Diduga Basi, Menu Program MBG di TK Aisyiyah 10 Magetan Dikeluhkan Wali Murid
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 23
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Keluhan terkait kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) muncul di Kabupaten Magetan. Sejumlah wali murid TK Aisyiyah 10 mengeluhkan menu makanan yang diterima anak-anak diduga dalam kondisi tidak layak konsumsi, Jumat (13/3/2026).
Keluhan tersebut mencuat setelah beberapa orang tua murid membagikan temuan mereka di grup WhatsApp wali murid sekolah. Dalam percakapan tersebut, sejumlah orang tua mengaku menemukan pentol dalam paket makanan MBG yang berbau tidak sedap dan berlendir saat dibuka dari kemasannya.
Salah satu wali murid menyampaikan keluhan tersebut sambil mengunggah foto makanan yang diterima anaknya. “Pentolnya berlendir dan baunya sangat basi. Mohon dilaporkan ke pihak SPPG agar tidak terulang. Kasihan kalau sampai dimakan anak-anak, bisa berbahaya,” tulisnya dalam pesan di grup.
Keluhan serupa juga disampaikan orang tua lainnya. Mereka menyebut kondisi pentol dalam paket makanan anak-anak memiliki bau tidak sedap dan terlihat berlendir ketika dikeluarkan dari kotak plastik.
Dalam percakapan grup tersebut, beberapa orang tua juga menyebut lebih dari satu siswa menerima makanan dengan kondisi serupa. Hal itu memicu kekhawatiran para wali murid terhadap kualitas makanan yang dibagikan dalam program MBG.

Sebagian orang tua kemudian meminta makanan yang diduga basi tersebut dikembalikan kepada pihak penyedia dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar dapat dilakukan evaluasi.
“Lebih baik dikembalikan ke pihak SPPG supaya mereka tahu dan bisa menjadi bahan evaluasi,” tulis salah satu anggota grup.
Selain itu, terdapat pula wali murid yang menyebut kejadian serupa diduga pernah terjadi sebelumnya sehingga mereka meminta perhatian serius dari pihak terkait.
Foto makanan yang diduga basi tersebut kini beredar di media sosial dan aplikasi pesan instan. Hal itu memicu perhatian publik terhadap kualitas makanan dalam program MBG yang diperuntukkan bagi siswa sekolah.
Sekretaris Daerah Magetan sekaligus Ketua Satgas MBG, Welly Kristianto, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan makanan basi tersebut.
“Betul,” ujarnya singkat.
Para wali murid berharap pemerintah daerah bersama pihak penyedia makanan dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas menu program MBG agar kejadian serupa tidak terulang dan keamanan konsumsi anak-anak tetap terjamin. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez







