Berita Terkini
Trending Tags

Curah Hujan Tinggi Pangkas Luas Tanam Tembakau di Magetan hingga Hampir Separuh, Dinas Genjot Pendampingan Petani

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
  • visibility 83
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Curah hujan tinggi pangkas luas tanam tembakau Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Musim tanam tembakau 2026 di Kabupaten Magetan menghadapi tantangan berat. Curah hujan yang tinggi pada awal musim tanam menyebabkan banyak bibit gagal tumbuh sehingga petani harus melakukan penyulaman berulang kali. Kondisi tersebut mendorong sebagian petani beralih ke komoditas lain, mengakibatkan luas areal tanam tembakau turun drastis dibandingkan tahun sebelumnya.

Sub Koordinator Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Magetan, Bambang Utomo, mengatakan tingginya intensitas hujan pada awal musim tanam menjadi faktor utama penurunan luas tanam tembakau tahun ini.

Menurut Bambang, tanaman tembakau tidak cocok dengan kondisi lahan yang memiliki kadar air berlebih. Akibatnya, banyak bibit mati sehingga petani harus melakukan penyulaman hingga tiga sampai empat kali, bahkan sebagian kehabisan bibit.

“Curah hujan pada awal musim tanam sangat tinggi dan hampir turun setiap hari. Kondisi ini membuat banyak bibit tembakau tidak tumbuh dengan baik. Akibatnya petani melakukan penyulaman berkali-kali, bahkan ada yang kehabisan bibit. Sebagian akhirnya memilih beralih menanam jagung maupun kentang, terutama di kawasan dataran tinggi,” ujarnya.

Peralihan komoditas tersebut berdampak pada penyusutan luas tanam tembakau di Magetan. Jika pada 2025 luas areal mencapai sekitar 500 hektare, tahun ini diperkirakan hanya tersisa sekitar 250 hingga 300 hektare atau turun hampir 40–50 persen.

Meski demikian, Bambang menegaskan bahwa prospek ekonomi tembakau di Magetan masih tergolong menjanjikan. Selama ini, Magetan memiliki keunggulan waktu tanam yang lebih awal dibandingkan daerah penghasil tembakau lainnya sehingga hasil panen lebih dahulu masuk ke pasar.

Image Not Found
DTPHP Magetan dampingi petani hadapi musim tanam sulit. Foto : Kus-Sinergia

“Biasanya pembeli atau pabrikan datang lebih dulu ke Magetan karena daerah lain belum panen. Ini menjadi keuntungan bagi petani. Untuk daun basah, harga sekitar Rp5.000 per kilogram saja sebenarnya sudah menguntungkan. Saat ini informasi yang kami terima bahkan sudah berada di atas Rp10.000 per kilogram,” jelasnya.

Ia menambahkan, khusus tembakau rajangan halus dari wilayah Kecamatan Parang, harga tembakau kering berkualitas baik dapat mencapai sekitar Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per bal, tergantung kualitas hasil panen.

Kabupaten Magetan sendiri memiliki sedikitnya tiga jenis tembakau unggulan yang berkembang di sejumlah wilayah. Di Kecamatan Parang dikenal tembakau Rejeb Parang yang memiliki karakter rajangan halus. Sementara di lereng Gunung Lawu, seperti Kecamatan Plaosan dan Kecamatan Sidorejo berkembang varietas Andong Kuning dan Andong Mliwis yang selama ini banyak dipasarkan ke Temanggung. Adapun wilayah Kecamatan Takeran mengembangkan tembakau jenis Virginia dan Burley, meski luas tanamnya masih di bawah 50 hektare.

Untuk membantu petani menghadapi tantangan budidaya, DTPHP Magetan terus melakukan pendampingan melalui perbaikan teknik budidaya, antara lain penggunaan bibit dalam tray semai serta pemanfaatan mulsa plastik guna meningkatkan keberhasilan tanam.

Namun demikian, Bambang mengakui harga mulsa plastik saat ini mengalami kenaikan sehingga menjadi kendala tersendiri bagi petani.

“Kami tetap berupaya memberikan dukungan kepada kelompok tani melalui bantuan teknis. Namun harga plastik mulsa saat ini ikut naik sehingga perlu penyesuaian dalam pelaksanaannya,” katanya.

