Jumat, 6 Nov 2026
Trending Tags

Mahalona Mulai Dilirik sebagai Sentra Baru Minyak Nilam di Indonesia Timur

  • account_circle Sinergia Mediatama
  • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
  • visibility 271
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tim Ekspedisi Patriot petakan potensi unggul minyak nilam di kawasan transmigrasi Mahalona, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Foto : Istimewa

Sinergia | Luwu Timur – Potensi minyak nilam di kawasan transmigrasi Mahalona, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, mulai mencuat sebagai komoditas unggulan baru. Hamparan lahan subur di kaki pegunungan kini menjadi ruang tumbuh bagi tanaman nilam yang bernilai ekonomi tinggi dan berpeluang mengangkat nama Mahalona di tingkat nasional.

Penelusuran ini merupakan bagian dari tugas Tim Ekspedisi Patriot yang sejak 1 September 2025 ditempatkan Kementerian Transmigrasi untuk memetakan potensi unggulan di kawasan transmigrasi. Dari berbagai observasi dan dialog dengan petani, tim menemukan bahwa nilam merupakan komoditas yang paling siap dikembangkan sebagai penopang ekonomi baru masyarakat.

Selama ini masyarakat Mahalona Raya fokus pada komoditas seperti padi, kakao, lada, dan jagung. Namun, tanaman nilam yang tumbuh di sela-sela kebun ternyata menyimpan nilai ekonomi jauh lebih tinggi. Daun nilam menjadi bahan baku minyak atsiri yang dibutuhkan industri parfum, sabun, kosmetik, hingga aromaterapi.

“Kami awalnya tidak terlalu memperhatikan nilam, karena lebih fokus ke tanaman pangan. Setelah dijelaskan tim Patriot, baru kami tahu kalau harganya tinggi sekali di pabrik,” ungkap Darwis, salah satu petani di Mahalona Raya.

Agroklimat Mahalona yang memiliki curah hujan stabil dan suhu ideal menjadikan nilam tumbuh subur tanpa perawatan rumit. Kondisi ini membuat produktivitasnya berpotensi meningkat signifikan jika dibudidayakan secara terencana.

Potensi besar ini terbukti melalui capaian pada 20 Oktober 2025. Tim Ekspedisi Patriot berhasil mengoordinasikan pengiriman 1.000 kilogram minyak nilam ke pabrik minyak atsiri di Subang, Jawa Barat. Minyak dikemas dalam lima tong dan diangkut menggunakan mobil single cabin.

Tekad Urip PS, Tim Dosen ekspedisi patriot IPB university, mengatakan bahwa pengiriman ini menjadi tonggak penting. “Ini bukti konkret bahwa petani Mahalona mampu masuk dalam rantai pasok minyak atsiri nasional. Kami hanya membantu mengoordinasikan, selebihnya adalah kerja keras petani,” jelasnya.

Harga jual minyak nilam saat pengiriman mencapai Rp620.000 per kilogram, memberikan pendapatan signifikan bagi kelompok petani yang terlibat. Tim Ekspedisi Patriot menilai bahwa langkah strategis selanjutnya adalah memperkuat proses produksi dari hulu hingga hilir.

“Nilam tidak cukup hanya ditanam. Harus ada rantai yang kuat, mulai dari budidaya, penyulingan, hingga pemasaran. Jika ini terbentuk, Mahalona bisa jadi sentra atsiri yang besar,” ujar Tekad menegaskan.

Pihaknya juga mendorong pemerintah daerah dan sektor swasta berkolaborasi untuk menyiapkan pendampingan teknis, fasilitas penyulingan yang lebih modern, dan akses pasar yang lebih luas.

Bagi masyarakat, kehadiran nilai ekonomi baru dari nilam menjadi penyemangat. “Kalau harganya stabil dan kami dibina cara tanam serta penyulingannya, pasti banyak petani yang mau menanam nilam lebih serius,” tutur Darwis menambahkan.

Dengan potensi yang telah terlihat, banyak pihak optimistis bahwa Mahalona berpeluang menjadi salah satu pusat minyak nilam unggulan di Indonesia Timur. Nilam kini bukan hanya tanaman sampingan, tetapi simbol harapan baru dari kawasan transmigrasi yang terus tumbuh melalui kolaborasi dan pemanfaatan potensi lokal.(Istimewa).

