Harga Sembako Merangkak Naik, Forkopimda Magetan Lakukan Sidak ke Pasar, SPPBE dan SPBU
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 14
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Menjelang bulan Ramadan, dinamika harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Magetan mulai menunjukkan kenaikan. Kondisi ini mendorong Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung memantau situasi melalui inspeksi mendadak (sidak) ke empat titik strategis, yakni Pasar Maospati, Pasar Barat, SPPBE Karangrejo, dan SPBU Maospati.
Hasil pemantauan menunjukkan beberapa komoditas mengalami lonjakan harga dalam dua pekan terakhir, terutama pada kelompok cabai. Cabai rawit yang sebelumnya dijual Rp75.000 per kilogram kini berada di kisaran Rp90.000–Rp95.000. Cabai merah keriting juga naik dari Rp35.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.
Komoditas lain yang turut bergerak naik meliputi bawang merah Rp35.000 menjadi Rp40.000 per kilogram, telur ayam Rp27.000 naik menjadi Rp30.000 per kilogram serta daging ayam dari Rp36.000–Rp37.000 menjadi Rp39.000–Rp40.000 per kilogram. Sementara beras, daging sapi, minyak goreng, dan gula pasir relatif stabil.

Pedagang menyebut kenaikan ini dipicu tingginya permintaan dan pasokan yang belum sepenuhnya stabil dari petani maupun distributor. Dampaknya, daya beli masyarakat menurun dan transaksi harian ikut merosot. Waiti, pedagang ayam potong, mengaku kenaikan harga berdampak langsung pada omzet.
“Harga ayam ini naik terus. Minggu lalu masih tiga tujuh ribu, sekarang tiga sembilan ribu per kilo. Pembeli jadi sepi, omzet bisa turun separuh,” keluhnya.
Keluhan serupa disampaikan Purwati, pedagang sembako di Pasar Maospati. “Cabai rawit sekarang sembilan lima ribu per kilo. Banyak pembeli akhirnya beli ecer saja sepuluh ribu per ons. Pasar makin sepi, jadi kami ambil barang sedikit-sedikit,” ujarnya.
Selain mengecek harga pangan, Forkopimda turut meninjau distribusi elpiji di SPPBE Karangrejo. Dari hasil pengecekan, stok elpiji dinyatakan sangat mencukupi hingga Idulfitri. SPPBE memiliki kapasitas distribusi mencapai 350 ribu tabung per bulan untuk kebutuhan wilayah Karesidenan Madiun.
Pihak pengelola juga merencanakan penambahan pasokan pada H-1 Ramadan guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan rumah tangga, terutama untuk tabung LPG 3 kilogram. Sidak kemudian berlanjut ke SPBU Maospati, dimana Forkopimda memastikan seluruh jenis BBM tersedia dalam jumlah aman. Tidak ditemukan antrean kendaraan, dan distribusi dipastikan berjalan normal.
Kondisi ini penting untuk menjaga mobilitas masyarakat yang biasanya meningkat pada momen Ramadan. Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, yang memimpin sidak menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah-langkah pengawasan berlapis untuk menjaga stabilitas harga.
“Dari hasil sidak, sebagian besar bahan kebutuhan pokok stabil. Yang naik hanya telur, cabai rawit, bawang merah, dan daging ayam. Untuk stok elpiji dan BBM semuanya aman hingga hari raya,” ungkapnya.
Ia menegaskan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan memperkuat monitoring. “TPID akan sering turun ke bawah untuk mengumpulkan data dan merapatkan hasilnya. Ini untuk mengantisipasi lonjakan harga agar masyarakat tidak semakin terbebani,” tambahnya.
Dengan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Magetan berharap stabilitas harga dan ketersediaan bapokting dapat terus terjaga hingga puncak permintaan pada awal Ramadan. Sidak berkala ini juga menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan masyarakat tidak dirugikan oleh potensi kelangkaan barang maupun lonjakan harga.(Kusnanto).
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Kris


