Berita Terkini
Trending Tags

Terjaring OTT KPK, Ini Rekam Jejak Bupati Ponorogo Kang Giri

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
  • visibility 118
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, Foto : Istimewa

Sinergia | Ponorogo – Suasana pemerintahan Kabupaten Ponorogo mendadak gempar, Jumat (07/11/2025) sore. Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, dikabarkan diamankan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di rumah dinas bupati kawasan Pringgitan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, OTT berlangsung tak lama setelah kegiatan mutasi dan pelantikan pejabat, termasuk posisi Dirut RSUD dr. Harjono sekitar pukul 14.00 WIB. Sejumlah pihak di lingkungan Pemkab memilih bungkam saat dikonfirmasi mengenai peristiwa tersebut.

Meski belum ada keterangan resmi dari KPK, kabar penangkapan orang nomor satu di Ponorogo itu langsung menjadi perbincangan hangat warga dan pegawai pemerintahan.

Sugiri Sancoko dikenal sebagai sosok yang lahir dari keluarga sederhana. Ia berasal dari Dusun Darat, Desa Gelangkulon, Kecamatan Sampung, Ponorogo. Putra keenam dari tujuh bersaudara ini tumbuh di lingkungan petani dan menempuh pendidikan dasar hingga menengah di kampung halamannya.

Setelah lulus dari SMK Negeri Jenangan, Sugiri melanjutkan kuliah ke Surabaya dan meraih gelar sarjana ekonomi dari Universitas Tritunggal pada 2006. Ia kemudian menempuh pendidikan magister manajemen di Universitas Dr. Soetomo dan lulus pada 2014.

Karier politik Sugiri dimulai saat ia dipercaya menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur periode 2009–2014 melalui Partai Demokrat. Setelah itu, ia mencoba peruntungan di Pilkada Ponorogo tahun 2015, namun gagal.

Lima tahun kemudian, ia kembali maju di Pilkada 2020 bersama Lisdyarita. Pasangan ini diusung koalisi PDIP, PAN, PPP, dan Hanura. Mereka berhasil memenangkan kontestasi dengan perolehan suara mayoritas dan resmi dilantik pada 2021.

Selama menjabat, Sugiri dikenal aktif mendorong pembangunan infrastruktur dan pengembangan kebudayaan daerah. Salah satu program besarnya adalah proyek Monumen Reog dan Museum Peradaban di kawasan Gunung Gamping, Kecamatan Sampung. Proyek itu disebut sebagai simbol kebanggaan Ponorogo sebagai kota asal kesenian Reog.

Selain itu, di masa kepemimpinannya, Ponorogo mencatat sejumlah pencapaian, di antaranya predikat kabupaten bebas buang air besar sembarangan (BABS) tingkat Jawa Timur serta opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK atas laporan keuangan daerah. Ponorogo juga pernah menerima Anugerah Kebudayaan Indonesia pada 2022.

Nama Sugiri sempat terseret isu dugaan ijazah palsu pada awal masa jabatannya, meski penyelidikan atas kasus itu dihentikan dan tidak terbukti secara hukum. Kini, perhatiannya kembali tertuju setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap dirinya.

Belum ada pernyataan resmi mengenai keterkaitannya dalam kasus apa, namun penangkapan ini menjadi pukulan telak bagi pemerintahan di Ponorogo. Warga berharap proses hukum berjalan transparan agar tidak menimbulkan spekulasi liar.

Hingga berita ini ditulis, KPK belum mengumumkan secara terbuka hasil dari operasi tangkap tangan tersebut. Pemerintah Kabupaten Ponorogo juga belum memberikan pernyataan resmi.

