Berita Terkini
Trending Tags

BEM Madiun Tolak Pengesahan UU KUHAP, Nilai Banyak Pasal Multitafsir

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
  • visibility 312
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Aliansi BEM Madiun menggelaraksi unjuk rasa di Aloon Aloon Kota Madiun, Foto : Surya – Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Aliansi Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Madiun menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Alun-Alun Kota Madiun pada Rabu (26/11/2025). Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan atas disahkannya Undang-Undang Kitab Hukum Acara Pidana (UU KUHAP) oleh DPR RI beberapa waktu lalu.

Koordinator lapangan aksi, Maikel Jeksen, menyampaikan bahwa demonstrasi ini merupakan hasil konsolidasi dan diskusi internal aliansi mahasiswa. Mereka menilai sejumlah pasal dalam KUHAP yang baru berpotensi menimbulkan multitafsir dan merugikan masyarakat.

“Kegiatan hari ini tentunya hasil dari diskusi dan konsolidasi kami. Aksi ini sebagai wujud penolakan kami terhadap KUHAP yang baru, karena aturan tersebut akan mulai dilaksanakan pada Januari mendatang,” ujar Maikel.

Ia menambahkan, “Poin tuntutannya untuk mencabut dan menolak KUHAP yang baru serta merevisi pasal-pasal yang bermasalah. Kurang lebih ada lima pasal yang kami nilai multitafsir dan perlu dievaluasi,” tegasnya.

Aksi digelar di Alun-Alun Kota Madiun karena dianggap sebagai lokasi strategis untuk menyampaikan edukasi mengenai isi KUHAP kepada masyarakat. Aliansi BEM Madiun juga membuka kemungkinan untuk melakukan audiensi dengan DPRD agar suara mereka dapat tersampaikan ke pihak yang berwenang.

“Kami rasa aksi ini belum cukup. Kami akan terus mengawal KUHAP yang baru sampai tuntutan kami ditindaklanjuti,” imbuh Maikel.

Sementara itu, pihak kepolisian memastikan pengamanan berjalan kondusif. Wakapolres Madiun Kota, Kompol Gusti Agung Ananta Pratama, mengatakan bahwa kepolisian mengerahkan 67 personel untuk memberikan pelayanan yang humanis selama aksi berlangsung.

“Intinya, Polri khususnya Polres Madiun Kota melaksanakan pelayanan yang humanis kepada rekan-rekan BEM yang menggelar aksi unjuk rasa di Alun-Alun Kota Madiun. Kami memastikan mereka merasa aman selama menyampaikan pendapat. Situasi sejauh ini tetap kondusif,” ujarnya.

Aksi berakhir tertib dengan pesan bahwa mahasiswa akan terus mengawal implementasi KUHAP baru agar tidak merugikan masyarakat luas. (Sur/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antisipasi Penumpang Drop, KAI Daop 7 Madiun Aktifkan Pos Kesehatan 24 Jam

    Antisipasi Penumpang Drop, KAI Daop 7 Madiun Aktifkan Pos Kesehatan 24 Jam

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menyiagakan layanan Pos Kesehatan Stasiun (Poskes) selama 24 jam penuh. Hal itu guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Layanan kesehatan tersebut disiapkan sebagai bagian dari sistem pelayanan terpadu untuk memberikan penanganan […]

    Bagikan
  • Kelezatan Sate Kuah Rempah Ala Cangkemoe Bikin Ketagihan

    Kelezatan Sate Kuah Rempah Ala Cangkemoe Bikin Ketagihan

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Menu kuliner berbuka puasa terus bermunculan selama bulan Ramadan. Salah satu yang menarik perhatian hadir dari Warung Cangkemoe yang berlokasi di Jalan Suromenggolo, Ponorogo. Kedai ini menghadirkan sajian unik berupa sate kuah rempah yang kini menjadi favorit para pencinta kuliner. Menu tersebut dirancang sebagai hidangan berbuka puasa yang menghangatkan tubuh. Perpaduan […]

    Bagikan
  • DPRD Ponorogo Dukung Tracing HIV di Warung Remang-remang

    DPRD Ponorogo Dukung Tracing HIV di Warung Remang-remang

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – DPRD Ponorogo mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui dinas terkait untuk melakukan pelacakan atau tracing kasus HIV dengan menyisir warung remang-remang. Upaya ini dilakukan guna memutus rantai penyebaran virus tersebut. Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, mengatakan penyisiran hendaknya dilakukan secara berkelanjutan di lokasi-lokasi yang dianggap rawan. Hal ini menyusul ditemukannya […]

    Bagikan
  • Bupati Madiun Tunjuk Sigit Budiarto sebagai Plt Sekda Usai Tontro Purna Tugas

    Bupati Madiun Tunjuk Sigit Budiarto sebagai Plt Sekda Usai Tontro Purna Tugas

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun resmi menunjuk Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Sigit Budiarto, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah mulai Senin, 1 Desember 2025. Keputusan ini diambil sehari setelah Sekda sebelumnya, Tontro Pahlawanto, memasuki masa purna tugas pada 30 November 2025. Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan penunjukan ini penting untuk […]

    Bagikan
  • Disnakerin Madiun Monitoring Penerapan UMK 2026, Belum Ada Laporan Pelanggaran

    Disnakerin Madiun Monitoring Penerapan UMK 2026, Belum Ada Laporan Pelanggaran

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 379
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Madiun terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2026 di sejumlah perusahaan. Hingga saat ini, pemerintah daerah menyebut belum menerima laporan terkait pelanggaran pemberian upah. Kepala Disnakerin Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto, mengatakan proses penerapan UMK diawali setelah terbitnya Surat Keputusan (SK) […]

    Bagikan
  • Harga Bahan Pokok Melonjak, Sambal Kacang Ikut “Pedas” Pedagang Kecil Tertekan

    Harga Bahan Pokok Melonjak, Sambal Kacang Ikut “Pedas” Pedagang Kecil Tertekan

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kenaikan harga bahan baku kembali menghantam pelaku usaha mikro, khususnya penjual sambal pecel. Lonjakan harga komoditas seperti kacang tanah, cabai, hingga gula membuat biaya produksi meningkat tajam dan berdampak langsung pada harga jual di tingkat pedagang. Berdasarkan pantauan, harga kacang tanah berada di kisaran Rp33 ribu hingga Rp36 ribu per kilogram, […]

    Bagikan
expand_less