Berita Terkini
Trending Tags

Kisah Inspiratif Nurisha Kitana, Mahasiswi UI Asal Magetan yang Terpilih Jadi Delegasi UNICEF Dunia

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 8 Des 2025
  • visibility 439
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Nurisha Kitana, mahasiswi Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI), Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan – Dari sebuah rumah sederhana di Kecamatan Maospati, Magetan, lahirlah sosok muda yang kini mengharumkan nama daerahnya di tingkat nasional hingga dunia. Ia adalah Nurisha Kitana, mahasiswi Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) yang berhasil menjadi delegasi UNICEF di forum internasional Global NCD Alliance Forum 2025 di Kigali, Rwanda.

Perjalanannya bukan sekadar deretan prestasi, melainkan kisah tentang tekad, pendidikan, dan kepedulian sosial yang berangkat dari keterbatasan ekonomi dan ketulusan membantu kelompok terpinggirkan.

Awal Perjalanan: Dari Maospati Menuju Kampus Ternama Tanah Air

Nurisha adalah lulusan SMAN 1 Maospati, yang menempuh pendidikan saat masa pandemi Covid-19. Minimnya aktivitas sekolah membuatnya fokus belajar hingga akhirnya lolos SNMPTN jalur undangan ke jurusan Ilmu Politik UI dengan nilai 93,6.

“Aku satu-satunya putri Magetan yang diterima UI tahun 2022,” tuturnya melalui percakapan via Whatsapp.

Namun kabar bahagia itu diiringi kegelisahan. Kondisi ekonomi keluarganya membuat kuliah terasa berat. Ayahnya bekerja sebagai driver ojek online sekaligus membuka bengkel kecil, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga.

“Aku sempat nggak boleh kuliah karena biaya. Disuruh kerja saja. Tapi alhamdulillah aku dapat dua beasiswa. KIP Kuliah dan beasiswa ILUNI FEB UI. Jadi kuliahku gratis sampai lulus, bahkan dapat uang saku,” katanya.

Image Not Found
Nurisha Kitana mendapatkan penghargaan dari Bupati Magetan, Foto : Istimewa

Membangun Gerakan Sosial : Gandeng ODGJ

Tahun 2021, jauh sebelum dikenal sebagai aktivis muda UI, Nurisha mendirikan komunitas Gandeng ODGJ, gerakan sosial yang fokus pada pemberdayaan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), pendampingan penyintas gangguan mental serta edukasi kesehatan jiwa untuk anak, remaja, dan masyarakat.

Berawal dari kepedulian sederhana, komunitas ini kini berkembang di delapan wilayah diantaranya Jabodetabek, Surabaya, Malang, Jember, Kediri, Madiun Raya, Solo, dan Yogyakarta. Sudah 300 lebih penerima manfaat yang dibantu, dan dalam beberapa kegiatan mereka mampu menggerakkan hingga 600 relawan.

“Ini advokasi akar rumput. Kami mulai dari hal kecil, tapi impact-nya besar. Sampai membawa aku ke UNICEF dan WHO,” ungkapnya.

Program Utama Gandeng ODGJ

  • Beberapa program yang telah dijalankan diantaranya
  • Cleanup Day : kampanye peduli lingkungan dan PHBS. Roadshow
  • Ramadan : edukasi kesehatan mental untuk anak & remaja.
  • World Mental Health Month/Day: sambang dulur, santunan, pelatihan hidroponik, melukis, budidaya ikan dalam ember, hingga kerajinan tangan.
  • Tantangan Terbesar: Stigma dan Legalitas

“Masih banyak pendanaan yang menolak karena legalitas kami belum lengkap. CSR belum bisa masuk. Tapi sekarang dokumen sedang proses,” jelasnya.

Image Not Found
Nurisha terpilih sebagai Delegasi UNICEF Indonesia untuk menghadiri Global NCD Alliance Forum di Kigali, Rwanda, Foto : Istimewa

Prestasi dan Pengakuan Nasional

Kiprah sosialnya mengantarkan berbagai penghargaan, antara lain Mahasiswa Berprestasi FISIP UI 2023 (Kategori Pengabdian Masyarakat), Student Ambassador UI, Penghargaan Kemenkes sebagai Collector Data Digital saat relawan IGD pandemik serta Pemuda Pelopor Terbaik Magetan 2025 bidang Sosial Kemasyarakatan. Bahkan, komunitas Gandeng ODGJ juga diakui sebagai salah satu gerakan mahasiswa paling berdampak dalam isu kesehatan mental di Indonesia.

Menjadi Delegasi UNICEF Termuda dari 66 Negara

Pada Februari 2025, Nurisha terpilih sebagai Delegasi UNICEF Indonesia untuk menghadiri Global NCD Alliance Forum di Kigali, Rwanda. Ia menjadi delegasi termuda dari 66 negara. Di forum internasional itu, ia mempresentasikan praktik pemberdayaan penyintas ODGJ di Indonesia serta advokasi kesehatan mental untuk generasi muda.

Tidak berhenti di sana, ia juga dinominasikan WHO untuk mengikuti Multi-Stakeholder Hearing on NCDs and Mental Health di tingkat dunia.

