Kamis, 22 Okt 2026
Trending Tags

Curah Hujan Tinggi Pangkas Luas Tanam Tembakau di Magetan hingga Hampir Separuh, Dinas Genjot Pendampingan Petani

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
  • visibility 190
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Curah hujan tinggi pangkas luas tanam tembakau Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Musim tanam tembakau 2026 di Kabupaten Magetan menghadapi tantangan berat. Curah hujan yang tinggi pada awal musim tanam menyebabkan banyak bibit gagal tumbuh sehingga petani harus melakukan penyulaman berulang kali. Kondisi tersebut mendorong sebagian petani beralih ke komoditas lain, mengakibatkan luas areal tanam tembakau turun drastis dibandingkan tahun sebelumnya.

Sub Koordinator Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Magetan, Bambang Utomo, mengatakan tingginya intensitas hujan pada awal musim tanam menjadi faktor utama penurunan luas tanam tembakau tahun ini.

Menurut Bambang, tanaman tembakau tidak cocok dengan kondisi lahan yang memiliki kadar air berlebih. Akibatnya, banyak bibit mati sehingga petani harus melakukan penyulaman hingga tiga sampai empat kali, bahkan sebagian kehabisan bibit.

“Curah hujan pada awal musim tanam sangat tinggi dan hampir turun setiap hari. Kondisi ini membuat banyak bibit tembakau tidak tumbuh dengan baik. Akibatnya petani melakukan penyulaman berkali-kali, bahkan ada yang kehabisan bibit. Sebagian akhirnya memilih beralih menanam jagung maupun kentang, terutama di kawasan dataran tinggi,” ujarnya.

Peralihan komoditas tersebut berdampak pada penyusutan luas tanam tembakau di Magetan. Jika pada 2025 luas areal mencapai sekitar 500 hektare, tahun ini diperkirakan hanya tersisa sekitar 250 hingga 300 hektare atau turun hampir 40–50 persen.

Meski demikian, Bambang menegaskan bahwa prospek ekonomi tembakau di Magetan masih tergolong menjanjikan. Selama ini, Magetan memiliki keunggulan waktu tanam yang lebih awal dibandingkan daerah penghasil tembakau lainnya sehingga hasil panen lebih dahulu masuk ke pasar.

Image Not Found
DTPHP Magetan dampingi petani hadapi musim tanam sulit. Foto : Kus-Sinergia

“Biasanya pembeli atau pabrikan datang lebih dulu ke Magetan karena daerah lain belum panen. Ini menjadi keuntungan bagi petani. Untuk daun basah, harga sekitar Rp5.000 per kilogram saja sebenarnya sudah menguntungkan. Saat ini informasi yang kami terima bahkan sudah berada di atas Rp10.000 per kilogram,” jelasnya.

Ia menambahkan, khusus tembakau rajangan halus dari wilayah Kecamatan Parang, harga tembakau kering berkualitas baik dapat mencapai sekitar Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per bal, tergantung kualitas hasil panen.

Kabupaten Magetan sendiri memiliki sedikitnya tiga jenis tembakau unggulan yang berkembang di sejumlah wilayah. Di Kecamatan Parang dikenal tembakau Rejeb Parang yang memiliki karakter rajangan halus. Sementara di lereng Gunung Lawu, seperti Kecamatan Plaosan dan Kecamatan Sidorejo berkembang varietas Andong Kuning dan Andong Mliwis yang selama ini banyak dipasarkan ke Temanggung. Adapun wilayah Kecamatan Takeran mengembangkan tembakau jenis Virginia dan Burley, meski luas tanamnya masih di bawah 50 hektare.

Untuk membantu petani menghadapi tantangan budidaya, DTPHP Magetan terus melakukan pendampingan melalui perbaikan teknik budidaya, antara lain penggunaan bibit dalam tray semai serta pemanfaatan mulsa plastik guna meningkatkan keberhasilan tanam.

Namun demikian, Bambang mengakui harga mulsa plastik saat ini mengalami kenaikan sehingga menjadi kendala tersendiri bagi petani.

“Kami tetap berupaya memberikan dukungan kepada kelompok tani melalui bantuan teknis. Namun harga plastik mulsa saat ini ikut naik sehingga perlu penyesuaian dalam pelaksanaannya,” katanya.