Publik kini menunggu kejelasan status hukum Sugiri Sancoko, yang selama ini dikenal sebagai figur populer dan cukup dekat dengan masyarakat. Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa jabatan publik selalu menuntut integritas tinggi dan akuntabilitas tanpa kompromi. (Ega/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cuaca Ektreme Belum Reda, Puluhan Bencana Kepung Ponorogo Sepanjang Maret

    Cuaca Ektreme Belum Reda, Puluhan Bencana Kepung Ponorogo Sepanjang Maret

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebanyak 36 kejadian bencana tercatat melanda Kabupaten Ponorogo sepanjang Maret 2026. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan, cuaca ekstrem menjadi penyumbang terbesar dengan 18 kejadian, disusul 11 kasus banjir dan 7 kejadian tanah longsor. Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, mengatakan jika dirata-rata, kejadian bencana terjadi hampir setiap hari. Namun dalam […]

    Bagikan
  • Wali Kota Madiun Mutasi 5 Pejabat Tinggi, Maidi : Harus Berinovasi

    Wali Kota Madiun Mutasi 5 Pejabat Tinggi, Maidi : Harus Berinovasi

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi melakukan penyegaran struktural Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Madiun. Lima pejabat pimpinan tinggi pratama menjalani pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan di Gedung GCIO Dinas Kominfo Kota Madiun, pada Rabu (07/05/2025). 5 pejabat eselon II tersebut diantaranya Agus Siswanta dari Staf Ahli Bidang Ekonomi […]

    Bagikan
  • Fogging di SDN 02 Madiun Lor, 1 Guru dan 2 Murid Terjangkit DBD

    Fogging di SDN 02 Madiun Lor, 1 Guru dan 2 Murid Terjangkit DBD

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Kesehatan Kota Madiun serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun melakukan fogging atau pengasapan di lingkungan SDN 02 Madiun Lor pada Kamis (05/06/2025) sebagai langkah antisipasi perkembangbiakan nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD). Kepala SDN 02 Madiun Lor, Yuli Sugianingsih, menjelaskan bahwa fogging dilakukan setelah ditemukannya kasus DBD di […]

    Bagikan
  • Polres Madiun dan Perhutani Tanam 2.250 Pohon di Kare, Peringati Hari Bumi 2026

    Polres Madiun dan Perhutani Tanam 2.250 Pohon di Kare, Peringati Hari Bumi 2026

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Polres Madiun bersama Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madiun menggelar aksi penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026, Rabu (22/4/2026). Kegiatan berlangsung di Petak 18B-1 RPH Kresek, BKPH Brumbun, Desa Kuwiran, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Sebanyak 2.250 bibit pohon ditanam dalam kegiatan tersebut. Jenis tanaman yang ditanam meliputi jati, johar, […]

    Bagikan
  • KAGAMA Madiun Kawal Hilirisasi Riset UGM, Dampingi Mahasiswa KKN Kembangkan Gamagora 7 hingga Program Pemberdayaan Desa

    KAGAMA Madiun Kawal Hilirisasi Riset UGM, Dampingi Mahasiswa KKN Kembangkan Gamagora 7 hingga Program Pemberdayaan Desa

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Keberhasilan pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kabupaten Madiun tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Salah satunya datang dari Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Cabang Madiun yang aktif mendampingi mahasiswa sejak tahap perencanaan hingga implementasi program di lapangan. Setelah mahasiswa KKN memaparkan capaian […]

    Bagikan
  • Batu Nisan Makam Ki Ageng Mageti Hilang, Pemkab Magetan Perketat Pengamanan Situs Sejarah

    Batu Nisan Makam Ki Ageng Mageti Hilang, Pemkab Magetan Perketat Pengamanan Situs Sejarah

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan– Hilangnya salah satu batu nisan di kompleks Makam Ki Ageng Mageti, tokoh yang diyakini sebagai cikal bakal berdirinya Kabupaten Magetan, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan. Peristiwa tersebut tidak hanya dianggap sebagai kehilangan benda bersejarah, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga warisan budaya daerah. Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti mengungkapkan, berdasarkan […]

    Bagikan
expand_less