Berita Terkini
Trending Tags

Dugaan Pungli Berkedok Sumbangan di SMKN 1 Ponorogo, Untuk Bangun Cafe Sekolah

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Senin, 1 Des 2025
  • visibility 240
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gedung SMKN 1 Ponorogo, Foto: Ega Patria – Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Dunia pendidikan di Kabupaten Ponorogo dalam beberapa hari terakhir sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Hal ini menyusul viralnya unggahan mengenai dugaan pungutan liar (Pungli) berkedok sumbangan di SMKN 1 Ponorogo. Dalam unggahan tersebut, sekolah disebut meminta wali murid memberikan sumbangan sebesar Rp. 1,4 juta untuk siswa baru kelas X.

Unggahan yang memuat surat pernyataan sumbangan itu beredar luas dan direpost oleh sejumlah akun media sosial hingga memicu beragam respons dari masyarakat, khususnya kalangan orang tua siswa. Dalam surat tersebut, wali murid diminta menuliskan besaran nominal sumbangan yang akan diberikan.

Menanggapi isu yang berkembang, Humas SMKN 1 Ponorogo Ribowo Abdul Latif menegaskan bahwa sumbangan yang dimaksud sepenuhnya bersifat sukarela, bukan pungutan wajib. Sekolah juga tidak menentukan nominal minimal yang harus dibayar oleh orang tua.

“Terkait sumbangan itu memang diawali dengan rapat pleno, dan itu memang telah disepakati. Di lapangan tidak harus membayar segitu, semampunya,” ujar Latif saat dikonfirmasi, Senin(01/12/2025).

Menurut Latif, dalam rapat sebelumnya, pihak sekolah telah mengundang seluruh wali murid kelas X bersama komite sekolah untuk memaparkan sejumlah program dan kebutuhan pembiayaan. Program yang direncanakan, antara lain renovasi pagar sekolah, pembangunan taman edukasi, pengadaan videotron, serta perbaikan kantin sekolah. “Sumbangan ini hanya untuk kelas X, khusus siswa baru,” jelasnya.

Sekolah juga memberikan kebebasan waktu pembayaran tanpa batasan tenggat, menyesuaikan kondisi perekonomian masing-masing wali murid. Sementara itu, Komite SMKN 1 Ponorogo Sumani menuturkan bahwa komite telah menyampaikan kebutuhan pembiayaan serta rencana program sekolah secara terbuka dalam forum musyawarah.

“Saat itu sudah kita tawarkan, apakah program dari Pak Kepala Sekolah bisa diterima. Besarannya tidak harus Rp 1,4 juta, tetapi sesuai kondisi ekonomi wali murid. Dan waktu pembayarannya juga tidak dibatasi,” ungkap Sumani.

Sumani juga kembali menegaskan bahwa keputusan sumbangan itu murni hasil musyawarah yang melibatkan orang tua siswa dan komite. Pihaknya menilai munculnya dugaan pungli karena adanya kesalahpahaman dalam penyebaran informasi di media sosial. (Ega/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejati Jatim Turut Kawal Program Asacita Presiden Prabowo

    Kejati Jatim Turut Kawal Program Asacita Presiden Prabowo

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur telah komitmen mengawal prioritas program nasional, termasuk makan bergizi gratis (MBG) dan ketahanan pangan.  Langkah itu ditegaskan Kepala Kejati Jatim, Mia Amiati usai meresmikan gedung baru Kejaksaan negeri Madiun, sekaligus melaksanakan tebar benih bersama jajaran Forpimda Kabupaten Madiun Jawa Timur Selasa kemarin (21/1/2025).  “Kami mendukung […]

    Bagikan
  • Ricuh di Puncak Lawu Gegara Berebut Spot Foto, Pendaki Diminta Jaga Etika

    Ricuh di Puncak Lawu Gegara Berebut Spot Foto, Pendaki Diminta Jaga Etika

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 351
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Suasana di puncak Gunung Lawu mendadak ricuh setelah dua rombongan pendaki terlibat cekcok yang berujung aksi saling dorong. Peristiwa tersebut terekam video dan viral di media sosial pada Senin (27/4/2026). Informasi yang dihimpun, keributan terjadi di kawasan puncak Hargo Dumilah, titik tertinggi Gunung Lawu yang menjadi favorit pendaki untuk berfoto. Insiden […]

    Bagikan
  • Dinkes Screening PSK di Warung Remang-Remang, Satu Orang Diduga Terinfeksi Hiv

    Dinkes Screening PSK di Warung Remang-Remang, Satu Orang Diduga Terinfeksi Hiv

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ponorogo melakukan screening atau pemeriksaan terhadap para pekerja seks komersial (PSK) di sejumlah warung remang-remang, Kamis (08/05/2025). Langkah ini menyusul temuan mengejutkan 13 PSK di Kecamatan Siman yang diduga positif terinfeksi HIV. Pemeriksaan dilakukan serentak di kawasan Pasar Janti Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, serta beberapa titik […]

    Bagikan
  • Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi, Ini Pernyataan Wali Kota Nonaktif Maidi

    Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi, Ini Pernyataan Wali Kota Nonaktif Maidi

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya – Perkara dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi, mulai disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Kamis (11/6/2026). Sidang perdana tersebut beragendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain Maidi, dua terdakwa lainnya yang turut menjalani sidang perdana yakni mantan Kepala Dinas […]

    Bagikan
  • Jujitsu Ponorogo Kukuhkan Dominasi, Cetak Hat-trick Juara Umum Porprov Jatim 2025

    Jujitsu Ponorogo Kukuhkan Dominasi, Cetak Hat-trick Juara Umum Porprov Jatim 2025

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Kontingen Jujitsu Kabupaten Ponorogo kembali membuktikan dominasinya dengan meraih gelar juara umum untuk ketiga kalinya secara beruntun dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025. Bertanding di Malang Raya, para atlet Bumi Reyog sukses mengoleksi sembilan medali, masing-masing tiga emas, tiga perak, dan tiga perunggu. Manajer tim, Wahyu Setiawan, […]

    Bagikan
  • Atap Lapuk hingga Bocor, Empat Pasar Tradisional di Kabupaten Madiun Butuh Revitalisasi

    Atap Lapuk hingga Bocor, Empat Pasar Tradisional di Kabupaten Madiun Butuh Revitalisasi

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kondisi fisik sejumlah pasar tradisional milik Pemerintah Kabupaten Madiun kian memprihatinkan. Kerusakan bangunan, terutama pada bagian atap yang telah lapuk, menyebabkan kebocoran dan mengganggu aktivitas jual beli para pedagang maupun pengunjung pasar. Salah satu pembeli di Pasar Dolopo mengatakan keprihatinan jika melihat pasar sebagai pusat perekonomian tapi terkesan kumuh dan tidak […]

    Bagikan
expand_less