Transaksi Non Tunai di Kota Madiun Capai 440 Ribu, BI: Masyarakat Semakin Melek Digital
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Senin, 10 Nov 2025
- visibility 12
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Penggunaan transaksi non tunai di Kota Madiun terus menunjukkan perkembangan pesat. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri, Wihujeng Ayu Rengganis, menyebut peningkatan jumlah pengguna QRIS di Kota Madiun terbilang sangat signifikan dan menjadi salah satu yang tertinggi di wilayah kerja BI Kediri.
Menurut Wihujeng, dari total sekitar 196 ribu penduduk, sebanyak 153 ribu warga Kota Madiun telah menggunakan layanan pembayaran non tunai melalui aplikasi mobile banking maupun QRIS. Hingga tahun 2025, tercatat ada 440 ribu transaksi QRIS yang dilakukan di wilayah Kota Madiun.
“Proporsinya mencapai sekitar 12 persen dari total wilayah kerja BI Kediri yang mencakup 13 kabupaten dan kota. Walaupun tidak besar secara wilayah, tetapi Madiun menempati peringkat ketiga tertinggi jumlah transaksi non tunai,” jelasnya, Senin (10/11/2025).
Pihak BI menilai capaian tersebut menunjukkan potensi besar pengembangan transaksi digital di Kota Madiun. Wihujeng juga mengaitkan tren positif ini dengan meningkatnya sektor pariwisata. Pada tahun 2024, kunjungan wisata ke Kota Madiun mencapai lebih dari dua juta orang, yang turut mendorong penggunaan transaksi digital.
“Ini menjadi opsi bagus bagi masyarakat untuk terus bertransaksi secara non tunai. Pergeseran dari tunai ke digital menunjukkan masyarakat semakin terbuka dan melek teknologi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Wihujeng menjelaskan bahwa sistem pembayaran digital membawa banyak manfaat, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sekitar 90 persen merchant QRIS di Madiun merupakan pelaku UMKM. Dengan sistem digital, mereka dapat bertransaksi secara cepat, aman, transparan, dan mudah dalam pengelolaan keuangan.
“Harapannya, dengan kemudahan dan transparansi ini, ekonomi Kota Madiun bisa tumbuh hingga 8 persen sesuai target,” pungkasnya. (Sur/Krs).
- Penulis: Kriswanto


