
Sinergia | Magetan – Publik Kabupaten Magetan beberapa hari terakhir ini dibuat geger oleh beredarnya video asusila yang melibatkan kakak dan adik tiri berinisial DN dan LJ. Ironisnya, video tersebut diduga diperjualbelikan oleh DN di grub Telegram. Hal itu sangat disayang dan meresahkan warga Magetan, khususnya di wilayah Kecamatan Barat yang mengenali si pelaku.
“Sekitar dua pekan yang lalu videonya sudah viral. Ceweknya sering terlihat lari-lari di Taman Pancasila. Mereka pendatang, ngontrak di sini,” ujar Tegar Susanto, salah satu warga saat dikonfirmasi Senin (01/12/2025).
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Tebon, Widarto, menyebut warga setempat merasa resah. “Masyarakat resah karena itu perbuatan tidak terpuji. Dengan adanya penangkapan oleh polisi, kami berharap penanganannya dilakukan sebaik-baiknya,” katanya.
Widarto menambahkan bahwa DN baru beberapa bulan tinggal mengontrak di wilayah tersebut. “Kontrakan itu sekarang kosong. Menurut penanggung jawab tempat, polisi menyita sebuah laptop dari lokasi,” ujarnya.
Kapolsek Barat, Iptu Munif Setiyono, membenarkan bahwa DN merupakan pria yang tinggal di wilayah Kecamatan Barat dan terkait dengan video yang beredar. “Benar, terduga dalam video viral itu tinggal di Kecamatan Barat. Namun perkaranya sudah ditangani Unit PPA Polres Magetan,” terang Munif.
Ia juga memastikan bahwa DN bukan warga setempat. “Yang bersangkutan adalah warga Parang. Dia hanya mengontrak disitu,” tambahnya.
Hingga kini, Polres Magetan melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) masih melakukan pendalaman kasus, termasuk dugaan kekerasan, eksploitasi, serta penyebaran konten ilegal yang melibatkan korban. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan ulang video yang beredar demi melindungi korban dan menjaga proses hukum. (Nan/Krs)