Berita Terkini
Trending Tags

Tersangka Curanmor Kabur Saat Rekonstruksi, Ditangkap Lagi Sembunyi di Kebun Tebu

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
  • visibility 70
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tersangka curanmor berhasil di ringkus kembali setelah kabur saat rekontruksi, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Seorang tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kabur saat proses rekonstruksi yang digelar oleh Polres Magetan. Namun, pelarian tersebut tidak berlangsung lama. Dalam waktu kurang dari tiga jam, pelaku berhasil ditangkap kembali oleh petugas gabungan, dibantu informasi dari warga.

Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa menjelaskan, pelaku melarikan diri usai memperdaya petugas yang tengah menggiringnya ke dalam kendaraan seusai pelaksanaan rekontruksi di lokasi kejadian.

“Tersangka memanfaatkan kelengahan petugas dan langsung kabur. Tapi dengan respon cepat dan dukungan warga, berhasil kita amankan kembali,” ujar AKBP Erik, Rabu (25/06/2025).

Dalam aksi pengejaran itu, satu anggota polisi mengalami luka. “Syukurlah, kondisi petugas kini sudah membaik,” imbuhnya.

Pelaku ditangkap kembali saat bersembunyi di area kebun tebu, setelah sempat membuat aparat kewalahan. “Ini berkat peran serta masyarakat yang tidak ingin daerahnya menjadi sarang kriminal. Informasi mereka sangat berarti,” tambah Kapolres.

AKBP Erik mengungkapkan bahwa pelaku merupakan residivis kambuhan yang telah lima kali keluar masuk lembaga pemasyarakatan. Selain curanmor, tersangka juga memiliki catatan keterlibatan dalam penyalahgunaan narkoba.

“Motif kaburnya karena takut dijatuhi hukuman berat. Tapi kami tegaskan, siapa pun yang mencoba melawan hukum pasti kami tindak tegas,” tegasnya.

Dalam rekonstruksi tersebut, ada dua tersangka yang dihadirkan. Salah satu sempat mencoba melarikan diri namun berhasil dicegah, sementara Asroni Tofian Rondo (28), warga Desa Lembeyan Kulon, sempat kabur dan akhirnya tertangkap kembali.

Kepada petugas, Asroni mengaku nekat kabur karena panik menghadapi banyaknya perkara yang menjerat dirinya.

“Takut, Pak. Banyak hukumannya,” ucap Asroni saat dimintai keterangan setelah ditangkap kembali.

Ia juga menyebut rasa rindu pada keluarga menjadi alasan tambahan untuk melarikan diri. “Tadi kabur karena kangen rumah juga,” katanya dengan nada menyesal. Ia bahkan sempat meminta pertolongan medis setelah tertangkap karena mengalami luka akibat terjatuh.

Diketahui, Asroni tidak beraksi seorang diri. Ia merupakan bagian dari komplotan pencurian motor bersama Muh Rizal Nur Ahli (24), warga Desa Kediren, Lembeyan.

Keduanya diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Plaosan saat hendak menjual sepeda motor hasil curian melalui metode cash on delivery (COD) di sebuah warung kopi di Desa Plangkrongan, Kecamatan Poncol pada 5 Juni lalu.

Sebelum diamankan oleh petugas Polsek Plaosan, kedua tersangka juga mencuri sepeda motor di Desa Bulugunung, Magetan, dengan modus berkeliling mencari kendaraan yang kuncinya masih tertancap dan diparkir di lokasi sepi.

Kepada petugas, pelaku mengaku hasil penjualan motor akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi serta berfoya-foya.

Kapolres Magetan menegaskan, pihaknya akan terus melakukan penindakan tegas terhadap segala bentuk kejahatan di wilayah hukumnya, terutama kasus curanmor yang kerap meresahkan masyarakat.

