Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Harga Pupuk Subsidi Turun, Tapi di Magetan Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
  • visibility 151
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Magetan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Sejumlah petani di Kabupaten Magetan masih mengeluhkan dengan harga pupuk bersubsidi yang dinilai belum turun. Padahal pemerintah pusat telah menetapkan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET). Menanggapi hal itu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Magetan memberikan penjelasan.

Staf Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Pupuk Dinas TPHP Magetan, Edy Utomo, mengatakan bahwa perbedaan harga di lapangan memang sangat dimungkinkan bisa terjadi. Hal itu terutama karena pola pembelian yang dilakukan secara kolektif oleh kelompok tani (poktan) melalui kios resmi.

“Di Magetan, umumnya pembelian pupuk dilakukan bersama-sama oleh anggota kelompok tani. Karena itu, sering ada tambahan biaya seperti ongkos angkut atau biaya pengelolaan. Hal semacam itu masih wajar selama rinciannya jelas dan telah disepakati bersama,” ujar Edy.

Menurutnya, gejolak mengenai harga pupuk muncul karena belum ada aturan khusus yang mengatur harga di luar HET yang ditetapkan oleh pemerintah. Namun, Edy menegaskan bahwa setiap tambahan harga di tingkat kelompok tani harus bersifat transparan dan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif.

Ia mencontohkan, bila harga pupuk di tingkat petani mencapai Rp135.000 per sak, perlu dilihat terlebih dahulu apakah stok tersebut merupakan pupuk lama atau baru. Jika pupuk tersebut merupakan stok lama sebelum penyesuaian HET, harga itu masih bisa dimaklumi. Tetapi jika sudah mengikuti harga baru, maka angka tersebut dinilai terlalu tinggi.

“Untuk stok baru, harga normalnya berada di kisaran Rp110.000 sampai Rp115.000 per sak. Jika lebih dari itu, berarti sudah tidak sesuai,” jelasnya.

Edy menambahkan, Dinas TPHP bersama Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), aparat penegak hukum, serta unsur Forkopimcam terus melakukan pemantauan di lapangan. Langkah ini bertujuan memastikan distribusi dan harga pupuk bersubsidi berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan petani.

“Yang terpenting, semua pihak terlibat dalam pengawasan dan komunikasi dijaga dengan baik. Jangan sampai ada hal yang ditutup-tutupi agar situasi di bawah tetap kondusif,” tutup Edy. (Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Singkong Jadi Dimsum? Inovasi Lokal Yang Menculik Perhatian

    Singkong Jadi Dimsum? Inovasi Lokal Yang Menculik Perhatian

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Sinergia | Di tengah berkembangnya tren kuliner modern saat ini, Mahasiswa Kelas 5C Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas PGRI Madiun mampu menghadirkan sebuah gagasan inovatif melalui produk Kong’s Dimsum. Inovasi ini lahir dari proyek mata kuliah Manajemen Inovasi dan Kreativitas dengan dosen pengampu mata kuliah bapak Hendra Setiawan, S.E., M.M. yang mendorong […]

    Bagikan
  • 1.911 Siswi Divaksin HPV,                     PJ Walikota : Cegah Kanker Serviks Sedini Mungkin

    1.911 Siswi Divaksin HPV, PJ Walikota : Cegah Kanker Serviks Sedini Mungkin

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia – Kota Madiun| Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) tengah melaksanakan pencanangan kejar imunisasi Human Papilloma Virus (HPV). Imunisasi dengan sasaran 1.911 siswi SMP kelas 9 ini sudah berjalan sejak Senin 13 Januari 2025 lalu. PJ Walikota Madiun, Eddy Supriyanto didampingi Kepala Dinkes-PPKB dan Kepala Dinas Pendidikan Kota […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Maksimalkan Pendataan Kependudukan Lewat Pembangunan Rumah Data di Rejomulyo

    Pemkot Madiun Maksimalkan Pendataan Kependudukan Lewat Pembangunan Rumah Data di Rejomulyo

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus berupaya memperkuat basis data kependudukan sebagai dasar pelaksanaan berbagai program sosial dan pembangunan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pembangunan Rumah Data Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun, Denik Wuryani, […]

    Bagikan
  • Kasus DBD di Madiun Naik di Puncak Musim Hujan, Dinkes Imbau Warga Waspada

    Kasus DBD di Madiun Naik di Puncak Musim Hujan, Dinkes Imbau Warga Waspada

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Memasuki puncak musim penghujan, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Madiun kembali menunjukkan tren peningkatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun mencatat, sepanjang Januari 2026 terdapat 19 laporan kasus DBD yang tersebar di sejumlah wilayah. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Madiun, Agung Dodik Pujianto, mengatakan lonjakan kasus mulai […]

    Bagikan
  • Jamasan Wayang dan Gamelan di Magetan, Wujud Penghormatan terhadap Warisan Seni Leluhur

    Jamasan Wayang dan Gamelan di Magetan, Wujud Penghormatan terhadap Warisan Seni Leluhur

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Bulan Suro atau Muharram identik dengan berbagai tradisi budaya masyarakat Jawa. Salah satu yang masih lestari hingga kini adalah tradisi jamasan, yakni kegiatan membersihkan dan merawat benda-benda pusaka sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur. Jika umumnya jamasan dilakukan pada keris, tombak, pedang, maupun pusaka peninggalan keluarga, tradisi serupa justru diterapkan pada […]

    Bagikan
  • Polisi Ungkap Tabrak Lari di Magetan, Pelaku Diamankan Kurang dari 12 Jam

    Polisi Ungkap Tabrak Lari di Magetan, Pelaku Diamankan Kurang dari 12 Jam

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kecelakaan tabrak lari yang menewaskan satu pejalan kaki di Desa Sumberagung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, pada Rabu (18/6/2025) pukul 04.45 WIB berhasil diungkap kurang dari 12 jam oleh Satlantas Polres Magetan. Korban atas nama GN (73), warga Dusun Genggong, Desa Randugede meninggal dunia dalam peristiwa itu. Sementara SYN (65), warga […]

    Bagikan
expand_less