Berita Terkini
Trending Tags

PMK Kembali Muncul di Ngawi, 30 Sapi Terinfeksi dan Pedagang Mulai Waswas

  • account_circle Sinergia Mediatama
  • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
  • visibility 316
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
PMK Kembali Muncul sejumlah pedagang di Pasar Hewan Kandangan was was. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Ngawi – Kemunculan kembali kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Ngawi menandai fase baru kewaspadaan sektor peternakan. Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) setempat mencatat 30 ekor sapi terindikasi terjangkit dan tersebar di 10 kecamatan serta 15 desa. Meski belum masuk kategori wabah besar, situasi ini cukup memicu tekanan di pasar hewan yang sebelumnya mulai pulih dari episode PMK sebelumnya.

Di Pasar Hewan Kandangan, geliat jual beli tampak tidak sepadat hari-hari normal. Warsono, salah satu pedagang, menyebut adanya perubahan perilaku pembeli sejak kabar kasus PMK kembali muncul.

“Begitu ada kabar PMK muncul lagi, jelas pedagang tidak tenang,” kata Warsono, Sabtu (24/1/2026). 

Ia menambahkan bahwa sapi yang terjangkit otomatis jatuh harga, membuat pedagang menanggung risiko kerugian. Menurutnya, pembeli kini lebih selektif dan cenderung menahan diri.

“Orang tidak mau ambil risiko. Ada yang bilang khawatir sapi yang dibawa pulang menulari kandang mereka,” ujarnya.

Warsono menyebut kondisi saat ini mengingatkan pada situasi beberapa tahun lalu, ketika pedagang merugi dalam waktu singkat akibat merosotnya nilai jual ternak.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPP Ngawi, Tony Wibowo, mengatakan bahwa laporan yang masuk tidak menunjukkan pola penyebaran terpusat.

“Ada 30 sapi yang mengarah ke PMK, sebarannya tidak menumpuk di satu wilayah. Tersebar di 10 kecamatan dan 15 desa,” kata Tony.

Image Not Found
DPP Ngawi memperketat pemeriksaan hewan, termasuk penyemprotan dan pemeriksaan fisik sebelum transaksi. Foto : Nan-Sinergia

Ia menyebut bahwa 15 sapi sudah menunjukkan pemulihan, sementara sisanya masih dipantau oleh petugas lapangan. Meski demikian, Tony mengakui masih ada jeda pelaporan dari peternak yang membuat deteksi dini tidak optimal.

“Ada beberapa kasus yang baru dilaporkan setelah gejala muncul beberapa hari. Ini memperlambat penanganan,” ujarnya.

PMK dikenal cepat menular, terutama di lokasi dengan pergerakan ternak tinggi. Pasar hewan menjadi salah satu titik paling rentan. DPP Ngawi memperketat pemeriksaan hewan di area ini, termasuk penyemprotan disinfektan dan pemeriksaan fisik sebelum transaksi.

“Kalau ada satu hewan terinfeksi lolos pemeriksaan di pasar, penyebarannya bisa meluas. Itu yang kami cegah,” ujar Tony.

Selain di pasar kabupaten, pengawasan juga dilakukan di pasar hewan tingkat desa yang kerap luput dari pantauan.

Vaksinasi disebut tetap berjalan, namun partisipasi peternak menjadi tantangan tersendiri. “Masih ada yang enggan atau menunda vaksinasi. Ini menyulitkan pencegahan,” kata Tony.

Meski langkah-langkah pengawasan diperketat, peternak di tingkat bawah memegang peranan vital. Tony menekankan bahwa pelaporan cepat sangat menentukan keberhasilan pengendalian.

“Gejala awal seperti sariawan atau kesulitan berjalan harus segera dilaporkan. Kalau menunggu parah, potensi penularan makin besar,” ujarnya.

Ia juga menyinggung soal kebersihan kandang, yang menjadi salah satu faktor mempertahankan kondisi hewan.

