Harga Cabai Rawit di Kota Madiun Melejit, Tembus Rp. 100 Ribu Lebih Per Kg
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 23
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Pada awal Ramadan tahun ini, komoditas bumbu dapur di Kota Madiun mengalami peningkatan signifikan. Khususnya, cabai rawit yang melonjak tajam hingga tembus Rp. 100 ribu lebih per kilogramnya. Hal itu seperti yang terpantau di Pasar Besar Madiun pada Jumat (20/02/2026).
Sulasmi, salah satu pedagang mengaku bahwa kenaikan harga cabai rawit sudah dirasakan mendekati awal bulan suci Ramadan. Kenaikan diduga dipicu oleh stok di pasaran yang berkurang ditengah permintaan masyarakat yang tengah naik. “Yang naik itu cabai rawit. Sekarang bisa Rp 110 ribu sampai Rp 120 ribu, kalau sebelum puasa itu dibawah Rp 100 ribu. Barangnya memang terbatas,” ujarnya.
Sementara itu untuk harga cabai merah di angka Rp 35 ribu per kilogram dan cabai merah keriting Rp 40 ribu per kilogram. Kenaikan harga cabai rawit berdampak pada pembeli yang mengurangi jumlah pembeliannya. “Kalau pembeli masih ada. Paling dikurangi pembeliannya. Orang beli itu kalau butuh aja ya. Kalah pas mahal gini paling dikurangi. Secukupnya,” imbuh Sulasmi.
Para pedagang pun memilih tidak banyak menyetok cabai rawit. Mereka pun berharap harga bisa kembali stabil hingga lebaran nanti. “Kalau saya kan mengecer ya. Jadi tidak banyak stoknya. Paling bisa jual 3-5 kilogram itu sudah bagus,” pungkasnya.
Sementara itu, untuk telur ayam saat ini masih stabil di angka Rp 30 ribu per kilogram. Sedangkan untuk daging ayam potong Rp 40 ribu per kilogram. Untuk komoditas bawang merah seharga Rp 38 ribu dan bawang putih Rp 33 ribu per kilogram.(Krs).
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Buyung


