Pembangunan Gerai KDKMP di Magetan Terkendala Administrasi, Baru 24 Titik Siap Beroperasi
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 28
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Upaya memperluas pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Magetan belum sepenuhnya berjalan mulus. Dari total target 235 titik, baru 24 gerai yang dinyatakan selesai dan siap digunakan. Sejumlah persoalan administrasi serta status lahan masih menjadi hambatan utama di lapangan.
Data terbaru menunjukkan masih ada 40 lokasi yang belum dapat digarap karena terkendala legalitas aset dan proses birokrasi di tingkat pemerintah daerah. Kondisi ini berdampak langsung pada percepatan pembangunan yang ditargetkan rampung pada Agustus mendatang.
Komandan Kodim 0804/Magetan, Hasan Dasuki, menjelaskan bahwa sebagian besar hambatan muncul akibat belum tuntasnya dokumen administrasi, terutama terkait status kepemilikan lahan dan keberadaan bangunan milik Pemerintah Kabupaten Magetan yang harus melalui mekanisme pelepasan aset sebelum dibongkar.
“Dari 235 titik, masih ada sekitar 40 lokasi yang belum bisa digarap karena masalah administrasi. Banyak yang terkait status tanah dan bangunan aset pemkab yang belum dibereskan,” kata Hasan.

Meski demikian, pembangunan fisik terus berjalan di 195 titik lainnya. Hasan menyampaikan bahwa untuk mengejar ketertinggalan, Kodim akan memaksimalkan waktu dengan menerapkan pola kerja lembur terbatas sebelum libur Hari Raya Idulfitri.
Menurutnya, setelah Idulfitri jumlah gerai yang selesai dibangun ditargetkan meningkat signifikan. Selain itu, bangunan aset pemkab yang dibongkar nantinya tidak langsung dimusnahkan, melainkan material layaknya akan dimanfaatkan kembali oleh pemerintah desa.
“Yang sudah tuntas sepenuhnya ada 24. Setelah Idulfitri kami menargetkan penambahan 30 sampai 40 titik baru. Untuk bangunan aset, prosesnya menunggu pelepasan melalui mekanisme hibah sebelum dibongkar. Material yang masih bisa digunakan nanti bisa dimanfaatkan desa,” ujarnya.
Hasan menambahkan, proses percepatan proyek diperkirakan sedikit melambat saat Idulfitri karena sebagian besar pekerja akan mengambil cuti selama beberapa hari.
“Biasanya para tukang akan libur satu sampai tiga hari saat Lebaran. Setelah itu pekerjaan akan berlanjut seperti biasa,” tutupnya. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez







