Jembatan Lapuk di Madiun Direhabilitasi Polisi, Kini Lebih Aman dan Terang
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 41
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — Jembatan Merah Putih di Dusun Krapyak, Desa Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun yang sebelumnya rusak dan membahayakan warga akhirnya rampung direhabilitasi. Struktur jembatan yang sempat lapuk dan minim penerangan kini telah diperbaiki oleh jajaran Polres Madiun bersama masyarakat, sehingga kembali layak dilalui.
Peresmian hasil rehabilitasi dilakukan pada Jumat (8/5/2026) oleh Polres Madiun bersama unsur Forkopimda setempat. Perbaikan ini dilakukan sebagai respons atas kondisi jembatan yang menjadi jalur vital warga namun mengalami kerusakan cukup parah.
Kapolres Madiun, AKBP Kemas Indra Natanegara, mengatakan proses rehabilitasi berlangsung sekitar dua minggu dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Fokus utama perbaikan menyasar bagian konstruksi yang rusak dan berisiko terhadap keselamatan pengguna.
“Perbaikan kita lakukan pada bagian-bagian yang sudah lapuk, termasuk penggantian material kayu serta penambahan penerangan agar lebih aman saat dilintasi, terutama pada malam hari,” ujar AKBP Kemas.
Selain memperkuat konstruksi, pihak kepolisian juga melakukan penataan lingkungan sekitar jembatan, seperti pengecatan ulang dan pembenahan area sekitar agar terlihat lebih rapi dan nyaman.
Jembatan tersebut diketahui memiliki peran penting sebagai akses alternatif yang menghubungkan Kecamatan Pilangkenceng dengan Balerejo dan Wonoasri. Selain itu, jalur tersebut juga digunakan warga untuk aktivitas ekonomi, seperti menuju sawah dan pasar, hingga akses anak-anak ke sekolah.

Menurut Kapolres, pemilihan lokasi rehabilitasi didasarkan pada tingkat urgensi dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat. Dengan kondisi jembatan yang kini lebih baik, diharapkan mobilitas warga kembali lancar.
Kepala Desa Purworejo, Sucipto, mengaku perbaikan ini sangat membantu warga. Ia menyebut sebelum direnovasi, kondisi jembatan kerap menimbulkan kekhawatiran saat dilintasi.
“Dulu warga merasa was-was karena kondisinya sudah tua dan terlihat membahayakan. Sekarang sudah jauh lebih aman, bahkan malam hari juga terang,” ujarnya.
Rehabilitasi ini menjadi salah satu bentuk keterlibatan Polri dalam mendukung pembangunan infrastruktur desa sekaligus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





