
Sinergia | Magetan — Program Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Magetan hingga kini masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat. Selain menunggu pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen, Pemerintah Kabupaten Magetan juga mengusulkan pendirian SR Rintisan sebagai langkah awal percepatan pemenuhan layanan pendidikan bagi warga kurang mampu. SR Rintisan diusulkan berlokasi di Graha Literasi, Plaosan.
Proposal lengkap beserta lampiran foto dan data pendukung telah disampaikan langsung kepada Menteri Sosial saat kunjungan Pemkab Magetan pada pertengahan 2025. Kadinsos Magetan, Parminto Budi Utomo, mengungkapkan bahwa kebutuhan akan SR Rintisan sempat menjadi rekomendasi langsung dari Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial saat DPRD Magetan melakukan pertemuan.
“Sebenarnya sejak awal yang kami ajukan di SDN Selosari 4, Kecamatan Magetan Kota itu adalah SR rintisan. Setelah dikaji, tidak dapat digunakan, sehingga kami mengusulkan lokasi baru di Graha Literasi, Kecamatan Plaosan,” jelas Parminto.
Menteri Sosial, kata Parminto, menilai usulan tersebut positif dan tinggal menunggu proses survei dari pusat. Karena pengajuan dilakukan pada Agustus–September 2025, maka tidak memungkinkan membuka SR Rintisan pada tahun ajaran berjalan. Dengan demikian, pembukaan SR Rintisan dijadwalkan paling cepat pada Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru.
SR Rintisan Magetan dirancang untuk jenjang SD dan SMP, masing-masing dua rombongan belajar (rombel) dengan 25 siswa per rombel. Fasilitas inti dinilai siap, hanya memerlukan penyesuaian kecil seperti penataan kamar asrama. Apabila SR Rintisan berhasil berjalan pada 2026, maka lulusannya atau siswanya akan otomatis menjadi bagian penting dalam ekosistem SR permanen yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.
“Sambil menunggu proses SR permanen, rintisan ini menjadi tahap awal yang sangat penting,” tegas Parminto.
Kemensos dan Kemendikdasmen akan mulai membuka seleksi calon siswa segera setelah rekomendasi teknis antar-kementerian—antara Kemensos dengan PUPR—dinyatakan lengkap. Dengan jumlah calon siswa dari keluarga miskin (DC 1) di Magetan mencapai ribuan, pemerintah optimistis daya tampung SR rintisan dapat terpenuhi dengan mudah.(Nan/Krs).