Pria Bacok Mantan Istri dan Kakak Ipar Hingga Luka Parah

    Tak Terima Diceraikan, Pria Bacok Mantan Istri dan Kakak Ipar Hingga Luka Parah

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Seorang pria di Ponorogo nekat membacok mantan istri dan kakak iparnya hingga mengalami luka serius di kepala dan tangan. Pelaku, Sugito, warga Desa Munggung, Kecamatan Pulung, langsung menyerahkan diri ke polisi usai melakukan penganiayaan. Peristiwa ini terjadi pada Jumat malam (28/3) di Desa Pupus, Kecamatan Ngebel, Ponorogo. Korban, Sutiyem (40) dan […]

    Bagikan
  • Rumah Warga Tambakbayan Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp. 500 Juta

    Rumah Warga Tambakbayan Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp. 500 Juta

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kebakaran menimpa rumah milik Misiran Al Gumbrek (65), warga Kelurahan Tambakbayan, Ponorogo, pada Kamis (24/07/2025). Api melalap bagian tengah rumah dan dapur, mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp500 juta. Misiran mengaku saat kebakaran terjadi, dirinya sedang tidak berada di rumah. “Waktu kebakaran saya tidak ada di rumah. Saya datang, barang-barang […]

    Bagikan
  • Hujan Deras Picu Luapan Air di Ngariboyo, Pemkab Magetan Evaluasi Sistem Drainase

    Hujan Deras Picu Luapan Air di Ngariboyo, Pemkab Magetan Evaluasi Sistem Drainase

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Selasa (3/3/2026) petang, menyebabkan air meluap hingga menutup badan jalan. Arus yang cukup deras membuat sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa berhenti, bahkan beberapa di antaranya terseret aliran air saat mencoba melintas. Tak hanya mengganggu arus lalu lintas, luapan air juga berdampak pada […]

    Bagikan
  • Dampingi Anak Didik, Bupati Sugiri Sancoko Siapkan Ruang Kerja di Sekolah Rakyat

    Dampingi Anak Didik, Bupati Sugiri Sancoko Siapkan Ruang Kerja di Sekolah Rakyat

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menegaskan komitmennya untuk lebih dari sekadar melakukan peninjauan terhadap keberadaan Sekolah Rakyat (SR). Orang nomor satu di Bumi Reog tersebut berencana hadir secara langsung untuk mendampingi dan menyemangati anak-anak yang tengah menempuh pendidikan di sekolah itu. Sebuah ruangan kecil di area SR disebut bakal disiapkan, bukan untuk […]

    Bagikan
expand_less