Berita Terkini
Trending Tags

Ini Jeritan Keluarga Korban Kecelakaan KA Malioboro Ekspres

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
  • visibility 145
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Suasana duka menyelimuti acara penyerahan santunan korban kecelakaan kereta api Malioboro Ekspres, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Suasana duka menyelimuti acara penyerahan santunan korban kecelakaan kereta api Malioboro Ekspres oleh Jasa Raharja di Pendapa Surya Graha, Kabupaten Magetan, Selasa (20/05/2025). Namun, suasana tersebut mendadak berubah menjadi hening dan emosional ketika salah satu keluarga korban menyampaikan kekecewaannya terhadap PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Jupri, ayah dari almarhumah Resyka Nadya Maharani Putri (23), secara terbuka menyampaikan bahwa pihak PT KAI tidak menunjukkan empati terhadap keluarga korban yang kehilangan anggota keluarganya. Ia menyebut tidak ada ucapan duka maupun kunjungan dari pihak KAI, hanya kiriman karangan bunga.

“Tidak ada respon sama sekali, ucapan berduka juga tidak ada, cuma karangan bunga saja,” ujar Jupri dengan suara bergetar, menahan air mata.

Resyka merupakan salah satu dari empat korban tewas dalam kecelakaan tragis yang melibatkan KA Malioboro Ekspres dan tujuh sepeda motor di perlintasan sebidang JPL 08, Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, pada Senin (19/05/2025).

Kritik serupa juga datang dari keluarga korban lainnya. Suwarno, kakek dari Rama Zainul Fatkhur Rahman (23), korban meninggal asal Desa Panggung, Kecamatan Barat, mengungkapkan kesedihannya saat menaburkan bunga di lokasi kejadian. Rama, yang baru menikah empat bulan, meninggal dalam insiden tersebut.

“Adiknya masih SD. Istrinya nangis terus sejak tahu kabar duka itu. Kami hanya bisa pasrah,” tutur Suwarno dengan nada lirih.

Menanggapi keluhan keluarga korban, Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Rochmad Makin Zainul, mengatakan pihaknya sebenarnya memiliki itikad baik untuk mengunjungi semua korban. Ia juga menyebut bahwa keluhan telah disampaikan langsung oleh keluarga dalam pertemuan tertutup sebelumnya.

“Kami turut prihatin. Sejak awal kami beritikad mengunjungi semua korban,” ujarnya.

Rochmad menambahkan, keluarga korban tidak menuntut materi, tetapi lebih mengharapkan perhatian dan empati dari PT KAI.

“Intinya mereka meminta perhatian, bukan soal materi,” tegasnya.

Terkait lambatnya komunikasi dan penanganan pasca kejadian, Rochmad beralasan bahwa semua langkah yang diambil mengacu pada arahan dari pihak kepolisian.

“Kami mengikuti arahan aparat kepolisian,” pungkasnya.

Hingga kini, kecelakaan yang merenggut empat nyawa itu masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, yang berharap PT KAI lebih responsif dan manusiawi dalam menangani kasus serupa di masa mendatang.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Ada Pungutan Berkedok Uang Keamanan di Pasar Sayur Magetan, Pedagang Minta Pemkab Bertindak

    Diduga Ada Pungutan Berkedok Uang Keamanan di Pasar Sayur Magetan, Pedagang Minta Pemkab Bertindak

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) berkedok uang keamanan mencuat di lingkungan Pasar Sayur Magetan. Sejumlah pedagang mengaku diminta menyetorkan uang secara rutin setiap bulan kepada oknum petugas pasar tanpa disertai karcis atau bukti pembayaran resmi sebagaimana mekanisme retribusi yang berlaku. Praktik yang disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun itu kini menjadi perhatian […]

    Bagikan
  • Pelarian Berakhir, Polres Madiun Tangkap Totok Terduga Pelaku Penusukan Istri Siri dan Anak

    Pelarian Berakhir, Polres Madiun Tangkap Totok Terduga Pelaku Penusukan Istri Siri dan Anak

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 467
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pelarian Totok, pria yang diduga menusuk istri sirinya dan anak perempuan korban di Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, berakhir. Polisi menangkap Totok pada Rabu (19/8/2026), sehari setelah aksi penusukan yang mengakibatkan dua korban mengalami luka akibat senjata tajam. Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Agung Hartawan mengatakan, Totok diamankan anggota URC […]

    Bagikan
  • PWI Jatim Lantik Kepengurusan PWI Madiun Raya Periode 2025-2028

    PWI Jatim Lantik Kepengurusan PWI Madiun Raya Periode 2025-2028

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Madiun Raya resmi berganti. Hal itu sesuai dengan hasil Konferensi III dan Pelantikan yang digelar di Hotel Aston Madiun yang dihadiri langsung oleh Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim dan Wakil Ketua Bidang Organisasi, Machmud Suhermono pada Kamis (04/12/2025). Turut hadir Wakil Wali Kota Madiun, […]

    Bagikan
  • Kejari Ponorogo Memburu Jejak Buronan Kasus Fiktif BRI Unit Pasar Pon

    Kejari Ponorogo Memburu Jejak Buronan Kasus Fiktif BRI Unit Pasar Pon

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Lette atau nama panggilan Daniel Sakti Kusuma Wijaya, resmi ditetapkan sebagai buronan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Langkah ini diambil setelah tersangka kasus dugaan kredit fiktif BRI Unit Pasar Pon tersebut tiga kali mangkir dari panggilan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo. Kasi Intelijen Kejari Ponorogo, Agung Riyadi, mengungkapkan penetapan status tersangka dilakukan […]

    Bagikan
  • Pemkot dan DPRD Kota Madiun Sahkan 17 Raperda Sekaligus, Termasuk Literasi Digital dan Kota Cerdas

    Pemkot dan DPRD Kota Madiun Sahkan 17 Raperda Sekaligus, Termasuk Literasi Digital dan Kota Cerdas

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun menggelar Rapat Paripurna dengan agenda pengambilan keputusan terhadap sejumlah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di Gedung Paripurna pada Kamis (2/4/2026). Dalam rapat tersebut, DPRD bersama Pemerintah Kota Madiun menyepakati sebanyak 17 Raperda untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah. Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD […]

    Bagikan
  • Ironi Dunia Pendidikan, Ratusan Sekolah di Ponorogo Tidak Memiliki Kepala Sekolah

    Ironi Dunia Pendidikan, Ratusan Sekolah di Ponorogo Tidak Memiliki Kepala Sekolah

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Ratusan sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Ponorogo diketahui tidak memiliki kepala sekolah. Kekosongan ini terjadi di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Berdasarkan data dari Dindik Kabupaten Ponorogo, jumlah sekolah yang belum memiliki kepala sekolah mencapai 115 sekolah, terdiri dari 96 SD dan 19 SMP […]

    Bagikan
expand_less