Berita Terkini
Trending Tags

Harga Melonjak, Warga Kare Madiun Berburu Telur Murah di Pasar Murah

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
  • visibility 178
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga Kecamatan Kare  memadati pasar murah di halaman kantor Kecamatan Setempat, Foto: Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun – Lonjakan harga bahan pokok, terutama telur ayam, membuat Pemerintah Kabupaten Madiun turun tangan dengan menggelar pasar murah di sejumlah wilayah. Rabu (22/10/2025), ratusan warga memadati halaman kantor Kecamatan Kare demi mendapatkan paket sembako bersubsidi.

Meski hujan mengguyur sejak pagi, antusiasme warga tak surut. Mereka rela mengantre untuk memperoleh nomor antrean pasar murah yang digelar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkop UM) Kabupaten Madiun. Harga kebutuhan pokok di pasar murah tersebut jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran.

“Senang sekali ada pasar murah seperti ini, bisa meringankan masyarakat kecil. Selisih harganya lumayan, antara tiga sampai empat ribu rupiah per item,” ujar Marinem, warga setempat.

Ia menyebut, setiap kartu keluarga (KK) hanya diperbolehkan membeli satu paket sembako berisi beras, telur ayam, minyak goreng, gula pasir, dan bawang putih. Hal serupa disampaikan Purwanti, warga lain yang ikut mengantre. Menurutnya, harga di pasar murah sangat membantu masyarakat pedesaan yang tengah menghadapi kenaikan harga signifikan. 

“Kalau di pasaran harga telur sekarang Rp29 ribu per kilogram, di sini cuma Rp25 ribu. Jauh bedanya,” tuturnya.

Kepala Bidang Perdagangan Disperdagkop UM Kabupaten Madiun, Budi Santoso, menjelaskan bahwa pasar murah bersubsidi ini merupakan upaya pemerintah daerah menekan laju inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Hingga Oktober 2025, pihaknya sudah menggelar pasar murah di 30 dari total 60 titik yang ditargetkan sepanjang tahun ini.

“Di tengah tingginya harga bahan pokok, masyarakat sangat membutuhkan pasar murah seperti ini. Selain membantu ekonomi warga, kegiatan ini juga bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah,” kata Budi.

Untuk menghindari pembelian berlebihan (panic buying), warga diwajibkan membawa kartu keluarga dan hanya diperbolehkan membeli satu paket sembako. Paket tersebut terdiri dari telur ayam 1 kilogram (Rp. 25 ribu), beras 5 kilogram (Rp. 59.500), minyak goreng 2 liter (Rp. 31 ribu), gula pasir 2 kilogram (Rp. 26 ribu), dan bawang putih ½ kilogram (Rp. 11 ribu).

Pada gelaran di Kecamatan Kare, Disperdagkop UM menyediakan stok beras sebanyak 1.400 kilogram, minyak goreng 600 liter, gula pasir 750 kilogram, telur 250 kilogram, dan bawang putih 100 kilogram. Pemerintah daerah berharap pasar murah yang menjangkau hingga pelosok desa ini dapat menjaga stabilitas harga serta menekan inflasi di wilayah Kabupaten Madiun dan sekitarnya, khususnya di Jawa Timur.

Tova Pradana -Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Penjualan Rumah di Kota Madiun Diprediksi Kian Lesu

    BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Penjualan Rumah di Kota Madiun Diprediksi Kian Lesu

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,25 persen diprediksi memberi tekanan besar terhadap sektor properti, khususnya penjualan rumah berbasis Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Pelaku usaha properti di Kota Madiun menilai kebijakan tersebut berpotensi menurunkan daya beli masyarakat dan memperberat cicilan konsumen. Ketua Real Estate Indonesia (REI) Kota […]

    Bagikan
  • Kuda-Kuda Atap 3 Ruang Kelas SMPN 1 Ngariboyo Roboh, Diduga Kayu Rapuh

    Kuda-Kuda Atap 3 Ruang Kelas SMPN 1 Ngariboyo Roboh, Diduga Kayu Rapuh

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kondisi bangunan sekolah di Kabupaten Magetan perlu dilakukan pengecekan. Pasalnya, banyak ditemukan gedung sekolah mengalami kerusakan hingga tidak layak di gunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Seperti yang terlihat di SMP Negeri 1 Ngariboyo yang berada di Jalan Karas – Ngariboyo Kabupaten Magetan. Tidak ada angin tidak ada hujan, kuda-kuda di […]

    Bagikan
  • Ini Empat Nama Kandidat Yang Bertarung di Seleksi Sekda Ponorogo

    Ini Empat Nama Kandidat Yang Bertarung di Seleksi Sekda Ponorogo

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Seleksi terbuka jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ponorogo memasuki tahap lanjutan. Dari sebelumnya lima peserta, kini tersisa empat pejabat eselon II yang melanjutkan proses seleksi berikutnya. Satu peserta tidak melanjutkan tahapan seleksi karena sakit sehingga tidak mengikuti tes lanjutan. Akibatnya, peserta tersebut tidak memenuhi syarat untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Plh […]

    Bagikan
  • Stok Pupuk Subsidi di Ponorogo Dipastikan Aman Hingga Akhir Tahun

    Stok Pupuk Subsidi di Ponorogo Dipastikan Aman Hingga Akhir Tahun

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Ketersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Ponorogo dipastikan aman hingga akhir 2025. Hal itu disampaikan Dinas Pertanian setempat menyusul kekhawatiran sebagian petani yang memasuki musim tanam kedua tahun ini. Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Ponorogo, Tamar Mahara, menegaskan bahwa cadangan pupuk masih mencukupi. Dari total alokasi yang diterima, […]

    Bagikan
  • Menunggu Izin Kemendagri, Pelantikan Sekda Magetan Definitif Berpotensi Oktober ini

    Menunggu Izin Kemendagri, Pelantikan Sekda Magetan Definitif Berpotensi Oktober ini

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Setelah proses panjang, penetapan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kabupaten Magetan tampaknya masih belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Meski seluruh proses seleksi telah rampung dan Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti telah menentukan satu nama kandidat terbaik. Namun, izin pelantikan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hingga kini belum turun. Kepala Badan Kepegawaian […]

    Bagikan
  • Guru-Guru Magetan Belajar Koding dan AI: Menjawab Tantangan Pendidikan di Era Digital

    Guru-Guru Magetan Belajar Koding dan AI: Menjawab Tantangan Pendidikan di Era Digital

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Dunia pendidikan di Kabupaten Magetan tengah mengalami transformasi signifikan. Tak hanya fokus pada pelajaran konvensional, para guru kini sedang dibekali keterampilan masa depan pemrograman (koding) dan kecerdasan artifisial (AI). Program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. […]

    Bagikan
expand_less