Kebun Tebu di Brahu Ponorogo Terbakar, Puluhan Hektare Dilalap Api
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 77
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Kebakaran melanda lahan tebu di Desa Brahu, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (8/8/2026) malam.
Api dengan cepat membesar dan menjalar di tengah tanaman tebu yang kering. Kondisi angin yang berhembus turut membuat kobaran api meluas.
Berdasarkan keterangan petugas di lokasi, lahan tebu yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare. Sementara itu, luas keseluruhan kebun tebu tersebut diperkirakan mencapai sekitar 21 hektare.
Kebakaran terjadi di kawasan yang berada di samping Universitas Darussalam Gontor (Unida Gontor) dan SMP Siman.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) bersama BPBD Ponorogo langsung diterjunkan untuk melakukan pemadaman.
Petugas memprioritaskan pemadaman pada bagian lahan yang berada dekat dengan bangunan. Upaya tersebut berhasil dilakukan sehingga api di area tersebut dapat dipadamkan.
Namun, kobaran api di bagian tengah lahan masih belum dapat dijangkau petugas.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Ponorogo, Bambang Supeno, mengatakan pemadaman di bagian tengah lahan memiliki risiko terhadap keselamatan petugas.
“Yang posisi di tengah, selain membahayakan teman-teman kalau kita masuk karena kita tidak tahu situasi di dalamnya, kemudian selangnya juga tidak bisa sampai ke lebih dalam,” ujar Bambang.
Menurutnya, bagian utara lahan menjadi salah satu titik yang harus mendapat perhatian karena terdapat sejumlah bangunan, termasuk sebuah mebel dan Koperasi Merah Putih.
Petugas telah melakukan upaya pemadaman di sisi tersebut untuk mencegah api mendekati bangunan.
Sementara itu, Katenan, warga setempat, mengatakan dirinya mengetahui kebakaran sekitar pukul 19.00 WIB.
Saat itu, api sudah terlihat besar. Katenan mengaku tidak mengetahui dari mana api pertama kali muncul karena dirinya sedang berada di rumah.
“Enggak ngerti nek api dari mana. Saya di rumah. Tiba-tiba api sudah besar,” kata Katenan.
Katenan menyebut luas keseluruhan kebun tebu tersebut sekitar 21 hektare. Menurutnya, kebakaran seperti ini baru pertama kali terjadi di lokasi tersebut.
Warga yang berada di sekitar lokasi juga tidak berani mendekati kobaran api untuk melakukan pemadaman secara langsung.
Petugas Damkar dan BPBD Ponorogo hingga Sabtu malam masih bertahan di lokasi untuk melakukan pemadaman dan pemantauan, terutama terhadap kobaran api di bagian tengah lahan.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran belum diketahui.Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez



