Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Wagiyem, Nenek 66 Tahun Asal Magetan yang Bertahan dengan Keset Sabut Kelapa

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
  • visibility 317
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Wagiyem seorang nenek 66 tahun asal Magetan sosok pekerja keras yang memproduksi keset sabut kelapa, Foto :Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Di sebuah sudut Desa Nitikan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tangan renta seorang nenek tampak lincah memilin sabut kelapa. Ia adalah Wagiyem (66), sosok pekerja keras yang tetap produktif di usia senjanya. Dengan ketelatenan dan kesabaran, Wagiyem menenun helai demi helai sabut kelapa menjadi keset kaki tradisional — warisan turun-temurun yang kini mulai langka.

Setiap hari, dari pagi hingga sore, Wagiyem menghabiskan waktunya di teras rumah sederhana. Bahan baku sabut kelapa ia beli dari pasar dengan harga antara Rp. 30 ribu hingga Rp. 40 ribu untuk sepuluh hingga dua belas karung. Dari bahan itu, ia bisa menghasilkan sekitar sepuluh keset sabut kelapa per hari, yang kemudian dijual seharga Rp. 5.000 per lembar.

“Saya bikin keset dari sabut kelapa. Bahannya beli di pasar. Sekali beli bisa sampai dua belas karung,” ujar Wagiyem sambil tersenyum. 

Keset sabut kelapa buatan Wagiyem kini kian sulit ditemukan. Banyak pengrajin beralih ke bahan kain atau karet yang lebih mudah dibuat. Namun bagi sebagian warga, produk buatan Wagiyem tetap memiliki tempat tersendiri di hati.

“Sehari bisa jadi sepuluh keset. Saya sudah bikin begini sejak umur lima belas tahun, dulu bantu orang tua. Ini usaha turun-temurun,” tambahnya.

Yatemi, salah satu pembeli yang ditemui di pasar, mengaku masih setia menggunakan keset sabut kelapa karena daya serapnya yang tinggi dan harganya terjangkau.

“Keset dari sabut kelapa ini cepat menyerap air. Kalau kaki basah jadi cepat kering. Sekarang sudah jarang yang jual seperti ini, cuma Mbah Wagiyem saja. Harganya juga murah, cuma lima ribu”, tutur Yatemi.

Di tengah gempuran produk modern, Wagiyem tetap setia dengan kerajinan tradisional yang diwariskan keluarganya. Ia tidak ingin hanya berdiam diri dan bergantung pada orang lain. Dengan tangannya yang mulai berkeriput, ia terus berkarya untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus menjaga agar tradisi keset sabut kelapa tidak hilang tergerus zaman.

“Sekarang yang bikin keset begini sudah jarang. Tapi saya tetap lanjut. Namanya juga sudah kebiasaan dari dulu,” kata Wagiyem lirih.

Bagi Wagiyem, membuat keset bukan sekadar mencari penghasilan. Ini adalah bentuk keteguhan hati dan bukti bahwa semangat tidak pernah mengenal usia. Dari sabut kelapa yang sederhana, ia menenun makna tentang kerja keras, kemandirian, dan cinta terhadap tradisi.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • 26 Puskesmas di Kabupaten Madiun Mulai Buka Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)

    26 Puskesmas di Kabupaten Madiun Mulai Buka Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebanyak 26 Puskesmas di Kabupaten Madiun mulai melaksanakan program Presiden Prabowo Subianto yakni Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Selasa (11/2/2025). Nantinya Dinas Kesehatan bersama tim medis Puskesmas akan masif mensosialisasikan kepada masyarakat serta mengenalkan aplikasi satu data mobile untuk peserta PKG.  Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Agung Tri Widodo menjelaskan bagi […]

    Bagikan
  • BPK Temukan Kejanggalan Pondasi dan Beton Proyek Senilai Rp. 4,2 Miliar di Puskesmas Pilangkenceng Madiun

    BPK Temukan Kejanggalan Pondasi dan Beton Proyek Senilai Rp. 4,2 Miliar di Puskesmas Pilangkenceng Madiun

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Mandor
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Proyek pembangunan puskesmas di Pilangkenceng Kab Madiun mendapat sorotan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Timur. Ada kejanggalan dalam proyek senilai Rp 4,2 miliar pada Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun tahun anggaran 2024.  Proyek yang dikerjakan CV Syanur Mandiri asal Kota Solo itu diduga tidak sesuai kontrak. Temuan tersebut tertuang dalam […]

    Bagikan
  • Graha Literasi Magetan Dipinjamkan Jadi Tempat Pembelajaran Sekolah Rakyat

    Graha Literasi Magetan Dipinjamkan Jadi Tempat Pembelajaran Sekolah Rakyat

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 382
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan terus mematangkan rencana pendirian Sekolah Rakyat Rintisan, sebuah program pendidikan berbasis literasi yang digagas untuk memperluas akses belajar bagi masyarakat. Salah satu lokasi yang disiapkan sebagai tempat pembelajaran sementara adalah Graha Pusat Literasi yang berada di Kecamatan Plaosan. Rencana tersebut telah melalui tahap koordinasi antara Dinas Sosial selaku […]

    Bagikan
  • Bentrokan Antar Suporter Bola, 1 Orang Mengalami Luka Luka

    Bentrokan Antar Suporter Bola, 1 Orang Mengalami Luka Luka

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Bentrokan antar dua kelompok suporter sepak bola terjadi di jalan raya Madiun-Ngawi, tepatnya di pertigaan Temboro, Desa Ngampel, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, pada Jumat (24/1/2025) sekitar pukul 17.30 WIB. Insiden tersebut melibatkan suporter dari Kota Madiun dan suporter asal Ngawi. Dalam vidio amatir warga dua kelompok suporter saling lempar batu. […]

    Bagikan
  • Serangan Hama Potong Leher, Petani Magetan Panen Dini dan Merugi

    Serangan Hama Potong Leher, Petani Magetan Panen Dini dan Merugi

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Serangan penyakit padi “potong leher” menghantam lahan pertanian di Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Akibatnya, para petani terpaksa melakukan panen dini dengan hasil yang sangat minim. Dari puluhan karung gabah yang biasa mereka panen, kini hanya tersisa satu hingga dua karung per petak lahan. Petani mengaku rugi besar akibat serangan jamur […]

    Bagikan
  • Kasus Dugaan Pemerasan Libatkan Oknum Wartawan, Polisi : Masih Didalami

    Kasus Dugaan Pemerasan Libatkan Oknum Wartawan, Polisi : Masih Didalami

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Satreskrim Polres Madiun Kota tengah mengusut kasus dugaan pemerasan terhadap salah satu anggota Satpol PP Kota Madiun. Kasus itu diduga dilakukan oleh sejumlah oknum wartawan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, empat dari lima orang terduga pelaku telah berhasil diamankan oleh penyidik. Mereka yang ditangkap diantaranya Adi Prayitno, Rifai, Seno, dan Samboro. […]

    Bagikan
expand_less