“Kami tidak akan mentolerir upaya pelarian atau perlawanan terhadap hukum. Ini menjadi peringatan keras bagi pelaku lain,” pungkas AKBP Erik.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerita Warga Soal Perlintasan KA Mangge Magetan, 3 Kali Makan Korban

    Cerita Warga Soal Perlintasan KA Mangge Magetan, 3 Kali Makan Korban

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Perlintasan kereta api di wilayah Desa Mangge, Kecamatan Barat Magetan, Jawa Timur, kembali menorehkan luka. Empat orang tewas seketika setelah kendaraan yang mereka tumpangi dihantam KA Malioboro Ekspres, Senin (19/05/2025). Tragedi ini menjadi kecelakaan ketiga dalam beberapa tahun terakhir di lokasi yang sama dan kali ini yang terparah sejauh ini. […]

    Bagikan
  • Sengketa Lahan TK Masyitoh Madiun Berakhir, PN Kota Madiun Jelaskan Runtutan Sidang hingga Eksekusi

    Sengketa Lahan TK Masyitoh Madiun Berakhir, PN Kota Madiun Jelaskan Runtutan Sidang hingga Eksekusi

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 514
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pengadilan Negeri Kota Madiun akhirnya melaksanakan eksekusi terhadap tanah dan bangunan RA/TK Islam Masyitoh yang berada di Jalan Alun-Alun Barat Nomor 6, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Eksekusi pada Selasa (12/5/2026) dilakukan setelah perkara sengketa lahan tersebut melalui rangkaian proses hukum panjang hingga berkekuatan hukum tetap. Juru Bicara Pengadilan Negeri Kota […]

    Bagikan
  • Kian Terkeruk, Pemkab Magetan Ancam Pidanakan Penambang Ilegal

    Kian Terkeruk, Pemkab Magetan Ancam Pidanakan Penambang Ilegal

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Alam indah Magetan kian tergerus. Tebing tinggi rawan longsor, jalanan desa hancur, dan pengusaha tambang terus menggali tanpa peduli. Pemerintah Kabupaten Magetan akhirnya bersuara lantang dengan ancaman pidana siap menjerat penambang ilegal yang merusak lingkungan dan melecehkan hukum. Ancaman ini disampaikan langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Magetan, Nizamul, usai melakukan inspeksi […]

    Bagikan
  • 453 Jemaah Haji Kabupaten Madiun Siap Berangkat, 85 Orang Masuk Kategori Risiko Tinggi

    453 Jemaah Haji Kabupaten Madiun Siap Berangkat, 85 Orang Masuk Kategori Risiko Tinggi

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Sebanyak 453 calon jemaah haji asal Kabupaten Madiun dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 27 April 2026. Keberangkatan tersebut terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni kloter 24 dan 25, dengan tambahan jemaah cadangan yang masih menunggu penempatan. Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Madiun, Bisri Mustafa, menjelaskan bahwa kuota […]

    Bagikan
  • SKCK Jadi Syarat PPPK, Polres Ponorogo Kebanjiran Pemohon

    SKCK Jadi Syarat PPPK, Polres Ponorogo Kebanjiran Pemohon

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Permintaan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Satintelkam Polres Ponorogo mengalami lonjakan signifikan. Mayoritas pemohon berasal dari kalangan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu. SKCK menjadi salah satu dokumen yang wajib dilampirkan dalam berkas daftar riwayat hidup (DRH) sebagai bagian dari persyaratan administrasi PPPK. Kasat Intelkam Polres Ponorogo, […]

    Bagikan
  • Jelang Ramadhan, Satpol PP Pemkab Madiun Melakukan Dakwah Humanis Saat Patroli Gabungan

    Jelang Ramadhan, Satpol PP Pemkab Madiun Melakukan Dakwah Humanis Saat Patroli Gabungan

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Ndor
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Satpol PP Pemkab Madiun belum menunjukkan taring meskipun  bulan ramadhan di depan mata. Justru yang dilakukan masih dalam bentuk “dakwah” atau himbauan berupa kegiatan patroli gabungan antara Satpol PP Pemkab Madiun bersama sejumlah dinas terkait, TNI, dan Polri, Jumat (13/02/2026) malam. Petugas gabungan bergerak dari Pendopo Muda Graha Pemkab Madiun, […]

    Bagikan
expand_less