Toko Jajanan Lebaran di Magetan Diserbu Pembeli, Penjualan Naik Hingga 80 Persen Menjelang Idulfitri
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 28
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Menjelang Hari Raya Idulfitri, sejumlah toko yang menjual camilan khas lebaran di Kabupaten Magetan mulai dibanjiri pembeli. Kurang dari sepekan sebelum lebaran, antusiasme masyarakat untuk membeli aneka kue kering, snack kiloan, hingga jajanan kaleng semakin tinggi.
Pantauan di salah satu toko camilan lebaran di Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan Magetan Kota, menunjukkan sejak pagi toko sudah dipadati warga. Mereka berburu camilan untuk persiapan menyambut keluarga yang akan datang bersilaturahmi saat lebaran.
Pemilik toko, Jefri, mengatakan peningkatan jumlah pembeli terjadi drastis dibanding hari biasa. Ia mencatat lonjakan permintaan hampir mencapai 80 persen, bahkan omzetnya naik hingga tiga kali lipat.
Menurutnya, pembeli lebih memilih datang langsung ke toko karena persediaan barang cepat berubah mengikuti tingginya permintaan. “Menjelang lebaran ini barangnya cepat keluar masuk karena permintaan banyak, sementara stok mulai terbatas. Jadi pelanggan lebih nyaman langsung datang dan memilih sendiri,” ujarnya, Senin (16/3/2026).

Jefri menjelaskan, berbagai jenis produk tersedia dengan pilihan harga yang beragam. Mulai dari jajanan kemasan kecil seharga Rp5.000, snack kiloan, hingga paket kaleng premium di atas Rp100.000.
“Tergantung budget pembeli. Semua kategori camilan lebaran lengkap tersedia,” tambahnya.
Salah satu pembeli, Luluk Rosiana, mengaku membeli berbagai camilan untuk kebutuhan lebaran keluarga. Ia memilih cookies, pisang waffle, hingga camilan anak-anak sebagai hidangan untuk kerabat dan lingkungan sekitar.
“Ini buat persediaan lebaran, juga untuk dibagi ke keluarga dan tetangga,” katanya.
Luluk, yang merupakan pemudik dari Makassar, menilai harga camilan di Magetan relatif lebih murah dibandingkan daerah asalnya. “Harganya jauh lebih terjangkau. Selisihnya bisa lima sampai sepuluh ribu per item dibandingkan di Makassar. Menurut saya worth it sekali,” ujarnya.
Tingginya permintaan diperkirakan masih akan berlangsung hingga H-1 lebaran, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat yang mempersiapkan kebutuhan Hari Raya. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez







