Pemkab Magetan Berangkatkan 250 Pemudik Balik Gratis ke Surabaya
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 48
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan memberangkatkan ratusan pemudik dalam program balik mudik gratis menuju wilayah perantauan. Sebanyak 250 peserta diberangkatkan menggunakan lima armada bus dari depan Pendopo Surya Graha, Magetan, Jawa Timur, pada Selasa (24/3/2026) pagi.
Pemberangkatan dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Magetan, Welly Kristanto, didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Sebelum keberangkatan, Welly menyempatkan diri meninjau kesiapan para peserta yang telah berada di dalam bus. Ia juga berpesan agar para pemudik tetap menjaga nama baik daerah saat kembali ke perantauan. Selain itu, para peserta diharapkan dapat turut mempromosikan potensi wisata Kabupaten Magetan kepada kerabat maupun rekan kerja di kota tujuan.
Program balik mudik gratis ini disambut antusias masyarakat. Salah satu peserta, Jumiran, mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas tersebut.
“Program ini sangat membantu, terutama untuk menghindari kemacetan di jalan. Saya pulang ke Magetan selama enam hari bersama keluarga, dan sekarang bisa kembali ke Surabaya dengan lebih mudah,” ujarnya.
Sementara itu, Welly menjelaskan bahwa program ini merupakan agenda rutin tahunan yang sempat terhenti saat pandemi COVID-19. Tahun ini, Pemkab Magetan kembali melaksanakannya meski dengan jumlah armada yang lebih terbatas.
“Program balik gratis ini difasilitasi oleh Dinas Perhubungan dan rutin kita gelar setiap tahun. Tahun ini kita memberangkatkan lima bus dengan total 250 penumpang menuju Surabaya dan sekitarnya, seperti Mojokerto dan Gresik,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada tahun-tahun sebelumnya jumlah armada sempat mencapai delapan bus. Namun, pada 2026 terjadi penyesuaian akibat efisiensi anggaran.
“Meski ada pengurangan, alhamdulillah program ini tetap bisa berjalan. Antusiasme masyarakat juga tinggi, terbukti kuota langsung habis dalam waktu singkat,” imbuhnya.
Terkait mekanisme pendaftaran, Pemkab Magetan membuka jalur secara daring dan luring untuk memberikan kesempatan yang merata bagi masyarakat.
“Pendaftaran kita buka secara online dan sebagian kuota juga tersedia secara manual, agar warga yang tidak terbiasa dengan sistem daring tetap bisa ikut,” katanya.
Ke depan, pemerintah daerah akan mengevaluasi kemungkinan penambahan kuota maupun rute tujuan, dengan mempertimbangkan kondisi dan kemampuan anggaran daerah.
Program ini diharapkan terus menjadi solusi transportasi bagi warga Magetan yang merantau, sekaligus mempererat hubungan antara daerah asal dan masyarakat di perantauan. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez






