Berita Terkini
Trending Tags

Petasan Rakitan Meledak! Remaja 13 Tahun Di Ponorogo Terbakar, Begini Kronologinya

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
  • visibility 274
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
KA (13) warga desa Semanding Ponorogo mengalami luka bakar serius setelah petasan yang dibuatnya menyambar tubuhnya, Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Petasan rakitan kembali memakan korban di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Seorang remaja berinisial KA (13), warga Desa Semanding, Kecamatan Jenangan, mengalami luka bakar cukup serius setelah petasan yang dibuatnya gagal meledak dan justru menyambar tubuhnya pada Kamis malam (19/3/2026).

Peristiwa nahas itu terjadi saat korban bersama temannya, NA (13), tengah merakit sekaligus mencoba petasan yang mereka pelajari dari media sosial. Aktivitas yang awalnya dianggap iseng tersebut berubah menjadi petaka.

Saat petasan dinyalakan, api tidak menyala sempurna. Percikan api justru menyambar bahan mesiu yang berada di sekitar korban. Dalam sekejap, semburan api langsung mengenai tubuh korban.

Akibatnya, KA mengalami luka bakar di bagian wajah, tangan, dan kaki. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD dr. Harjono Ponorogo untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Dokter jaga IGD, dr. Mega Citra, membenarkan kondisi korban yang mengalami luka bakar cukup serius.

“Lukanya sekitar 19,5 persen di bagian wajah, tangan, dan kaki. Sudah dilakukan perawatan luka, pemberian obat dan infus. Karena membutuhkan penanganan lebih lanjut, pasien dirujuk,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).

Meski demikian, kondisi korban saat ini dilaporkan stabil. Korban dalam keadaan sadar dan memiliki tekanan darah yang baik. Tim medis masih terus melakukan pemantauan untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.

Image Not Found
91 selongsong petasan dan sisa bahan mesiu diamankan pihak kepolisian, Foto : Ega-Sinergia

Sementara itu, dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya 91 selongsong petasan, sisa bahan mesiu, serta bungkus paket online yang diduga digunakan untuk membeli bahan pembuatan petasan.

Peristiwa ini kembali menjadi peringatan keras bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, agar tidak mencoba membuat maupun memainkan petasan rakitan. Selain melanggar aturan, aktivitas tersebut juga memiliki risiko tinggi yang dapat mengancam keselamatan jiwa. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persiapan Haji Magetan Capai 90 Persen, Pemberangkatan Dijadwalkan 26 April

    Persiapan Haji Magetan Capai 90 Persen, Pemberangkatan Dijadwalkan 26 April

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Tahapan persiapan ibadah haji bagi jemaah asal Kabupaten Magetan telah mencapai sekitar 90 persen. Hingga pertengahan April, seluruh proses berjalan lancar tanpa kendala berarti, meski masih ada beberapa kelengkapan yang belum dibagikan. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Magetan, Ida Dwi Martini, menjelaskan bahwa salah satu yang masih ditunggu adalah distribusi […]

    Bagikan
  • Keluhan Pedagang Pasar Sayur ke Bupati Madiun, Drainase Jebol hingga Talang Air Hancur

    Keluhan Pedagang Pasar Sayur ke Bupati Madiun, Drainase Jebol hingga Talang Air Hancur

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kondisi infrastruktur di Pasar Sayur Caruban, Kabupaten Madiun, dikeluhkan para pedagang karena dinilai semakin memprihatinkan dan tidak layak pakai. Kerusakan terlihat mulai dari saluran drainase hingga talang air hujan yang disebut sudah rusak total. Akibatnya, saat hujan turun dengan intensitas tinggi, air kerap meluap dan menggenangi area pasar yang dikenal sebagai […]

    Bagikan
  • 23.380 Pelajar di Jajaran Korem 081/DSJ Sudah Rasakan Program MBG

    23.380 Pelajar di Jajaran Korem 081/DSJ Sudah Rasakan Program MBG

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Program makan bergizi gratis (MBG) di jajaran Korem 081/DSJ terus meluas. Puluhan ribu pelajar telah menerima manfaat dari adanya program yang digagas oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. “Saat ini dari 8 SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang telah beroperasi, sudah mampu melayani 23.380 pelajar di 150 sekolah,” kata Kasrem 081/DSJ, […]

    Bagikan
  • Perkara Dugaan Penyelewengan Dana LKK Rp. 9,7 Miliar Segera Naik ke Penyidikan

    Perkara Dugaan Penyelewengan Dana LKK Rp. 9,7 Miliar Segera Naik ke Penyidikan

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun terus menelisik kasus dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana Lembaga Keuangan Kelurahan (LKK). Dugaan penyelewengan tersebut berpotensi menimbulkan kerugian negara yang ditafsir senilai Rp. 9,7 miliar. Kejari Kota Madiun mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat status perkara ini akan ditingkatkan dari penyelidikan ke tahap penyidikan. “Dalam waktu […]

    Bagikan
  • lKAPTK Madiun Halal Bihalal Bareng Sesepuh, Dorong Dukungan Penuh untuk Program “Bersahaja”

    lKAPTK Madiun Halal Bihalal Bareng Sesepuh, Dorong Dukungan Penuh untuk Program “Bersahaja”

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Kabupaten Madiun menggelar halal bihalal di salah satu hotel di Kota Madiun, Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi lintas generasi alumni Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), sekaligus penguatan komitmen dalam mendukung program pembangunan daerah. Ketua IKAPTK Kabupaten Madiun, Joko Lelono, mengatakan para […]

    Bagikan
  • Ironi Wacana Pengangkatan Staff SPPG menjadi PPPK, Guru di Madiun Bergaji Rp250 Ribu per Bulan

    Ironi Wacana Pengangkatan Staff SPPG menjadi PPPK, Guru di Madiun Bergaji Rp250 Ribu per Bulan

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 379
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Di tengah rencana pemerintah pusat mengangkat puluhan ribu pegawai inti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), ironi justru dirasakan tenaga pendidik di daerah. Seorang guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar negeri Kabupaten Madiun mengaku hanya menerima upah Rp. 250 ribu per bulan. Pemerintah […]

    Bagikan
expand_less