Berita Terkini
Trending Tags

Mahalona Mulai Dilirik sebagai Sentra Baru Minyak Nilam di Indonesia Timur

  • account_circle Sinergia Mediatama
  • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
  • visibility 223
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tim Ekspedisi Patriot petakan potensi unggul minyak nilam di kawasan transmigrasi Mahalona, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Foto : Istimewa

Sinergia | Luwu Timur – Potensi minyak nilam di kawasan transmigrasi Mahalona, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, mulai mencuat sebagai komoditas unggulan baru. Hamparan lahan subur di kaki pegunungan kini menjadi ruang tumbuh bagi tanaman nilam yang bernilai ekonomi tinggi dan berpeluang mengangkat nama Mahalona di tingkat nasional.

Penelusuran ini merupakan bagian dari tugas Tim Ekspedisi Patriot yang sejak 1 September 2025 ditempatkan Kementerian Transmigrasi untuk memetakan potensi unggulan di kawasan transmigrasi. Dari berbagai observasi dan dialog dengan petani, tim menemukan bahwa nilam merupakan komoditas yang paling siap dikembangkan sebagai penopang ekonomi baru masyarakat.

Selama ini masyarakat Mahalona Raya fokus pada komoditas seperti padi, kakao, lada, dan jagung. Namun, tanaman nilam yang tumbuh di sela-sela kebun ternyata menyimpan nilai ekonomi jauh lebih tinggi. Daun nilam menjadi bahan baku minyak atsiri yang dibutuhkan industri parfum, sabun, kosmetik, hingga aromaterapi.

“Kami awalnya tidak terlalu memperhatikan nilam, karena lebih fokus ke tanaman pangan. Setelah dijelaskan tim Patriot, baru kami tahu kalau harganya tinggi sekali di pabrik,” ungkap Darwis, salah satu petani di Mahalona Raya.

Agroklimat Mahalona yang memiliki curah hujan stabil dan suhu ideal menjadikan nilam tumbuh subur tanpa perawatan rumit. Kondisi ini membuat produktivitasnya berpotensi meningkat signifikan jika dibudidayakan secara terencana.

Potensi besar ini terbukti melalui capaian pada 20 Oktober 2025. Tim Ekspedisi Patriot berhasil mengoordinasikan pengiriman 1.000 kilogram minyak nilam ke pabrik minyak atsiri di Subang, Jawa Barat. Minyak dikemas dalam lima tong dan diangkut menggunakan mobil single cabin.

Tekad Urip PS, Tim Dosen ekspedisi patriot IPB university, mengatakan bahwa pengiriman ini menjadi tonggak penting. “Ini bukti konkret bahwa petani Mahalona mampu masuk dalam rantai pasok minyak atsiri nasional. Kami hanya membantu mengoordinasikan, selebihnya adalah kerja keras petani,” jelasnya.

Harga jual minyak nilam saat pengiriman mencapai Rp620.000 per kilogram, memberikan pendapatan signifikan bagi kelompok petani yang terlibat. Tim Ekspedisi Patriot menilai bahwa langkah strategis selanjutnya adalah memperkuat proses produksi dari hulu hingga hilir.

“Nilam tidak cukup hanya ditanam. Harus ada rantai yang kuat, mulai dari budidaya, penyulingan, hingga pemasaran. Jika ini terbentuk, Mahalona bisa jadi sentra atsiri yang besar,” ujar Tekad menegaskan.

Pihaknya juga mendorong pemerintah daerah dan sektor swasta berkolaborasi untuk menyiapkan pendampingan teknis, fasilitas penyulingan yang lebih modern, dan akses pasar yang lebih luas.

Bagi masyarakat, kehadiran nilai ekonomi baru dari nilam menjadi penyemangat. “Kalau harganya stabil dan kami dibina cara tanam serta penyulingannya, pasti banyak petani yang mau menanam nilam lebih serius,” tutur Darwis menambahkan.

