Berita Terkini
Trending Tags

Wagiyem, Nenek 66 Tahun Asal Magetan yang Bertahan dengan Keset Sabut Kelapa

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
  • visibility 272
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Wagiyem seorang nenek 66 tahun asal Magetan sosok pekerja keras yang memproduksi keset sabut kelapa, Foto :Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Di sebuah sudut Desa Nitikan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tangan renta seorang nenek tampak lincah memilin sabut kelapa. Ia adalah Wagiyem (66), sosok pekerja keras yang tetap produktif di usia senjanya. Dengan ketelatenan dan kesabaran, Wagiyem menenun helai demi helai sabut kelapa menjadi keset kaki tradisional — warisan turun-temurun yang kini mulai langka.

Setiap hari, dari pagi hingga sore, Wagiyem menghabiskan waktunya di teras rumah sederhana. Bahan baku sabut kelapa ia beli dari pasar dengan harga antara Rp. 30 ribu hingga Rp. 40 ribu untuk sepuluh hingga dua belas karung. Dari bahan itu, ia bisa menghasilkan sekitar sepuluh keset sabut kelapa per hari, yang kemudian dijual seharga Rp. 5.000 per lembar.

“Saya bikin keset dari sabut kelapa. Bahannya beli di pasar. Sekali beli bisa sampai dua belas karung,” ujar Wagiyem sambil tersenyum. 

Keset sabut kelapa buatan Wagiyem kini kian sulit ditemukan. Banyak pengrajin beralih ke bahan kain atau karet yang lebih mudah dibuat. Namun bagi sebagian warga, produk buatan Wagiyem tetap memiliki tempat tersendiri di hati.

“Sehari bisa jadi sepuluh keset. Saya sudah bikin begini sejak umur lima belas tahun, dulu bantu orang tua. Ini usaha turun-temurun,” tambahnya.

Yatemi, salah satu pembeli yang ditemui di pasar, mengaku masih setia menggunakan keset sabut kelapa karena daya serapnya yang tinggi dan harganya terjangkau.

“Keset dari sabut kelapa ini cepat menyerap air. Kalau kaki basah jadi cepat kering. Sekarang sudah jarang yang jual seperti ini, cuma Mbah Wagiyem saja. Harganya juga murah, cuma lima ribu”, tutur Yatemi.

Di tengah gempuran produk modern, Wagiyem tetap setia dengan kerajinan tradisional yang diwariskan keluarganya. Ia tidak ingin hanya berdiam diri dan bergantung pada orang lain. Dengan tangannya yang mulai berkeriput, ia terus berkarya untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus menjaga agar tradisi keset sabut kelapa tidak hilang tergerus zaman.

“Sekarang yang bikin keset begini sudah jarang. Tapi saya tetap lanjut. Namanya juga sudah kebiasaan dari dulu,” kata Wagiyem lirih.

Bagi Wagiyem, membuat keset bukan sekadar mencari penghasilan. Ini adalah bentuk keteguhan hati dan bukti bahwa semangat tidak pernah mengenal usia. Dari sabut kelapa yang sederhana, ia menenun makna tentang kerja keras, kemandirian, dan cinta terhadap tradisi.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ikrar Setia NKRI, Satu Warga Binaan Terorisme Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

    Ikrar Setia NKRI, Satu Warga Binaan Terorisme Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Seorang warga binaan terorisme Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Madiun secara resmi menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Prosesi ikrar pada Rabu (19/3/2025) disaksikan oleh jajaran Lapas, aparat penegak hukum, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Ikrar setia NKRI ini berlangsung khidmat di Aula Lapas Kelas I Madiun. […]

    Bagikan
  • 100 Kendaraan Terjaring dalam Operasi Patuh Semeru 2025

    100 Kendaraan Terjaring dalam Operasi Patuh Semeru 2025

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Madiun Kota menggelar Operasi Patuh Semeru 2025 pada Jumat pagi (18/07/2025) di Jalan Jawa, Kota Madiun. Operasi ini difokuskan pada penindakan pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Kanit Turjawali Satlantas Polres Madiun Kota, Ipda Tony, menjelaskan bahwa sasaran utama operasi meliputi pelanggaran penggunaan sabuk […]

    Bagikan
  • Bangun Kesadaran Bencana Sejak Dini, Siswa SDN Purworejo 03 Ikuti Simulasi Damkar photo_camera 2

    Bangun Kesadaran Bencana Sejak Dini, Siswa SDN Purworejo 03 Ikuti Simulasi Damkar

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Kesadaran menghadapi bencana perlu ditanamkan sejak usia dini, tidak hanya melalui teori di ruang kelas, tetapi juga melalui praktik langsung. Hal inilah yang dilakukan SDN Purworejo 03, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, dengan menggelar simulasi pemadaman kebakaran bersama tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Madiun. Kepala SDN Purworejo 03, Reni Verawati, mengatakan kegiatan […]

    Bagikan
  • Dampak Atap Ruang Kelas Roboh, Try Out Kelas 6 SDN Bukur 02 Dipindahkan 

    Dampak Atap Ruang Kelas Roboh, Try Out Kelas 6 SDN Bukur 02 Dipindahkan 

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Atap ruang Kelas 6 SDN Bukur 02 Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun pada Minggu malam (04/05/2025) roboh tertimpa pohon.  Akibatnya aktifitas belajar mengajar khususnya ujian try out yang saat ini sedang dijalani 8 siswa siswi kelas 6 SDN tersebut dipindahkan ke ruang kelas IV.  Kepala SDN Bukur 02, Heny Erawati, menerangkan […]

    Bagikan
  • Jam Kerja ASN Ponorogo Berkurang Selama Ramadhan

    Jam Kerja ASN Ponorogo Berkurang Selama Ramadhan

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorgo – Jam kerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo berkurang selama bulan Ramadhan 1446 Hijriah. ASN hanya bekerja selama 32,5 jam per pekan, lebih sedikit lima jam dari biasanya yang mencapai 37,5 jam per pekan. Kebijakan itu tertuang dalam surat perihal jadwal jam kerja bulan Ramadhan 1446 Hijriah/2025 […]

    Bagikan
  • KPK Geledah Kantor Disbudparpora, Diduga Telisik Proyek Monumen Reog

    KPK Geledah Kantor Disbudparpora, Diduga Telisik Proyek Monumen Reog

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan langkah hukum terkait dugaan praktik korupsi yang menyeret Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, bersama sejumlah pejabat di lingkup pemerintah kabupaten. Rabu (12/11/2025) sekitar pukul 11.00 siang, tim penyidik turun melakukan penggeledahan di beberapa titik di wilayah Ponorogo, Jawa Timur. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran pemeriksaan […]

    Bagikan
expand_less