Berita Terkini
Trending Tags

Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Permanen Magetan Tersisa Satu Syarat Administrasi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
  • visibility 37
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Salah satu lahan yang akan dijadikan sekolah rakyat (SR) permanen magetan, Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan — Proses pendirian Sekolah Rakyat (SR) permanen di Kabupaten Magetan memasuki tahap akhir. Hampir seluruh persyaratan teknis dan administrasi telah dipenuhi, tinggal menunggu terbitnya rekomendasi pelepasan status tanah dari Kementerian ATR/BPN.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Magetan, Parminto Budi Utomo, menjelaskan bahwa upaya Magetan untuk mendapatkan SR permanen telah berlangsung panjang sejak 2025. Pemerintah daerah telah menghadap langsung Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan sejumlah pejabat kementerian terkait untuk menyampaikan kesiapan daerah.

Menurut Parminto, lahan awal yang diusulkan di SDN Selosari 4 telah disurvei namun dinyatakan tidak memenuhi syarat karena luasnya tidak mencapai standar minimal lima hektare. Pemkab kemudian mengusulkan lahan baru di Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Karangrejo yang akhirnya disetujui setelah dilakukan survei lapangan oleh Kementerian PUPR.

“Hasil survei menyatakan luas lahan oke, lokasi oke, semua kesiapan teknis untuk pematangan juga oke,” kata Parminto.

Namun satu catatan penting masih harus dipenuhi, yakni rekomendasi pelepasan lahan LSD dari ATR/BPN. Dokumen inilah yang hingga kini menjadi faktor penentu dimulainya pembangunan fisik oleh Kementerian PUPR.

“Kami tinggal menunggu rekomendasi dari ATR/BPN. Secara progres, semuanya sudah selesai, tinggal bukti administratif itu saja,” jelasnya.

Selain itu, pertemuan terakhir melalui zoom meeting bersama Kementerian PUPR pada Desember 2025 lalu menegaskan bahwa Magetan telah masuk jalur yang benar, hanya menunggu kelengkapan syarat akhir.

Apabila rekomendasi ATR/BPN sudah terbit, pembangunan fisik dapat segera dimulai, sementara Kementerian Sosial dan Kemendikdasmen akan menyiapkan proses rekrutmen calon siswa. Jumlah calon peserta didik dari kategori Desil Kemiskinan (DC) 1 di Magetan dinilai sangat mencukupi. Data menunjukkan terdapat lebih dari 2.400 anak usia 7 tahun dan total 8.000 anak usia sekolah SD–SMA yang memenuhi kriteria. Target yang direncanakan, apabila seluruh proses berjalan lancar, pembangunan SR permanen dapat dimulai 2026 dan siap beroperasi pada 2027. Sekolah Rakyat permanen ini dirancang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA, dengan kapasitas hingga 1.000 siswa dari keluarga berpenghasilan rendah.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penumpukan Gula di Gudang PG Jadi Sorotan, APTRI Ingatkan Pemerintah Hati-Hati Kelola BUMN Pangan

    Penumpukan Gula di Gudang PG Jadi Sorotan, APTRI Ingatkan Pemerintah Hati-Hati Kelola BUMN Pangan

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Isu penumpukan gula di gudang pabrik gula kembali mencuat. Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Dapil Jawa Timur VIII, Guntur Sasono, menegaskan persoalan tersebut merugikan masyarakat karena berdampak pada harga konsumsi di pasaran. Hal itu ia sampaikan usai menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Desa […]

    Bagikan
  • Kota Madiun Sabet Penghargaan Terbaik I Tingkat Nasional Dalam Pemutakhiran Pendataan Keluarga

    Kota Madiun Sabet Penghargaan Terbaik I Tingkat Nasional Dalam Pemutakhiran Pendataan Keluarga

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Kota Madiun kembali sabet penghargaan tingkat nasional. Terbaru, Kota Pendekar meraih penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN kategori Kualitas Data Terbaik tingkat kota/kabupaten. Ini jadi penghargaan ke-11 yang diraih Kota Madiun selama bulan November ini. Penghargaan diberikan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Indonesia Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka bersamaan […]

    Bagikan
  • Sambut Natal, Gereja GPI Eklesia Munggut Bagikan Paket Sembako untuk Warga Sekitar 

    Sambut Natal, Gereja GPI Eklesia Munggut Bagikan Paket Sembako untuk Warga Sekitar 

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Menjelang perayaan Hari Raya Natal 2025, kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh jemaat Gereja Pantekosta Imanuel (GPI) Eklesia di Kelurahan Munggut Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Pihak gereja menggelar aksi sosial dengan membagikan paket sembako kepada warga di sekitar lingkungan gereja. Dalam kegiatan tersebut, panitia Natal GPI Eklesia membagikan sebanyak […]

    Bagikan
  • Rumah Warga Tambakbayan Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp. 500 Juta

    Rumah Warga Tambakbayan Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp. 500 Juta

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kebakaran menimpa rumah milik Misiran Al Gumbrek (65), warga Kelurahan Tambakbayan, Ponorogo, pada Kamis (24/07/2025). Api melalap bagian tengah rumah dan dapur, mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp500 juta. Misiran mengaku saat kebakaran terjadi, dirinya sedang tidak berada di rumah. “Waktu kebakaran saya tidak ada di rumah. Saya datang, barang-barang […]

    Bagikan
  • Wanita Tanpa Identitas di Magetan Tewas Tertabrak KA Jayakarta

    Wanita Tanpa Identitas di Magetan Tewas Tertabrak KA Jayakarta

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Seorang wanita tanpa identitas ditemukan tewas setelah tertabrak Kereta Api Jayakarta, relasi Jakarta-Surabaya Gubeng di perlintasan Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Sabtu dini hari (17/05/2025). Korban diduga sengaja mengakhiri hidupnya. Penjaga perlintasan JPL 09, Tesna,  menyebut kejadian terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Ia mendengar suara klakson panjang dari arah […]

    Bagikan
  • Namanya Terseret Polemik PAW Anggota DPRD Magetan, Ini Respon Bupati Nanik

    Namanya Terseret Polemik PAW Anggota DPRD Magetan, Ini Respon Bupati Nanik

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polemik Pergantian Antar Waktu (PAW) Nur Wakhid anggota DPRD Kabupaten Magetan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus mencuri perhatian publik. Isu yang semula menjadi dinamika internal partai kini berkembang ke ranah politik terbuka dan masuk jalur hukum. Situasi semakin kompleks setelah nama Bupati Magetan, Nanik Sumantri, ikut terseret dalam perdebatan tersebut. […]

    Bagikan
expand_less