Berita Terkini
Trending Tags

Jalan Mlarak–Kaponan Rusak, DPUPKP Janji Usulkan Perbaikan di P-APBD

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
  • visibility 67
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
kepala bidang bina marga DPUPKP Ponorogo, shintawati, Foto : Ega -Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Ponorogo memastikan ruas Jalan Mlarak–Kaponan, Desa Kaponan, Kecamatan Mlarak, yang sempat ditanami pohon pisang dan pepaya oleh warga, akan diusulkan untuk diperbaiki. Namun, perbaikan tersebut belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Ponorogo, Shintawati, mengatakan perbaikan jalan itu akan dimasukkan dalam usulan Perubahan APBD (P-APBD).

“Kami coba usulkan di P-APBD. Semoga bisa terealisasi,” ujar Shintawati, Rabu (14/1/2026).

Dalam waktu dekat, tim Bina Marga akan diterjunkan ke lokasi untuk melakukan survei. Hasil survei tersebut akan menjadi dasar penentuan metode penanganan jangka pendek.

“Kami akan cek langsung ke lapangan. Nanti dilihat penanganan seperti apa yang bisa dilakukan dalam waktu dekat,” imbuhnya.

Shintawati juga menyampaikan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Kaponan. Saat ini, Pemdes berencana menutup lubang jalan secara sementara menggunakan tanah urug.

“Kalau Pemdes membutuhkan bantuan alat berat atau dukungan lain, tentu akan kami bantu,” jelasnya.

Menurut Shintawati, pada APBD induk tahun ini tidak terdapat alokasi anggaran untuk perbaikan ruas Jalan Mlarak–Kaponan. Karena itu, perbaikan baru bisa diupayakan melalui P-APBD.

“Nanti di P-APBD kami cek ulang jalan-jalan yang benar-benar membutuhkan penanganan. Yang paling urgent akan diprioritaskan. Sepertinya Kaponan ini masuk kategori itu,” katanya.

Ia menambahkan, berdasarkan kondisi sekitar, besar kemungkinan metode perbaikan yang digunakan adalah pengecoran beton, menyesuaikan dengan ruas jalan di sekitarnya yang lebih dulu diperbaiki.

“Melihat jalur sebelahnya yang sudah dibeton, kemungkinan penanganannya juga sama,” ujarnya.

Shintawati mengakui ruas jalan di Desa Kaponan tersebut sudah cukup lama tidak tersentuh perbaikan. “Sudah lama belum tertangani. Mudah-mudahan bisa terealisasi di P-APBD 2025,” pungkasnya.

Sebelumnya, warga menanam pohon pisang dan pepaya di sepanjang jalan rusak sebagai bentuk protes. Aksi itu dilakukan karena kondisi jalan antar Desa Mlarak–Kaponan dinilai rusak bertahun-tahun tanpa perbaikan.

Pantauan di lapangan, terdapat enam pohon yang ditanam, lima di antaranya pohon pisang dan satu pohon pepaya. Pohon-pohon tersebut berada di sepanjang ruas jalan rusak sekitar 125 meter.

Keberadaan tanaman itu sebagai penanda  pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas, terlebih setelah hujan karena permukaan jalan menjadi licin. Belakangan, pohon-pohon tersebut dicabut kembali oleh warga setelah Kepala Desa Kaponan, Marwandi, berjanji menyediakan tanah urug untuk menutup lubang-lubang jalan secara sementara sambil menunggu penanganan dari pemerintah daerah.(ega).

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Info Ninuninu ! Siap-Siap Ada Operasi Keselamatan Semeru 2026  Play Button

    Info Ninuninu ! Siap-Siap Ada Operasi Keselamatan Semeru 2026 

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 421
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Polres Madiun Kota menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026 di halaman Mako Polres Madiun Kota pada (02/02/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta penguatan sinergi lintas sektor dalam rangka mendukung lancarnya pelaksanaan operasi keselamatan lalu lintas. Apel gelar pasukan dipimpin Wakapolres Madiun […]

    Bagikan
  • Warga Rejomulyo Ngawi Keluhkan Bau Peternakan Ayam, DLH Minta Perbaikan Pengelolaan Limbah

    Warga Rejomulyo Ngawi Keluhkan Bau Peternakan Ayam, DLH Minta Perbaikan Pengelolaan Limbah

    • calendar_month 38 menit yang lalu
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Sejumlah warga Desa Rejomulyo, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, mengeluhkan bau tidak sedap yang diduga berasal dari usaha peternakan ayam petelur di sekitar permukiman. Keluhan tersebut kemudian dimediasi oleh pemerintah desa dan ditindaklanjuti dengan pengecekan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ngawi. Peternakan ayam petelur yang telah beroperasi sekitar dua tahun terakhir […]

    Bagikan
  • BPBD Magetan Terjunkan 15 Personel SAR untuk Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang

    BPBD Magetan Terjunkan 15 Personel SAR untuk Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan mengirim 15 personel dalam tim SAR gabungan untuk membantu pencarian seorang pendaki yang hilang di kawasan Bukit Mongkrang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (22/1/2026). Pencarian ditempuh melalui jalur Bukit Jobolarangan via Wonomulyo, Desa Genilangit, Kecamatan Poncol. Plt Kalaksa BPBD Magetan, Cahaya Wijaya, menyampaikan bahwa […]

    Bagikan
  • Hari Jadi Kab. Madiun ke-457, RSUD Caruban Fasilitasi Khitan Massal Gratis untuk 115 Anak

    Hari Jadi Kab. Madiun ke-457, RSUD Caruban Fasilitasi Khitan Massal Gratis untuk 115 Anak

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Caruban memfasilitasi khitan massal gratis bagi 115 anak dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-457 Kabupaten Madiun. Kegiatan sosial ini digelar pada Senin (07/07/2025) dan menjadi bagian dari rangkaian perayaan yang berlangsung sepanjang bulan Juli ini. Sebanyak 40 tenaga medis dikerahkan, termasuk dokter spesialis bedah dan […]

    Bagikan
  • Pelajar SMK di Magetan Ditemukan Tewas di Bengawan Madiun, Diduga Terjun dari Jembatan

    Pelajar SMK di Magetan Ditemukan Tewas di Bengawan Madiun, Diduga Terjun dari Jembatan

    • calendar_month 21 jam yang lalu
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Seorang pelajar SMK di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjun ke Sungai Bengawan Madiun dari Jembatan Ngujur, Desa Gorang Gareng Taji, Kecamatan Nguntoronadi Kamis (23/4/2026). Korban diketahui bernama Davin Andriano Mustaqin (19), warga Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran. Peristiwa tersebut terungkap pada Rabu (22/4/2026), dan sempat mengundang perhatian […]

    Bagikan
  • Motor Oleng, Dua Remaja Terluka Usai Hantam Pohon di Jalan Raya Barat–Maospati

    Motor Oleng, Dua Remaja Terluka Usai Hantam Pohon di Jalan Raya Barat–Maospati

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Barat–Maospati, masuk wilayah Desa Karangsono, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Selasa (16/12/2025) malam. Dua remaja putri yang mengendarai sepeda motor dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Sepeda motor Honda Beat bernomor polisi L 3137 TT yang dikendarai Dini, yang membonceng temannya, Fina melaju dari arah […]

    Bagikan
expand_less