Bagikan
  • Penulis: Sinergia Mediatama

Rekomendasi Untuk Anda

  • Operasi Senyap Berlanjut, Tim Penyidik KPK Geledah Rumah Pribadi Wali Kota Nonaktif Maidi

    Operasi Senyap Berlanjut, Tim Penyidik KPK Geledah Rumah Pribadi Wali Kota Nonaktif Maidi

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 361
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan penggeledahan di rumah pribadi Wali Kota Madiun Nonaktif Maidi yang berada di Jalan Merpati, Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo pada Rabu (21/01/2026).  Dari keterangan warga sekitar, operasi senyap KPK ini sudah dilakukan sejak Rabu sore. Sekitar pukul 20.39 WIB, tim penyidik KPK keluar dari kediaman […]

    Bagikan
  • 7 Fraksi DPRD Soroti Penurunan Dana Transfer dan PAD,  Bupati Madiun Akui Ketergantungan Pusat Masih Besar

    7 Fraksi DPRD Soroti Penurunan Dana Transfer dan PAD,  Bupati Madiun Akui Ketergantungan Pusat Masih Besar

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Ketergantungan fiskal Kabupaten Madiun terhadap pemerintah pusat kembali menjadi sorotan DPRD. Dalam pembahasan Perubahan APBD 2026, tujuh fraksi menyoroti penurunan dana transfer pusat yang mencapai sekitar Rp97 miliar hingga Rp100 miliar, di tengah kenaikan kebutuhan belanja daerah. Sorotan tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Madiun dengan agenda penyampaian pandangan umum […]

    Bagikan
  • Stasiun Caruban Kian Modern, Jadi Andalan Mobilitas Warga Madiun

    Stasiun Caruban Kian Modern, Jadi Andalan Mobilitas Warga Madiun

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Stasiun Caruban terus menunjukkan perannya sebagai pusat mobilitas masyarakat di Kabupaten Madiun. Berada di bawah pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun, stasiun yang terletak di Kecamatan Mejayan tersebut kini tidak hanya menjadi titik keberangkatan dan kedatangan penumpang, tetapi juga berkembang sebagai simpul konektivitas yang semakin modern dan […]

    Bagikan
  • DKPP Madiun Lakukan Pemeriksaan Hewan, Fokus Pada Organ Dalam Hewan Kurban

    DKPP Madiun Lakukan Pemeriksaan Hewan, Fokus Pada Organ Dalam Hewan Kurban

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriyah, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun intensif melakukan pemeriksaan hewan kurban di sejumlah titik pemotongan dan penjualan hewan. Salah satu lokasi yang disambangi tim adalah tempat pemotongan hewan milik warga di Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, pada Jumat (06/06/2025). Tim Dokter dari DKPP […]

    Bagikan
  • Polisi Dalami Dugaan Pupuk Bersubsidi Dijual di Atas HET di Magetan, Perhitungan Selisih Capai Rp. 24,8 Miliar

    Polisi Dalami Dugaan Pupuk Bersubsidi Dijual di Atas HET di Magetan, Perhitungan Selisih Capai Rp. 24,8 Miliar

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polres Magetan mulai mendalami laporan dugaan penjualan pupuk bersubsidi di atas harga eceran tertinggi (HET) di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Penyidik Unit Idik II Satreskrim Polres Magetan memeriksa petani sekaligus pelapor, Dimyati Dahlan, selama sekitar lima jam, Kamis (10/9/2026). Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan laporan dugaan penjualan pupuk bersubsidi melebihi HET di […]

    Bagikan
  • Ikrar Setia NKRI, Satu Warga Binaan Terorisme Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

    Ikrar Setia NKRI, Satu Warga Binaan Terorisme Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Seorang warga binaan terorisme Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Madiun secara resmi menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Prosesi ikrar pada Rabu (19/3/2025) disaksikan oleh jajaran Lapas, aparat penegak hukum, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Ikrar setia NKRI ini berlangsung khidmat di Aula Lapas Kelas I Madiun. […]

    Bagikan
expand_less