Berita Terkini
Trending Tags

Dinkes Magetan Temukan Ratusan Produk Makanan-Minuman Tak Layak Edar Menjelang Lebaran

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
  • visibility 181
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Dinkes Magetan temukan ratusan produk makanan dan minuman yang tidak layak edar hasil sidak di 110 toko, Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan mengungkap temuan ratusan produk makanan dan minuman yang tidak layak edar dalam rangkaian inspeksi keamanan pangan sepanjang Ramadan hingga menjelang Hari Raya IdulFitri 2026. Temuan ini didapat dari monitoring intensif yang dilakukan di seluruh kecamatan.

Dari pemeriksaan terhadap sekitar 110 toko sampel, petugas gabungan menemukan total 467 item produk yang dinyatakan tidak memenuhi standar keamanan pangan. Produk-produk tersebut tersebar di 22 wilayah kerja Puskesmas.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Magetan, Al Mizan Marwan, menyampaikan bahwa pelanggaran yang ditemukan cukup beragam, mulai dari kemasan rusak, tanggal kedaluwarsa yang telah lewat, hingga produk tanpa izin edar.

“Dari hasil pengecekan kami, ada ratusan produk yang tidak layak untuk diperjualbelikan. Mulai dari kemasannya yang cacat, masa berlakunya habis, sampai tidak memiliki izin edar. Semua ini kami tegaskan tidak boleh beredar,” ungkapnya.

Mayoritas temuan berasal dari makanan kering dan makanan kemasan dengan daya simpan panjang. Meski begitu, pengawasan terhadap produk lain juga tetap dilakukan karena potensi pelanggaran ditemukan hampir di seluruh titik inspeksi.

Image Not Found
Dinkes langsung menarik produk bermasalah dan memberikan pembinaan pada pemilik toko, Foto : kus-Sinergia

Menindaklanjuti temuan tersebut, petugas langsung menarik produk-produk bermasalah dari etalase dan memberikan pembinaan kepada pemilik toko. Tujuannya, agar pedagang lebih teliti dalam menerima, menyimpan, dan menjual barang dagangan.

“Begitu ditemukan, semua produk yang tidak memenuhi syarat langsung kami keluarkan dari rak. Kepada para pedagang, kami juga memberikan edukasi supaya lebih berhati-hati ke depannya,” tegas Al Mizan.

Dinkes telah meningkatkan frekuensi pengawasan sejak awal Ramadan dan menyasar pasar tradisional hingga toko ritel. Peningkatan permintaan jelang Lebaran dianggap rawan memicu beredarnya produk tidak layak.

Dinas Kesehatan Magetan juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat membeli makanan dan minuman. Konsumen diminta selalu memeriksa kondisi kemasan, tanggal kedaluwarsa, serta izin edar sebelum membeli.

“Kalau kondisi barang mencurigakan, lebih baik ditinggalkan. Yang terpenting keselamatan konsumen, terutama di momen Ramadan dan IdulFitri yang sebentar lagi tiba,” tandasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Kota Madiun Mau Beasiswa S1, S2, dan S3 di India, Ini Syaratnya

    Warga Kota Madiun Mau Beasiswa S1, S2, dan S3 di India, Ini Syaratnya

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun bekerja sama dengan Konsulat India untuk Indonesia kawasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, membuka peluang beasiswa kuliah untuk warganya. Tak tanggung-tanggung, beasiswa itu bagi yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S1, S2, dan S3 di India. Tawaran beasiswa ini disampaikan langsung oleh Mr. Manoj Baj, Konsul India […]

    Bagikan
  • Cuaca Kota Madiun Mulai Tak Menentu, BMKG: Tanda Awal Musim Pancaroba

    Cuaca Kota Madiun Mulai Tak Menentu, BMKG: Tanda Awal Musim Pancaroba

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Cuaca di Kota Madiun kini mulai tak menentu. Siang terasa terik menyengat, namun sore hari kerap diguyur hujan. Menurut Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Geofisika Nganjuk, Setiyaris, kondisi ini merupakan tanda masuknya masa peralihan musim atau pancaroba. “Perkiraan awal musim hujan di wilayah Kota Madiun terjadi pada dasarian […]

    Bagikan
  • Puskesmas Gantrung Bantah Adanya Pengarahan Peserta BPJS PBID Rujukan ke RS Swasta

    Puskesmas Gantrung Bantah Adanya Pengarahan Peserta BPJS PBID Rujukan ke RS Swasta

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 157
    • 0Komentar

    KAB. MADIUN – Manajemen Puskesmas Gantrung kecamatan Kebonsari kabupaten Madiun membantah adanya pengarahan rujukan berobat ke rumah sakit swasta di kota Madiun kepada pasien peserta BPJS PBID. Bantahan tersebut disampaikan Kepala puskesmas Gantrung drg. Rucama Tunggul Kuswoyo, ketika ditemui di tempat kerjanya pada hari minggu (5/1/2025) kemarin. “Klarifikasi ini atas berita yang beredar. Berita yang […]

    Bagikan
  • Didakwa Korupsi Kolam Renang, Kades Sukosari Madiun Ajukan Eksepsi

    Didakwa Korupsi Kolam Renang, Kades Sukosari Madiun Ajukan Eksepsi

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya – Kepala Desa (Kades) Sukosari, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Kusno, menjalani sidang perdana kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan kolam renang desa yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Kamis (16/10/2025). Dalam perkara ini, Kusno didakwa bersama rekanan proyeknya, Eko Edi Siswanto, atas dugaan penyimpangan pada pembangunan kolam renang di […]

    Bagikan
  • Lakukan Penyelidikan, Kepolisian Ambil Sampel Menu MBG Untuk Uji Lab Forensik

    Lakukan Penyelidikan, Kepolisian Ambil Sampel Menu MBG Untuk Uji Lab Forensik

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Polisi terus mendalami kasus dugaan keracunan massal siswa sekolah dasar di Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. Hal itu setelah puluhan siswa mengalami gejala mual dan muntah usai menyantap menu nasi goreng dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Polres Madiun memastikan penanganan medis dan penyelidikan berjalan paralel, sembari menunggu hasil laboratorium forensik […]

    Bagikan
  • Masuk Daerah Tertinggi ODGJ Pasung di Jatim, Dinsos Madiun Bantah : Itu Data Sudah Lama

    Masuk Daerah Tertinggi ODGJ Pasung di Jatim, Dinsos Madiun Bantah : Itu Data Sudah Lama

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur mencatat masih ada 252 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang dipasung di berbagai wilayah di provinsi tersebut. Dari jumlah itu, Kabupaten Madiun menempati posisi kedua tertinggi dengan 24 kasus, setelah Kabupaten Sampang yang mencatat 27 kasus. Sementara Kabupaten Probolinggo berada di posisi ketiga dengan 19 kasus. […]

    Bagikan
expand_less