Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Madiun Luncurkan Kampung Kendali Penyakit Tidak Menular
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
- visibility 14
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Upaya menekan angka Penyakit Tidak Menular (PTM) di Kota Madiun terus digencarkan. Salah satunya melalui peresmian Kampung Kendali PTM yang berada di Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun pada Kamis (20/11/2025). Program ini diinisiasi Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) yang diresmikan langsung oleh Wali Kota Madiun, Maidi.
Kampung Kendali PTM ini dibentuk sebagai pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan penyakit tidak menular. Khususnya hipertensi dan diabetes mellitus yang mendominasi kasus PTM di Kota Madiun.
Sekretaris Dinkes-PPKB Kota Madiun, Endria Triningsih Kusdiana, menjelaskan bahwa program ini melibatkan masyarakat secara langsung melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) yang telah dibagikan ke seluruh RT di Kelurahan Banjarejo.
“Kita edukasi masyarakat dengan memanfaatkan toga yang sudah diberikan untuk dibudidayakan. Harapannya bisa dimanfaatkan untuk mencegah penyakit hipertensi dan diabetes mellitus,” ujar Endria.
Ia menambahkan bahwa hipertensi merupakan kasus PTM terbesar di Kota Madiun dengan total kunjungan mencapai 13 ribu kunjungan. Sementara itu, kasus diabetes mellitus tercatat mencapai 6 ribu orang.
Sebanyak 35 RT di Banjarejo mendapat pembagian bibit tanaman TOGA, masing-masing RT menerima 80 bibit tanaman. Jenis tanaman yang dibagikan antara lain kumis kucing, pegagan, brotowali, seledri, dan timun. Melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L), diharapkan setiap RT dapat membudidayakan tanaman tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh warga.
“Dengan adanya Kampung Kendali PTM ini, kami berharap angka penyakit tidak menular di Kota Madiun semakin menurun,” tambah Endria.
Sementara itu, Wali Kota Madiun Maidi menyambut baik langkah ini sebagai inovasi kesehatan berbasis masyarakat.
“Penyakit tidak menular bisa dicegah, salah satunya dengan pemanfaatan herbal. Kalau hipertensi, edukasinya ada di sini. Siapa yang tekanan darahnya tinggi silakan datang ke Kampung Hipertensi,” kata Maidi.
Ia menegaskan bahwa kampung tersebut bukan hanya sebagai pusat tanaman herbal, tetapi juga ruang edukasi mengenai pola makan, olahraga, hingga gaya hidup sehat.
Dengan adanya Kampung Kendali PTM, pemerintah berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pencegahan PTM sejak dini sehingga kualitas kesehatan warga Kota Madiun dapat terus meningkat. (Sur/Krs).
- Penulis: Kriswanto


