Berita Terkini
Trending Tags

Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Permanen Magetan Tersisa Satu Syarat Administrasi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
  • visibility 316
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Salah satu lahan yang akan dijadikan sekolah rakyat (SR) permanen magetan, Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan — Proses pendirian Sekolah Rakyat (SR) permanen di Kabupaten Magetan memasuki tahap akhir. Hampir seluruh persyaratan teknis dan administrasi telah dipenuhi, tinggal menunggu terbitnya rekomendasi pelepasan status tanah dari Kementerian ATR/BPN.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Magetan, Parminto Budi Utomo, menjelaskan bahwa upaya Magetan untuk mendapatkan SR permanen telah berlangsung panjang sejak 2025. Pemerintah daerah telah menghadap langsung Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan sejumlah pejabat kementerian terkait untuk menyampaikan kesiapan daerah.

Menurut Parminto, lahan awal yang diusulkan di SDN Selosari 4 telah disurvei namun dinyatakan tidak memenuhi syarat karena luasnya tidak mencapai standar minimal lima hektare. Pemkab kemudian mengusulkan lahan baru di Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Karangrejo yang akhirnya disetujui setelah dilakukan survei lapangan oleh Kementerian PUPR.

“Hasil survei menyatakan luas lahan oke, lokasi oke, semua kesiapan teknis untuk pematangan juga oke,” kata Parminto.

Namun satu catatan penting masih harus dipenuhi, yakni rekomendasi pelepasan lahan LSD dari ATR/BPN. Dokumen inilah yang hingga kini menjadi faktor penentu dimulainya pembangunan fisik oleh Kementerian PUPR.

“Kami tinggal menunggu rekomendasi dari ATR/BPN. Secara progres, semuanya sudah selesai, tinggal bukti administratif itu saja,” jelasnya.

Selain itu, pertemuan terakhir melalui zoom meeting bersama Kementerian PUPR pada Desember 2025 lalu menegaskan bahwa Magetan telah masuk jalur yang benar, hanya menunggu kelengkapan syarat akhir.

Apabila rekomendasi ATR/BPN sudah terbit, pembangunan fisik dapat segera dimulai, sementara Kementerian Sosial dan Kemendikdasmen akan menyiapkan proses rekrutmen calon siswa. Jumlah calon peserta didik dari kategori Desil Kemiskinan (DC) 1 di Magetan dinilai sangat mencukupi. Data menunjukkan terdapat lebih dari 2.400 anak usia 7 tahun dan total 8.000 anak usia sekolah SD–SMA yang memenuhi kriteria. Target yang direncanakan, apabila seluruh proses berjalan lancar, pembangunan SR permanen dapat dimulai 2026 dan siap beroperasi pada 2027. Sekolah Rakyat permanen ini dirancang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA, dengan kapasitas hingga 1.000 siswa dari keluarga berpenghasilan rendah.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melalui Pembiasaan Tiga Bahasa, SDN Purworejo 01 Geger Bentuk Karakter Siswa

    Melalui Pembiasaan Tiga Bahasa, SDN Purworejo 01 Geger Bentuk Karakter Siswa

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — SDN Purworejo 01 Geger, Kabupaten Madiun, terus berupaya menanamkan pendidikan karakter kepada peserta didiknya. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah program pembiasaan tiga bahasa, yakni Bahasa Jawa, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab. Program ini dilaksanakan setiap Selasa, Rabu, dan Kamis, diikuti oleh 136 siswa dengan pendampingan guru yang kompeten. […]

    Bagikan
  • Ketersediaan Fasilitas UMKM Magetan Dinilai Belum Maksimal

    Ketersediaan Fasilitas UMKM Magetan Dinilai Belum Maksimal

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan terus melakukan upaya demi memperkuat perekonomian lokal melalui dukungan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM). Sejumlah program strategis telah digulirkan, termasuk pembangunan Rumah Promosi dan Rumah Kemasan. Namun, hingga kini, sebagian pelaku usaha menilai manfaat kedua fasilitas tersebut belum sepenuhnya dirasakan. Rumah […]

    Bagikan
  • Satpol PP Lakukan Penertiban Spanduk Liar, Dipasang Secara Tidak Beraturan

    Satpol PP Lakukan Penertiban Spanduk Liar, Dipasang Secara Tidak Beraturan

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Magetan turun ke lapangan menertibkan berbagai banner dan spanduk liar yang terpasang sembarangan di sepanjang jalur Kawedanan–Parang. Razia ini dilakukan untuk menjaga ketertiban umum sekaligus memperbaiki estetika wilayah yang selama ini dipenuhi promosi tanpa izin. Dalam operasi tersebut, Selasa (09/12/2025) petugas menyisir sejumlah titik […]

    Bagikan
  • Diskominfo Kota Madiun Eksekusi Kabel Fiber Optik Semrawut, Provider Diminta Sistem Ducting

    Diskominfo Kota Madiun Eksekusi Kabel Fiber Optik Semrawut, Provider Diminta Sistem Ducting

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Penertiban terhadap kabel fiber optik yang semrawut bukan sekedar gertak sambal dari Pemerintah Kota Madiun. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat, penertiban dan perapian kabel itu mulai dilakukan pada Jumat (09/01/2026) di Jalan Panglima Sudirman Kota Madiun. Tunggul Priyono, Kepala Bidang […]

    Bagikan
  • Dindikbud Madiun Pantau Proses SPMB 2026 Tingkat SD, Optimalkan Peran Pengawas

    Dindikbud Madiun Pantau Proses SPMB 2026 Tingkat SD, Optimalkan Peran Pengawas

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Dasar (SD) tahun ajaran 2026/2027 di Kabupaten Madiun berjalan sejak tanggal 2 Juni lalu. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Madiun memastikan selama proses SPMB sesuai aturan.  Pengawasan dilakukan melalui pengawas sekolah yang ditugaskan memantau seluruh tahapan penerimaan peserta didik baru. Kepala Bidang […]

    Bagikan
  • Teknisi WiFi Ditemukan Tewas di Atap Rumah Warga Magetan, Diduga Alami Serangan Jantung

    Teknisi WiFi Ditemukan Tewas di Atap Rumah Warga Magetan, Diduga Alami Serangan Jantung

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Seorang teknisi jaringan internet ditemukan tewas di atas atap rumah warga di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Senin (30/3/2026) sore. Korban diduga meninggal dunia akibat serangan jantung saat melakukan perbaikan kabel WiFi seorang diri. Korban diketahui bernama Lukmanto (48), warga Madiun. Ia saat itu tengah memperbaiki jaringan internet di rumah milik Sumadi, […]

    Bagikan
expand_less