
Sinergia | Magetan – Dari sebuah rumah sederhana di Kecamatan Maospati, Magetan, lahirlah sosok muda yang kini mengharumkan nama daerahnya di tingkat nasional hingga dunia. Ia adalah Nurisha Kitana, mahasiswi Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) yang berhasil menjadi delegasi UNICEF di forum internasional Global NCD Alliance Forum 2025 di Kigali, Rwanda.
Perjalanannya bukan sekadar deretan prestasi, melainkan kisah tentang tekad, pendidikan, dan kepedulian sosial yang berangkat dari keterbatasan ekonomi dan ketulusan membantu kelompok terpinggirkan.
Awal Perjalanan: Dari Maospati Menuju Kampus Ternama Tanah Air
Nurisha adalah lulusan SMAN 1 Maospati, yang menempuh pendidikan saat masa pandemi Covid-19. Minimnya aktivitas sekolah membuatnya fokus belajar hingga akhirnya lolos SNMPTN jalur undangan ke jurusan Ilmu Politik UI dengan nilai 93,6.
“Aku satu-satunya putri Magetan yang diterima UI tahun 2022,” tuturnya melalui percakapan via Whatsapp.
Namun kabar bahagia itu diiringi kegelisahan. Kondisi ekonomi keluarganya membuat kuliah terasa berat. Ayahnya bekerja sebagai driver ojek online sekaligus membuka bengkel kecil, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga.
“Aku sempat nggak boleh kuliah karena biaya. Disuruh kerja saja. Tapi alhamdulillah aku dapat dua beasiswa. KIP Kuliah dan beasiswa ILUNI FEB UI. Jadi kuliahku gratis sampai lulus, bahkan dapat uang saku,” katanya.

Membangun Gerakan Sosial : Gandeng ODGJ
Tahun 2021, jauh sebelum dikenal sebagai aktivis muda UI, Nurisha mendirikan komunitas Gandeng ODGJ, gerakan sosial yang fokus pada pemberdayaan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), pendampingan penyintas gangguan mental serta edukasi kesehatan jiwa untuk anak, remaja, dan masyarakat.
Berawal dari kepedulian sederhana, komunitas ini kini berkembang di delapan wilayah diantaranya Jabodetabek, Surabaya, Malang, Jember, Kediri, Madiun Raya, Solo, dan Yogyakarta. Sudah 300 lebih penerima manfaat yang dibantu, dan dalam beberapa kegiatan mereka mampu menggerakkan hingga 600 relawan.
“Ini advokasi akar rumput. Kami mulai dari hal kecil, tapi impact-nya besar. Sampai membawa aku ke UNICEF dan WHO,” ungkapnya.
Program Utama Gandeng ODGJ
- Beberapa program yang telah dijalankan diantaranya
- Cleanup Day : kampanye peduli lingkungan dan PHBS. Roadshow
- Ramadan : edukasi kesehatan mental untuk anak & remaja.
- World Mental Health Month/Day: sambang dulur, santunan, pelatihan hidroponik, melukis, budidaya ikan dalam ember, hingga kerajinan tangan.
- Tantangan Terbesar: Stigma dan Legalitas
“Masih banyak pendanaan yang menolak karena legalitas kami belum lengkap. CSR belum bisa masuk. Tapi sekarang dokumen sedang proses,” jelasnya.

Prestasi dan Pengakuan Nasional
Kiprah sosialnya mengantarkan berbagai penghargaan, antara lain Mahasiswa Berprestasi FISIP UI 2023 (Kategori Pengabdian Masyarakat), Student Ambassador UI, Penghargaan Kemenkes sebagai Collector Data Digital saat relawan IGD pandemik serta Pemuda Pelopor Terbaik Magetan 2025 bidang Sosial Kemasyarakatan. Bahkan, komunitas Gandeng ODGJ juga diakui sebagai salah satu gerakan mahasiswa paling berdampak dalam isu kesehatan mental di Indonesia.
Menjadi Delegasi UNICEF Termuda dari 66 Negara
Pada Februari 2025, Nurisha terpilih sebagai Delegasi UNICEF Indonesia untuk menghadiri Global NCD Alliance Forum di Kigali, Rwanda. Ia menjadi delegasi termuda dari 66 negara. Di forum internasional itu, ia mempresentasikan praktik pemberdayaan penyintas ODGJ di Indonesia serta advokasi kesehatan mental untuk generasi muda.
Tidak berhenti di sana, ia juga dinominasikan WHO untuk mengikuti Multi-Stakeholder Hearing on NCDs and Mental Health di tingkat dunia.

Mimpi Besar Pulang dan Mengabdi untuk Magetan
Meski namanya sudah menembus panggung global, Nurisha memegang satu mimpi yang tidak pernah berubah yakni pulang dan membangun Magetan. “Aku pasti pulang. Mengabdi untuk Magetan adalah mimpi satu-satunya yang aku pegang sejak awal,” tuturnya.
Ia ingin memperkuat ekosistem kesehatan mental di Magetan, pemberdayaan masyarakat berbasis inklusi serta kebijakan daerah yang ramah penyintas ODGJ.
“Aku belajar politik untuk itu. Semua advokasi dan jaringan ini pada akhirnya akan kembali untuk Magetan,” imbuhnya.
Sosok Inspiratif dari Lereng Gunung Lawu
Kisah Nurisha Kitana adalah bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang, mimpi besar dapat dicapai tanpa privilege dan kepedulian sosial dapat membuka pintu hingga forum dunia.
Dengan kerja keras dan visi yang jelas, mahasiswi UI asal Maospati ini menjadi salah satu figur muda paling inspiratif yang membawa nama Magetan, UI, dan Indonesia ke tingkat global. (Nan/Krs)