Pemkot Madiun Benahi Jalur Pedestrian untuk Konektivitas Wisata Kota
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
- visibility 26
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun tengah menyiapkan konsep konektivitas kawasan wisata terpadu yang menghubungkan Pahlawan Street Center (PSC), Alun-Alun Kota Madiun, Masjid Agung Baitul Hakim, hingga titik wisata pendukung lainnya. Langkah ini dirancang untuk menghidupkan pusat kota secara merata dan mengurangi ketergantungan pada keramaian PSC sebagai satu-satunya magnet wisata.
Wali Kota Madiun, Maidi, mengatakan bahwa jumlah kunjungan wisatawan ke PSC yang mencapai jutaan orang setiap tahun perlu diimbangi dengan akses yang lebih luas menuju sentra kuliner serta kawasan wisata lain di sekitarnya.
“PSC harus terhubung dengan kuliner alun-alun dan kawasan Bantaran. Ini harus menjadi satu kawasan yang saling mendukung,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
Menurut Maidi, keberadaan jalur pedestrian menjadi elemen penting dalam membangun keterhubungan antar objek wisata. Revitalisasi trotoar di kawasan pusat kota akan mempermudah pengunjung untuk berjalan kaki dari PSC menuju alun-alun, Masjid Agung, hingga Pahlawan Religi Center (PRC).
“Warga tidak perlu lagi bergantung pada kendaraan. Dari PSC bisa langsung jalan ke alun-alun, ke masjid agung, sampai PRC. Semua harus terhubung,” tegasnya.
Pemkot juga menyiapkan layanan transportasi wisata Heritage Express untuk menjangkau destinasi yang berlokasi lebih jauh, seperti Kampung Jepang atau kawasan Winongo.
Sejumlah ruas strategis yakni Jalan Semeru, Jalan Merapi, dan Jalan Pandan telah ditetapkan sebagai fokus penataan berikutnya. Revitalisasi meliputi perbaikan trotoar, penambahan lampu penerangan jalan umum (PJU), serta penyambungan jalur pedestrian yang menghubungkan berbagai titik wisata.
Langkah ini dilakukan untuk menghadapi meningkatnya pergerakan warga dan wisatawan menjelang libur akhir tahun.
“Tahun baru jalur-jalur itu ramai sekali. Semua nanti kami tata,” kata Maidi.
Selain infrastruktur fisik, pemkot juga menyiapkan atraksi visual video mapping di Balai Kota Madiun, yang diklaim sebagai salah satu yang pertama di Indonesia untuk perayaan pergantian tahun.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Madiun, Agus Tri Sukamto, mengungkapkan bahwa pembangunan jalur konektivitas baru akan dimulai pada 2026. Salah satu proyek utamanya adalah penyambungan trotoar dari PRC menuju Alun-Alun melalui Jalan Pandan dan Jalan Merapi.
“Jalur wisata nanti ada penyambung antara PRC, Jalan Pandan, dan alun-alun. Tahun 2026 kami siapkan penyambung trotoar agar pejalan kaki bisa bergerak lebih nyaman,” jelasnya.
Agus menambahkan bahwa penataan akan dilakukan secara kolaboratif lintas bidang untuk mempercepat penyelesaian proyek.
“Dari PSDA sekitar Rp 2,5 miliar dan dari Bina Marga juga Rp 2,5 miliar. Total kurang lebih Rp 5 miliar. Kalau ditangani satu bidang saja, akan lambat. Karena itu kami kerjakan bersama agar akhir 2026 bisa tuntas,” ujar Agus.
Selain integrasi kawasan, pemerintah juga akan meningkatkan fungsi drainase untuk mengatasi genangan, terutama di depan Hotel Kartika yang selama ini menjadi titik rawan.
Trotoar di koridor tersebut juga akan diperlebar dengan konsep serupa PSC.
“Lebarnya antara 2 hingga 3 meter, mengikuti konsep PSC tetapi berada di sisi barat jalan. Prinsipnya tetap sama: memprioritaskan kenyamanan pejalan kaki tanpa mengganggu kendaraan,” terang Agus. (Sur/Krs)
- Penulis: Kriswanto