Munculnya kembali PMK ini menjadi alarm dini bagi sektor perdagangan ternak di Ngawi. Mengingat periode awal tahun biasanya menjadi fase peningkatan transaksi, para pedagang waspada jika lonjakan kasus berlanjut dapat mengganggu stabilitas harga.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Sinergia Mediatama

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waduh ! Pengunjung Festival Duren di Magetan Kecopetan

    Waduh ! Pengunjung Festival Duren di Magetan Kecopetan

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Festival 3th Duren Nak’nan yang berlangsung di Lapangan Panekan, Kabupaten Magetan, Sabtu (22/2/2025) malah menjadi sasaran pelaku kejahatan. Bagaimana tidak, alih alih bawa pulang durian, sejumlah pengunjung acara malah jadi korban pencopetan. Kapolsek Panekan, AKP Iin Pelangi, dikonfirmasi pada Minggu (23/2/2025), membenarkan jika pihaknya menerima banyak laporan kehilangan, setelah acara […]

    Bagikan
  • Berbagi Tips Penanganan PMK dari Putra Lembu Farm

    Berbagi Tips Penanganan PMK dari Putra Lembu Farm

    • calendar_month Sabtu, 4 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang sapi sangat meresahkan para peternak di berbagai daerah. Tidak sedikit ternak sapi yang akhirnya mati akibat PMK tersebut. Berbagai cara dilakukan guna mengatasi sapi yang terserang virus PMK. Seperti yang dilakukan di kandang Putra Lembu Farm yang berada di Kelurahan Demangan Kecamatan Taman […]

    Bagikan
  • Hari Buku Nasional di Madiun: Anak Muda Rayakan Literasi Lewat Diskusi Buku hingga Musik

    Hari Buku Nasional di Madiun: Anak Muda Rayakan Literasi Lewat Diskusi Buku hingga Musik

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Semangat literasi anak muda di Madiun terlihat semakin hidup dalam peringatan Hari Buku Nasional yang digelar Minggu (17/5/2026). Melalui acara Madiun Book Party (MBP) yang berkolaborasi dengan Magetan Book Party, puluhan pecinta buku berkumpul di Aula Tiram Bintang Madiun untuk merayakan karya tulis sekaligus mendalami dunia kepenulisan. Mengusung tema “Semua […]

    Bagikan
  • Dari Sawah ke Forum Global, Petani Milenial dan Era Baru Teknologi Pertanian Indonesia

    Dari Sawah ke Forum Global, Petani Milenial dan Era Baru Teknologi Pertanian Indonesia

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Perkembangan teknologi pertanian kini membuka babak baru bagi pelaku tani muda di berbagai daerah. Dengan mengadopsi metode budidaya berkelanjutan dan teknologi berbasis data, petani milenial Madiun berupaya membuktikan bahwa masa depan pertanian Indonesia ditentukan oleh kemampuan mereka merangkul inovasi. Husain Fata Mizani, perwakilan Petani Milenial Kabupaten Madiun, menjadi salah satu peserta […]

    Bagikan
  • Gebyar PAUD Kota Madiun Hadirkan Beragam Seni Kreatif dan Permainan Tradisional

    Gebyar PAUD Kota Madiun Hadirkan Beragam Seni Kreatif dan Permainan Tradisional

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kota Madiun menggelar Gebyar Anak PAUD pada Kamis (27/11/2025) di Taman Ngrowo Bening. Kegiatan meriah ini diikuti oleh 53 lembaga PAUD se-Kota Madiun dengan total peserta mencapai 1.263 anak dari tiga kecamatan Taman, Manguharjo, dan Kartoharjo. Acara dibuka secara […]

    Bagikan
  • DPRD Soroti Rendahnya Serapan APBD Kabupaten Madiun 2025, Dianggap “Terlalu Parah”

    DPRD Soroti Rendahnya Serapan APBD Kabupaten Madiun 2025, Dianggap “Terlalu Parah”

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – DPRD Kabupaten Madiun menyoroti rendahnya serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2025 pada semester pertama. Hingga akhir Juni, realisasi belanja daerah masih di bawah 50 persen, memunculkan kekhawatiran akan efektivitas kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat. Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. […]

    Bagikan
expand_less