Telaga Sarangan Diserbu Wisatawan di Hari Ketiga Lebaran, Kemacetan Panjang Tak Terhindarkan
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 38
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan — Kawasan wisata Telaga Sarangan dipadati ribuan pengunjung pada hari ketiga Lebaran, Senin (23/3/2026). Lonjakan wisatawan yang terjadi sejak dua hari terakhir memicu kemacetan panjang di jalur menuju lokasi wisata unggulan di Kabupaten Magetan tersebut.
Antrean kendaraan bahkan mengular sejak kawasan bawah, tepatnya di depan Pasar Plaosan hingga simpang tiga depan kantor Polsek Plaosan. Padatnya arus lalu lintas diperparah dengan aktivitas keluar-masuk kendaraan di area pasar, sehingga laju kendaraan hanya bisa bergerak perlahan.
Kondisi serupa juga terjadi di pintu masuk kawasan wisata, khususnya di loket pembayaran retribusi. Penumpukan kendaraan tak terhindarkan setelah area parkir di sekitar telaga dilaporkan penuh. Pada hari ketiga Lebaran, jumlah pengunjung tercatat menembus lebih dari 13.000 orang.
Lonjakan ini meningkat signifikan dibandingkan sehari sebelumnya, Minggu (22/3/2026), yang mencapai sekitar 9.000 pengunjung. Sebagian besar wisatawan diketahui berasal dari luar daerah dan memanfaatkan momentum libur Lebaran usai bersilaturahmi dengan keluarga.
Salah satu pengunjung, Yefiandina Dwina Cantika, mengaku sudah merasakan kepadatan sejak sehari sebelumnya. Ia menyebut suasana ramai justru menambah keseruan berwisata.
“Dari kemarin sudah macet menuju ke sini, kami juga menginap. Tapi tetap seru, bisa naik kuda dan perahu, ombaknya juga besar,” ujarnya.
Namun, tidak semua wahana dapat dinikmati secara maksimal. Pengunjung tidak bisa mengelilingi telaga menggunakan kuda akibat jalur yang terdampak longsor dan belum diperbaiki. Kondisi ini membuat wisatawan harus kembali ke titik awal dengan tarif yang tetap sama, yakni Rp80.000 untuk sekali perjalanan.

Seorang penyedia jasa kuda, Angga Djunaidianto, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, lonjakan pengunjung sudah terjadi dalam dua hari terakhir, namun layanan kuda belum bisa beroperasi normal.
“Ramai sudah dua hari ini. Kalau perahu masih bisa keliling, tapi kuda tidak bisa karena jalur longsor, jadi harus kembali, ongkos tetap Rp80.000,” jelasnya.
Di tengah keterbatasan tersebut, aktivitas wisata tetap berlangsung. Para pengunjung terlihat memadati area telaga, menikmati wahana perahu, serta berburu oleh-oleh khas Sarangan.
Puncak kunjungan diperkirakan masih akan terjadi pada hari keempat Lebaran, Selasa (24/3/2026), dengan jumlah wisatawan diprediksi menembus lebih dari 15.000 orang. Kondisi ini berpotensi kembali memicu kepadatan lalu lintas di jalur menuju kawasan wisata. (Nan)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Arrachmando






