Berita Terkini
Trending Tags

Curah Hujan Tinggi Pangkas Luas Tanam Tembakau di Magetan hingga Hampir Separuh, Dinas Genjot Pendampingan Petani

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 40
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Curah hujan tinggi pangkas luas tanam tembakau Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Musim tanam tembakau 2026 di Kabupaten Magetan menghadapi tantangan berat. Curah hujan yang tinggi pada awal musim tanam menyebabkan banyak bibit gagal tumbuh sehingga petani harus melakukan penyulaman berulang kali. Kondisi tersebut mendorong sebagian petani beralih ke komoditas lain, mengakibatkan luas areal tanam tembakau turun drastis dibandingkan tahun sebelumnya.

Sub Koordinator Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Magetan, Bambang Utomo, mengatakan tingginya intensitas hujan pada awal musim tanam menjadi faktor utama penurunan luas tanam tembakau tahun ini.

Menurut Bambang, tanaman tembakau tidak cocok dengan kondisi lahan yang memiliki kadar air berlebih. Akibatnya, banyak bibit mati sehingga petani harus melakukan penyulaman hingga tiga sampai empat kali, bahkan sebagian kehabisan bibit.

“Curah hujan pada awal musim tanam sangat tinggi dan hampir turun setiap hari. Kondisi ini membuat banyak bibit tembakau tidak tumbuh dengan baik. Akibatnya petani melakukan penyulaman berkali-kali, bahkan ada yang kehabisan bibit. Sebagian akhirnya memilih beralih menanam jagung maupun kentang, terutama di kawasan dataran tinggi,” ujarnya.

Peralihan komoditas tersebut berdampak pada penyusutan luas tanam tembakau di Magetan. Jika pada 2025 luas areal mencapai sekitar 500 hektare, tahun ini diperkirakan hanya tersisa sekitar 250 hingga 300 hektare atau turun hampir 40–50 persen.

Meski demikian, Bambang menegaskan bahwa prospek ekonomi tembakau di Magetan masih tergolong menjanjikan. Selama ini, Magetan memiliki keunggulan waktu tanam yang lebih awal dibandingkan daerah penghasil tembakau lainnya sehingga hasil panen lebih dahulu masuk ke pasar.

Image Not Found
DTPHP Magetan dampingi petani hadapi musim tanam sulit. Foto : Kus-Sinergia

“Biasanya pembeli atau pabrikan datang lebih dulu ke Magetan karena daerah lain belum panen. Ini menjadi keuntungan bagi petani. Untuk daun basah, harga sekitar Rp5.000 per kilogram saja sebenarnya sudah menguntungkan. Saat ini informasi yang kami terima bahkan sudah berada di atas Rp10.000 per kilogram,” jelasnya.

Ia menambahkan, khusus tembakau rajangan halus dari wilayah Kecamatan Parang, harga tembakau kering berkualitas baik dapat mencapai sekitar Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per bal, tergantung kualitas hasil panen.

Kabupaten Magetan sendiri memiliki sedikitnya tiga jenis tembakau unggulan yang berkembang di sejumlah wilayah. Di Kecamatan Parang dikenal tembakau Rejeb Parang yang memiliki karakter rajangan halus. Sementara di lereng Gunung Lawu, seperti Kecamatan Plaosan dan Kecamatan Sidorejo berkembang varietas Andong Kuning dan Andong Mliwis yang selama ini banyak dipasarkan ke Temanggung. Adapun wilayah Kecamatan Takeran mengembangkan tembakau jenis Virginia dan Burley, meski luas tanamnya masih di bawah 50 hektare.

Untuk membantu petani menghadapi tantangan budidaya, DTPHP Magetan terus melakukan pendampingan melalui perbaikan teknik budidaya, antara lain penggunaan bibit dalam tray semai serta pemanfaatan mulsa plastik guna meningkatkan keberhasilan tanam.

Namun demikian, Bambang mengakui harga mulsa plastik saat ini mengalami kenaikan sehingga menjadi kendala tersendiri bagi petani.

“Kami tetap berupaya memberikan dukungan kepada kelompok tani melalui bantuan teknis. Namun harga plastik mulsa saat ini ikut naik sehingga perlu penyesuaian dalam pelaksanaannya,” katanya.

