Berita Terkini
Trending Tags

Sinkronisasi Program Pusat, Pemkot Madiun Alihkan Anggaran Incinerator dan Prioritaskan TPS 3R

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
  • visibility 269
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemerintah Kota Madiun memastikan penundaan pengadaan incinerator pada Perubahan Anggaran Keuangan tahun ini, Foto : Surya – Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun memastikan penundaan pengadaan incinerator pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun ini. Keputusan tersebut diambil setelah adanya kepastian program pengentasan kawasan kumuh dari Pemerintah Pusat pada tahun depan dengan pagu Rp. 58 miliar.

“Ketika finalisasi pembahasan APBD kemarin, kita mendapat kabar bahwa ada kegiatan dari pemerintah pusat yang akan dijalankan di Kota Madiun. Untuk pengentasan kawasan kumuh pagunya sekitar Rp58 miliar, dan kita diminta menyediakan dana pendamping,” jelas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun, Noor Aflah, Senin (17/11/2025).

Dari usulan Kota Madiun tahun 2024 senilai Rp49 miliar, pemerintah pusat menyetujui sekitar Rp33 miliar yang sesuai dengan nomenklatur kegiatan. Salah satu komponennya adalah pembangunan TPS 3R di seluruh kelurahan.

Aflah menyebut keberadaan TPS 3R akan berdampak langsung pada sistem pengelolaan sampah kota. Karena itu, Pemkot memutuskan menunda incinerator sambil menunggu jumlah TPS 3R yang akan dibangun.

“Kalau TPS 3R terbangun, sampah sisa yang tidak bisa dikelola baru akan masuk incinerator. Jadi incinerator kita pending dulu menyesuaikan pembangunan TPS 3R,” jelasnya.

Ia menambahkan, TPS 3R nantinya terintegrasi dengan Koperasi Merah Putih sebagai pengelola sampah. Pemerintah pusat bahkan mewajibkan daerah untuk mulai menerapkan retribusi sampah sebagai bentuk tanggung jawab masyarakat terhadap pengelolaan sampah.

Sementara itu, terkait rencana incinerator, Aflah menjelaskan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup tidak melarang penggunaan incinerator, namun mewajibkan uji laboratorium setiap enam bulan dengan biaya sekitar Rp120 juta per alat.

“Klausul uji lab berkala ini yang ingin kita masukkan sebagai syarat ke penyedia. Tapi waktu yang tersedia tidak cukup sehingga anggaran incinerator sekitar Rp16 miliar dimasukkan ke Silpa,” paparnya.

Selain itu, pemerintah pusat kini mendorong daerah mengembangkan pengelolaan sampah menjadi energi melalui program Wastu Energi, namun syaratnya kapasitas sampah minimal 1.000 ton per hari. Kota Madiun dinilai masih jauh dari target tersebut karena hanya menghasilkan sekitar 100 ton per hari.

Solusinya ialah memperkuat TPS 3R agar sampah rumah tangga dapat ditangani lebih maksimal, termasuk melalui program magotisasi dan komposting yang mendukung ketahanan pangan daerah.

Aflah juga memaparkan bahwa Kota Madiun memiliki sekitar 56.000 siswa, dengan perputaran anggaran bahan makanan sekitar Rp560 juta per hari melalui program makan bergizi. Pemkot berharap program pertanian keluarga seperti P2L dan pemanfaatan maggot dapat menopang kebutuhan pangan tersebut.

Ke depan, Pemkot akan mengintegrasikan pengelolaan sampah dengan program 1 RT 10 juta untuk meningkatkan partisipasi warga dalam pengolahan sampah dari rumah.

“Masyarakat mau tidak mau harus andil. Sampah itu bisa menghasilkan uang. Ini peluang lapangan kerja yang bisa difasilitasi Koperasi Merah Putih,” tutup Aflah. (Sur/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lapas Kelas I Madiun Jalankan Program Swasembada Pangan, Libatkan Warga Binaan

    Lapas Kelas I Madiun Jalankan Program Swasembada Pangan, Libatkan Warga Binaan

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun terus berinovasi dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui program swasembada pangan yang melibatkan para warga binaan. Program ini mencakup sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Hal itu bertujuan untuk memberikan keterampilan produktif bagi warga binaan selama menjalani masa pidana. Kepala Lapas Kelas I Madiun, Andi […]

    Bagikan
  • Diduga Laka Tunggal, Perempuan 19 Tahun Ditemukan Tewas di Semak-Semak Bersama Motornya 

    Diduga Laka Tunggal, Perempuan 19 Tahun Ditemukan Tewas di Semak-Semak Bersama Motornya 

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Seorang perempuan muda berusia 19 tahun ditemukan tewas di semak-semak pinggir Jalan Raya Saradan–Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Jumat (27/06/2025) pagi. Di dekat jasad korban, ditemukan sepeda motor jenis matik dalam kondisi rusak. Polisi menduga korban tewas akibat kecelakaan tunggal. Korban diketahui bernama Jepi Novia, warga Desa Durenan, Kecamatan Gemarang. […]

    Bagikan
  • Aksi Nekad Remaja 16 Tahun di Madiun Diduga Akibat Depresi

    Aksi Nekad Remaja 16 Tahun di Madiun Diduga Akibat Depresi

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Seorang remaja berinisial ARP (16) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di samping kamar kakek buyutnya, di Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Sabtu (20/12) sore.  Belum diketahui pasti penyebab aksi remaja yang masih duduk di bangku SMA tersebut nekat mengakhiri hidupnya. Korban pertama kali ditemukan oleh ibu kandungnya, Endah […]

    Bagikan
  • TKD Dipangkas Rp. 243 Miliar, DPRD Ponorogo Ingatkan Pemkab Tak Salah Prioritas

    TKD Dipangkas Rp. 243 Miliar, DPRD Ponorogo Ingatkan Pemkab Tak Salah Prioritas

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pemangkasan Transfer Keuangan Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat mendapat perhatian serius dari DPRD Ponorogo. Dewan meminta eksekutif berhati-hati dalam menyusun skala prioritas anggaran, agar program pembangunan tidak terganggu secara signifikan. Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno mengatakan, total pemangkasan TKD mencapai Rp. 243,1 miliar. Jumlah tersebut berasal dari berbagai pos, mulai […]

    Bagikan
  • Dua Jembatan Rusak Akibat Banjir Kini Hampir Rampung Dibangun Ulang

    Dua Jembatan Rusak Akibat Banjir Kini Hampir Rampung Dibangun Ulang

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dua jembatan penghubung antar kampung yang rusak dan roboh akibat banjir pada awal 2025 kini hampir rampung dibangun kembali. Proyek rekonstruksi Jembatan Josaren di Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan, serta Jembatan di Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng, saat ini telah mencapai progres fisik sekitar 85 persen. Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum […]

    Bagikan
  • SDN 2 Mojorejo Luncurkan Inovasi SIBABE, Tingkatkan Disiplin dan Pengawasan Siswa

    SDN 2 Mojorejo Luncurkan Inovasi SIBABE, Tingkatkan Disiplin dan Pengawasan Siswa

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – SDN 2 Mojorejo, Kota Madiun, meluncurkan sebuah inovasi baru dalam sistem absensi siswa yang bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan dan pengawasan. SIBABE (Sistem Barcode Absensi) ini dilaunching oleh Wali Kota Madiun, Maidi, didampingi oleh Wakil Wali Kota dan Sekda Kota Madiun. Inovasi ini merupakan bagian dari implementasi program Asta Karya Pemerintah […]

    Bagikan
expand_less