Image Not Found
Nurisha terpilih sebagai Delegasi UNICEF Indonesia untuk menghadiri Global NCD Alliance Forum di Kigali, Rwanda, Foto : Istimewa

Mimpi Besar Pulang dan Mengabdi untuk Magetan

Meski namanya sudah menembus panggung global, Nurisha memegang satu mimpi yang tidak pernah berubah yakni pulang dan membangun Magetan. “Aku pasti pulang. Mengabdi untuk Magetan adalah mimpi satu-satunya yang aku pegang sejak awal,” tuturnya.

Ia ingin memperkuat ekosistem kesehatan mental di Magetan, pemberdayaan masyarakat berbasis inklusi  serta kebijakan daerah yang ramah penyintas ODGJ.

“Aku belajar politik untuk itu. Semua advokasi dan jaringan ini pada akhirnya akan kembali untuk Magetan,” imbuhnya.

Sosok Inspiratif dari Lereng Gunung Lawu

Kisah Nurisha Kitana adalah bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang, mimpi besar dapat dicapai tanpa privilege dan kepedulian sosial dapat membuka pintu hingga forum dunia.

Dengan kerja keras dan visi yang jelas, mahasiswi UI asal Maospati ini menjadi salah satu figur muda paling inspiratif yang membawa nama Magetan, UI, dan Indonesia ke tingkat global. (Nan/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • PMK Serang Ratusan Sapi, Disnakkan Magetan Beri Imbauan Penting

    PMK Serang Ratusan Sapi, Disnakkan Magetan Beri Imbauan Penting

    • calendar_month Senin, 30 Des 2024
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 175
    • 0Komentar

    KAB. MAGETAN – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan bergerak cepat usai menerima laporan terkait ratusan sapi yang dimiliki warga terinfeksi virus penyakit mulut dan kuku (PMK). Sesuai laporan, setidaknya ada 33 ekor sapi mati hingga Senin (30/12/2024). Sementara, tahun 2024 ini tercatat sudah 781 kasus PMK yang telah dilaporkan. “Jadi dari ratusan yang dilaporkan, […]

    Bagikan
  • Rumah ASN Pemkot Madiun Digeledah, Sita Diduga Dokumen-Dokumen Penting

    Rumah ASN Pemkot Madiun Digeledah, Sita Diduga Dokumen-Dokumen Penting

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sejumlah kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Madiun menjadi sasaran penggeledahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (28/01/2026). Tidak hanya itu, KPK juga mendatangi rumah salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Madiun berinisial MKP di Jalan Poncowolo Kota Madiun. Tim penyidik KPK melakukan penggeledahan guna […]

    Bagikan
  • Anton Solihin Pilih Jalur Silaturahmi ke Ulama NU, Isyarat Konsolidasi Politik PKB Magetan Dimulai

    Anton Solihin Pilih Jalur Silaturahmi ke Ulama NU, Isyarat Konsolidasi Politik PKB Magetan Dimulai

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Di tengah dinamika politik yang beberapa waktu terakhir mewarnai lingkungan DPRD Kabupaten Magetan, tokoh muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Anton Solihin, memilih mengambil langkah berbeda. Ia menempuh jalur silaturahmi dengan para ulama Nahdlatul Ulama (NU) sebagai upaya merawat komunikasi politik sekaligus memperkuat kembali hubungan partai dengan basis Nahdliyin. Anton mendatangi sejumlah […]

    Bagikan
  • Harga Beras di Madiun Stabil Meski Isu Oplosan Merebak

    Harga Beras di Madiun Stabil Meski Isu Oplosan Merebak

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Di tengah merebaknya isu beras oplosan di sejumlah daerah, harga beras di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, masih terpantau stabil. Baik beras kualitas medium maupun premium belum menunjukkan lonjakan signifikan di tingkat eceran. Pedagang beras di Kecamatan Geger, Muhammad Allan Irnanda Yusuf, menyatakan harga beras medium bertahan di angka Rp13.500 per […]

    Bagikan
  • Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Gamelan Disdikpora Magetan Resmi Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya

    Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Gamelan Disdikpora Magetan Resmi Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Setelah melalui proses penyidikan yang cukup panjang, Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan akhirnya melimpahkan perkara dugaan korupsi pengadaan alat musik gamelan di Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Magetan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dua tersangka dalam kasus ini segera menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Kepala Seksi […]

    Bagikan
  • Berawal dari Hobi, Dosen di Ponorogo Sukses Tangkar Ratusan Burung Merak

    Berawal dari Hobi, Dosen di Ponorogo Sukses Tangkar Ratusan Burung Merak

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 391
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Berawal dari hobi memelihara hewan, Edy Kurniawan (46), seorang dosen Fakultas Teknik di Universitas Muhammadiyah Ponorogo, kini sukses mengelola penangkaran merak yang menampung lebih dari 250 ekor burung merak berbagai jenis. Penangkaran yang berlokasi di Dusun Gentan, Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, ini berdiri di atas lahan seluas 2.000 […]

    Bagikan
expand_less