Selain aspek budidaya, DTPHP juga berupaya memperkuat pemasaran hasil panen dengan mempertemukan petani dengan vendor maupun pembeli potensial. Langkah tersebut dilakukan agar petani memiliki lebih banyak pilihan pasar, meski pemerintah tidak dapat mengintervensi harga jual.

“Peran kami adalah memfasilitasi. Kami membuka jaringan pemasaran dan mempertemukan petani dengan vendor atau pembeli sehingga mereka memiliki peluang pasar yang lebih luas untuk menjual hasil tembakaunya,” pungkas Bambang. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kecelakaan Beruntun Toyota Kijang Tabrak 4 Motor 1 Rumah, Delapan Orang Luka

    Kecelakaan Beruntun Toyota Kijang Tabrak 4 Motor 1 Rumah, Delapan Orang Luka

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Sebuah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan beberapa kendaraan terjadi di Jalan Ngawi–Sine, tepatnya di Desa Girikerto, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa tersebut memicu kepanikan warga setempat karena dampak tabrakannya merusak sejumlah kendaraan dan menyebabkan banyak korban luka. Kasatlantas Polres Ngawi, AKP Yuliana Plantika, membenarkan adanya […]

    Bagikan
  • Ribuan Warga Ponorogo Berebut Tumpeng Porak Tutup Suro

    Ribuan Warga Ponorogo Berebut Tumpeng Porak Tutup Suro

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Ribuan warga memadati area Monumen Bantarangin, Desa Sumoroto, Kecamatan Kauman, Ponorogo, Rabu (23/07/2025), untuk mengikuti tradisi kirab tumpeng porak penutup bulan Muharram atau Grebeg Tutup Suro. Sejak siang hari, warga sudah memenuhi lokasi untuk menunggu delapan tumpeng raksasa berisi hasil bumi yang dikirab dari Kantor Kecamatan Kauman. Setibanya di lokasi, tumpeng-tumpeng […]

    Bagikan
  • R. Moerdjoko, Ketum PSHT Pusat Madiun Terima Penghargaan CNN Indonesia Awards 2025

    R. Moerdjoko, Ketum PSHT Pusat Madiun Terima Penghargaan CNN Indonesia Awards 2025

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Dikutip dari shterate.or.id, Kangmas R. Moerdjoko H.W selaku Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun menerima penghargaan dalam CNN Indonesia Awards 2025 pada Jum’at (31/10/2025). Penghargaan kategori Excellence Culture  Leadership and Community Empowerment diserahkan oleh Titin Rosmasari, Direktur CNN Indonesia. Penghargaan ini atas dedikasi dan kiprahnya dalam mengembangkan SH Terate […]

    Bagikan
  • Air Mata Widodo Menetes Usai Rumahnya Direnovasi Lewat Program TMMD ke-124

    Air Mata Widodo Menetes Usai Rumahnya Direnovasi Lewat Program TMMD ke-124

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Sinergia | Nganjuk – Meski hidup dengan segala keterbatasan, namun Widodo, warga Desa Lengkong Lor, mengaku tak pernah bersedih, apalagi menangis. Sebagai umat yang beriman, ia mengaku hanya bisa pasrah dan bersyukur dengan takdir Tuhan yang telah diberikan untuknya dan keluarganya. Namun kini, setelah puluhan tahun, akhirnya pria paruh baya tak mampu lagi membendung air […]

    Bagikan
  • 1.119 PPPK Paruh Waktu Terima SK, Sekda Magetan Tekankan Soal Integritas ASN

    1.119 PPPK Paruh Waktu Terima SK, Sekda Magetan Tekankan Soal Integritas ASN

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Tahun 2025. Penyerahan dilakukan dalam apel khusus di Alun-alun Magetan, Selasa (16/12/2025). SK diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magetan yang mewakili Bupati Magetan kepada perwakilan peserta PPPK. Total sebanyak 1.119 orang […]

    Bagikan
  • Penataan PKL Alun-Alun Kota Madiun, Pemkot Siapkan Relokasi ke Zona Selatan

    Penataan PKL Alun-Alun Kota Madiun, Pemkot Siapkan Relokasi ke Zona Selatan

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menyiapkan relokasi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Alun-Alun Kota Madiun ke sisi selatan, tepatnya di area paving depan Masjid Agung. Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari penataan ruang publik agar lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi pengunjung Alun-Alun Kota Madiun. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol […]

    Bagikan
expand_less