Dengan potensi yang telah terlihat, banyak pihak optimistis bahwa Mahalona berpeluang menjadi salah satu pusat minyak nilam unggulan di Indonesia Timur. Nilam kini bukan hanya tanaman sampingan, tetapi simbol harapan baru dari kawasan transmigrasi yang terus tumbuh melalui kolaborasi dan pemanfaatan potensi lokal.(Istimewa).

Bagikan
  • Penulis: Sinergia Mediatama

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPO Kasus Kredit Fiktif BRI Pasar Pon Ponorogo Ditangkap Setelah 9 Bulan Buron

    DPO Kasus Kredit Fiktif BRI Pasar Pon Ponorogo Ditangkap Setelah 9 Bulan Buron

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 389
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pelarian Daniel Sakti Kusuma Wijaya alias Lete akhirnya terhenti. Tersangka dugaan perbuatan melawan hukum dalam pemberian kredit di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Unit Pasar Pon Ponorogo itu berhasil diringkus tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo pada Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. Penangkapan tersebut mengakhiri status Daftar Pencarian Orang (DPO) […]

    Bagikan
  • PWI Madiun Raya Gelar Tasyakuran Jelang HPN 2026, Perkuat Spirit Kebersamaan Wartawan

    PWI Madiun Raya Gelar Tasyakuran Jelang HPN 2026, Perkuat Spirit Kebersamaan Wartawan

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 418
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Menjelang peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang diperingati setiap 9 Februari, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Madiun Raya menggelar tasyakuran dan doa bersama di Sekretariat PWI Madiun Raya, Jalan Letkol Suwarno No. 6 Blok II, Kota Madiun, Minggu (8/2/2026). Ketua PWI Madiun Raya, Jumali dalam siaran persnya mengatakan kegiatan tasyakuran dan […]

    Bagikan
  • Buruh Madiun Desak UU Perampasan Aset Segera Disahkan, Tuntut Hukuman Berat Para Koruptor

    Buruh Madiun Desak UU Perampasan Aset Segera Disahkan, Tuntut Hukuman Berat Para Koruptor

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kota Madiun, Kamis (27/8/2026). Massa mendesak pemerintah dan DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset serta mendorong pemberlakuan hukuman mati bagi pelaku korupsi. Dalam aksinya, buruh mengecam maraknya kasus korupsi yang terungkap dalam beberapa waktu terakhir. […]

    Bagikan
  • Labuhan Sarangan, Warisan Adiluhung yang Kukuhkan Identitas Budaya Magetan

    Labuhan Sarangan, Warisan Adiluhung yang Kukuhkan Identitas Budaya Magetan

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Tradisi Labuhan Sarangan kembali digelar sebagai salah satu agenda budaya terbesar di Kabupaten Magetan pada Jumat (16/08/2026). Bukan sekadar ritual tahunan, kegiatan ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas karunia alam sekaligus sarana pelestarian nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur. Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menegaskan bahwa Labuhan Sarangan memiliki makna […]

    Bagikan
  • Lonjakan Pengajuan PKKPR Koperasi Merah Putih, Pemkab Magetan Bersiap Revisi RTRW photo_camera 2

    Lonjakan Pengajuan PKKPR Koperasi Merah Putih, Pemkab Magetan Bersiap Revisi RTRW

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magetan melaporkan meningkatnya permohonan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) dari para pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hingga Selasa (3/2/2026), tercatat 50 titik KDKMP telah mengajukan permohonan tersebut, mendorong pemerintah daerah mempertimbangkan revisi terhadap Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Kepala […]

    Bagikan
  • Dinkes Madiun Temukan 16 Suspek Campak, Sampel Darah Dikirim ke Surabaya

    Dinkes Madiun Temukan 16 Suspek Campak, Sampel Darah Dikirim ke Surabaya

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun mencatat adanya 16 kasus suspek Campak pada anak sejak Januari hingga pertengahan Maret 2026. Meski begitu, hingga kini belum ditemukan kasus campak yang terkonfirmasi positif di wilayah Kabupaten Madiun. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Agung Dodik Pujiyanto, mengatakan laporan suspek campak […]

    Bagikan
expand_less