Selain aspek budidaya, DTPHP juga berupaya memperkuat pemasaran hasil panen dengan mempertemukan petani dengan vendor maupun pembeli potensial. Langkah tersebut dilakukan agar petani memiliki lebih banyak pilihan pasar, meski pemerintah tidak dapat mengintervensi harga jual.

“Peran kami adalah memfasilitasi. Kami membuka jaringan pemasaran dan mempertemukan petani dengan vendor atau pembeli sehingga mereka memiliki peluang pasar yang lebih luas untuk menjual hasil tembakaunya,” pungkas Bambang. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Relawan Magetan Tembus Daerah Terisolasi di Sumatera, Salurkan Bantuan Hingga ke Titik Terujung Longsor

    Relawan Magetan Tembus Daerah Terisolasi di Sumatera, Salurkan Bantuan Hingga ke Titik Terujung Longsor

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Sinergia | Sumatera Barat – Perjalanan ribuan kilometer tak menghalangi tekad relawan asal Kabupaten Magetan, Jawa Timur, untuk mengantarkan bantuan ke wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra. Dengan menempuh jalur darat selama empat hari, tim ini berupaya menembus kawasan yang sempat terisolasi akibat kerusakan parah infrastruktur. Enam anggota Relawan 24 Jam Magetan […]

    Bagikan
  • DPRD dan Pemkot Madiun Bahas Soal Pemangkasan Dana Transfer Rp. 168 Miliar

    DPRD dan Pemkot Madiun Bahas Soal Pemangkasan Dana Transfer Rp. 168 Miliar

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 Kota Madiun menghadapi tantangan besar. Pemerintah pusat berencana memangkas alokasi transfer keuangan daerah (TKD) hingga sekitar Rp168 miliar. Wakil Ketua DPRD Kota Madiun Istono menyampaikan, hingga saat ini Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) belum menggelar pertemuan […]

    Bagikan
  • Remaja 16 Tahun di Madiun Tenggelam Saat Berenang, Ditemukan Tak Bernyawa di Dasar Sungai

    Remaja 16 Tahun di Madiun Tenggelam Saat Berenang, Ditemukan Tak Bernyawa di Dasar Sungai

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Seorang remaja dilaporkan tenggelam di anak Sungai Bengawan Solo, wilayah Desa Krokeh, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, Kamis (9/7/2026) petang. Korban bernama Cahyo Purnawan warga Desa Gunungsari Kecamatan/Kabupaten Madiun tenggelam saat berenang bersama 6 rekannya. Remaja 16 tahun ini ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar sungai setelah dilakukan pencarian gabungan oleh […]

    Bagikan
  • Tiga Perlintasan KA Dioperasikan, Bupati Madiun Berpesan Agar Insiden Magetan Tidak Terulang

    Tiga Perlintasan KA Dioperasikan, Bupati Madiun Berpesan Agar Insiden Magetan Tidak Terulang

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun resmi mengoperasikan tiga perlintasan kereta api (KA) sebidang yang kini dilengkapi palang pintu dan petugas penjaga. Ketiga perlintasan itu berada di Kecamatan Sawahan, Balerejo, dan Saradan. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus mencegah terulangnya kecelakaan seperti yang terjadi di Kabupaten Magetan beberapa waktu […]

    Bagikan
  • Volume Sampah di Kota Madiun Meningkat 10 Persen Selama Libur Lebaran 2025

    Volume Sampah di Kota Madiun Meningkat 10 Persen Selama Libur Lebaran 2025

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Volume sampah di Kota Madiun mengalami peningkatan signifikan selama momentum libur Hari Raya Idulfitri 2025. Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun, jumlah sampah harian meningkat sekitar 10 persen dibandingkan hari biasa. Jika pada hari biasa volume sampah berkisar antara 118 hingga 121 ton per hari, selama libur […]

    Bagikan
  • Gelar Upacara Hari Pahlawan, Wabup Madiun Ajak Teladani Semangat Kepahlawanan Lewat Aksi Nyata

    Gelar Upacara Hari Pahlawan, Wabup Madiun Ajak Teladani Semangat Kepahlawanan Lewat Aksi Nyata

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional di halaman Pendopo Ronggo Djumeno, Caruban, Senin (10/11/2025).  Sambutan Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, dibacakan oleh Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi. Dalam amanatnya, Mensos mengajak seluruh elemen bangsa meneladani semangat dan pengorbanan para pahlawan dengan terus berbuat kebaikan dan menumbuhkan kepedulian […]

    Bagikan
expand_less