Selain aspek budidaya, DTPHP juga berupaya memperkuat pemasaran hasil panen dengan mempertemukan petani dengan vendor maupun pembeli potensial. Langkah tersebut dilakukan agar petani memiliki lebih banyak pilihan pasar, meski pemerintah tidak dapat mengintervensi harga jual.

“Peran kami adalah memfasilitasi. Kami membuka jaringan pemasaran dan mempertemukan petani dengan vendor atau pembeli sehingga mereka memiliki peluang pasar yang lebih luas untuk menjual hasil tembakaunya,” pungkas Bambang. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disnakan Magetan Bagikan 300 Paket Gizi hingga Kenalkan Teknologi Embrio Transfer

    Disnakan Magetan Bagikan 300 Paket Gizi hingga Kenalkan Teknologi Embrio Transfer

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Peringatan Hari Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan 2025 di Kabupaten Magetan berlangsung semarak. Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Magetan menggelar acara di Aula Desa Getasanyar, Kecamatan Sidorejo, Selasa (23/09/2025), dengan agenda pembagian 300 paket gizi bagi anak-anak PAUD, TK, dan SD. Acara ini dihadiri Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, serta jajaran […]

    Bagikan
  • Soal Penyegelan TPS Parang, DLH Magetan : Penutupan Bukan Solusi, Pengelolaan Sampah Harus Dibenahi

    Soal Penyegelan TPS Parang, DLH Magetan : Penutupan Bukan Solusi, Pengelolaan Sampah Harus Dibenahi

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magetan angkat bicara terkait penyegelan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kelurahan Parang, Kecamatan Parang, oleh puluhan warga beberapa waktu lalu. DLH menilai keberadaan TPS tetap dibutuhkan sebagai bagian dari solusi pengelolaan sampah, namun pelaksanaan standar operasional pengelolaannya perlu dievaluasi dan diperbaiki. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Maksimalkan Pendataan Kependudukan Lewat Pembangunan Rumah Data di Rejomulyo

    Pemkot Madiun Maksimalkan Pendataan Kependudukan Lewat Pembangunan Rumah Data di Rejomulyo

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus berupaya memperkuat basis data kependudukan sebagai dasar pelaksanaan berbagai program sosial dan pembangunan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pembangunan Rumah Data Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun, Denik Wuryani, […]

    Bagikan
  • Kemenhaj Kota Madiun Bekali 385 Calon Jemaah Haji Estimasi 2027, Persiapan Paspor hingga Fisik Diperkuat

    Kemenhaj Kota Madiun Bekali 385 Calon Jemaah Haji Estimasi 2027, Persiapan Paspor hingga Fisik Diperkuat

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kota Madiun mulai mempersiapkan calon jemaah haji yang masuk dalam estimasi keberangkatan 1448 H/2027 M. Sebanyak sekitar 385 calon jemaah mengikuti sosialisasi di Asrama Haji Kota Madiun, Selasa (14/7/2026). Kepala Kemenhaj Kota Madiun, Datik Ardiyah, mengatakan sosialisasi tersebut difokuskan pada persiapan sejak dini, terutama menyangkut […]

    Bagikan
  • Perbaiki Jaringan Internet, Teknisi Wifi Tewas Tersengat Listrik di Magetan

    Perbaiki Jaringan Internet, Teknisi Wifi Tewas Tersengat Listrik di Magetan

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Seorang teknisi jaringan wifi asal Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah tersengat listrik saat memperbaiki jaringan internet di atap rumah warga di Kelurahan Parang, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Rabu (21/05/2025). Korban diketahui bernama Siswanto. Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB ketika korban bersama tiga rekannya tengah memperbaiki jaringan […]

    Bagikan
  • Kemenhaj Kota Madiun Ingatkan Jemaah Haji untuk Tertib dan Patuhi Aturan Selama di Tanah Suci

    Kemenhaj Kota Madiun Ingatkan Jemaah Haji untuk Tertib dan Patuhi Aturan Selama di Tanah Suci

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kota Madiun memberikan sejumlah imbauan penting kepada calon jemaah haji (CJH) menjelang pemberangkatan ke Embarkasi Surabaya pada Senin (27/4/2026) dini hari. Imbauan tersebut menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik, kedisiplinan, serta kepatuhan terhadap aturan selama menjalankan ibadah haji. Kepala Kantor Kemenhaj Kota Madiun, Datik Ardiyah, […]

    Bagikan
expand_less