Berita Terkini
Trending Tags

Jembatan Perintis Garuda Permudah Hidup Warga Desa, Anak Sekolah dan Petani Kini Lebih Mudah Beraktivitas

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
  • visibility 159
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kehadiran jembatan Perintis Garuda di wilayah Korem 081/Dhirotsaha Jaya mempermudah mobilitas warga, Foto : Istimewa

Sinergia | Madiun – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah Korem 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ) terus berlanjut dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di berbagai daerah Madiun Raya. Kehadiran jembatan tersebut menjadi akses vital yang mempermudah mobilitas warga, mulai dari aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan.

Salah satu jembatan yang telah dimanfaatkan masyarakat berada di Desa Bendosewu, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Warga menyebut keberadaan jembatan tersebut sangat membantu mengatasi kendala akses yang selama ini mereka hadapi.

Kepala Desa Bendosewu, Isnari, mengatakan jembatan tersebut memiliki peran penting bagi aktivitas warga sehari-hari, terutama dalam mendukung kegiatan ekonomi dan pendidikan anak-anak.

“Jembatan ini sangat penting bagi warga kami. Selama ini akses menjadi kendala utama, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan anak-anak, maupun pengangkutan hasil pertanian. Dengan adanya jembatan ini, mobilitas warga menjadi jauh lebih mudah dan aman,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan TNI yang telah mewujudkan pembangunan tersebut. Menurutnya, jembatan itu diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Manfaat serupa juga dirasakan masyarakat di Desa Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Jembatan sepanjang 38 meter yang dibangun di wilayah tersebut kini menghubungkan tiga desa sekaligus, yakni Prigi, Margomulyo, dan Karanggandu.

Salah satu warga, Sugeng Rianto, mengungkapkan bahwa sebelum jembatan dibangun, warga harus memutar cukup jauh untuk beraktivitas antar desa.

Image Not Found
Aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan semakin mudah dengan adanya Jembatan Perintis Garuda, Foto : Istimewa

“Dengan adanya jembatan ini, akses masyarakat menjadi lebih mudah dan efisien. Warga kini dapat beraktivitas dengan lebih cepat untuk bekerja, bersekolah, berdagang, hingga mengakses layanan kesehatan dan pemerintahan,” katanya.

Di Kabupaten Nganjuk, manfaat pembangunan juga dirasakan warga Desa Bagorwetan, Kecamatan Sukomoro. Jembatan Perintis Garuda di wilayah ini menghubungkan Desa Bagorwetan dengan Desa Puhkerep di Kecamatan Rejoso.

Suwito, salah satu warga setempat, mengaku bersyukur karena jembatan baru tersebut menggantikan jembatan lama yang sebelumnya sudah tidak layak digunakan.

“Saya sangat gembira dan bangga dengan dibangunnya jembatan ini. Sebelumnya memang sudah ada jembatan, tetapi kondisinya tidak layak pakai,” ungkapnya.

Kini, menurutnya, jembatan tersebut menjadi jalur penting bagi warga untuk menjalankan berbagai aktivitas sosial dan ekonomi.

Sementara itu, Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto menegaskan bahwa Program Jembatan Perintis Garuda merupakan bentuk kehadiran negara dalam membantu masyarakat mengatasi keterbatasan akses.

“Program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya terkait aksesibilitas guna mendukung aktivitas sehari-hari,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Jumat (27/3/2026).

Ia berharap pembangunan jembatan-jembatan tersebut mampu memberikan dampak luas terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan akses yang lebih mudah, diharapkan aktivitas masyarakat meningkat dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Untoro menambahkan, pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah Korem 081/DSJ akan terus berlanjut pada tahap berikutnya. Saat ini pihaknya masih melakukan peninjauan sejumlah lokasi untuk menentukan titik pembangunan yang memenuhi persyaratan.

“Kami telah meninjau beberapa titik sasaran untuk pembangunan tahap berikutnya. Dari hasil peninjauan, ada beberapa lokasi yang belum memenuhi syarat sehingga akan kami cari dan tetapkan titik sasaran yang baru,” katanya. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hujan Deras Picu Longsor di Desa Suluk Madiun, Empat Titik Tutup Jalan Desa

    Hujan Deras Picu Longsor di Desa Suluk Madiun, Empat Titik Tutup Jalan Desa

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Hujan deras pada Senin (30/3/2026) yang mengguyur wilayah Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, memicu tanah longsor di Desa Suluk. Sedikitnya empat titik longsor terjadi di dua dusun dan sempat menutup akses jalan desa pada Senin malam. Pada Selasa (31/3/2026) pagi, warga bersama BPBD serta TNI melakukan kerja bakti guna membersihkan […]

    Bagikan
  • Kemeriahan Festival Jenang Candi 2025, Dari Arak-Arakan Gunungan Hingga Rebutan di Pasar Londo

    Kemeriahan Festival Jenang Candi 2025, Dari Arak-Arakan Gunungan Hingga Rebutan di Pasar Londo

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Desa Candirejo, Magetan, dipenuhi lautan manusia pada Minggu (14/9/2025). Ribuan warga berbondong-bondong mengikuti Andum Berkah Festival Jenang Candi 2025, sebuah tradisi tahunan yang selalu dinanti. Acara dimulai dengan arak-arakan gunungan berisi jenang candi, sayur-mayur hasil bumi, dan kerajinan kulit khas Magetan. Gunungan itu diarak keliling desa sebelum akhirnya dibawa ke Pasar […]

    Bagikan
  • Dua Ular Bersarang di Gudang Rumah Warga, Damkar Butuh 1,5 Jam untuk Evakuasi photo_camera 3

    Dua Ular Bersarang di Gudang Rumah Warga, Damkar Butuh 1,5 Jam untuk Evakuasi

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kepanikan melanda penghuni rumah milik Arif Nugroho di Desa Sugihwaras, Kecamatan Maospati, Magetan. Hal itu setelah seekor ular tiba-tiba ditemukan di dalam gudang penyimpanan barang. Penemuan tersebut bermula saat adik penghuni rumah hendak ke kamar mandi dan melihat sosok yang dikira tokek. Namun setelah dicek justru tampak seekor ular berukuran cukup […]

    Bagikan
  • Hanya Satu dari 29 Dapur MBG di Ngawi yang Kantongi Sertifikat Higienis

    Hanya Satu dari 29 Dapur MBG di Ngawi yang Kantongi Sertifikat Higienis

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi terus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari total 29 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum yang telah dibangun, baru satu yang memiliki Sertifikat Laik Higieni Sanitasi (SLHS). Penanggung jawab Satgas Percepatan Pelaksanaan Program MBG Kabupaten Ngawi, Mokhamad Sodiq Triwidayanto, menyebutkan jumlah dapur […]

    Bagikan
  • Harga Pupuk Subsidi Turun, Tapi di Magetan Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

    Harga Pupuk Subsidi Turun, Tapi di Magetan Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sejumlah petani di Kabupaten Magetan masih mengeluhkan dengan harga pupuk bersubsidi yang dinilai belum turun. Padahal pemerintah pusat telah menetapkan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET). Menanggapi hal itu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Magetan memberikan penjelasan. Staf Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Pupuk Dinas TPHP Magetan, Edy Utomo, mengatakan […]

    Bagikan
  • Koper Calon Jamaah Haji Ponorogo Diberi Tanda Unik, dari Boneka hingga Infus agar Tak Tertukar

    Koper Calon Jamaah Haji Ponorogo Diberi Tanda Unik, dari Boneka hingga Infus agar Tak Tertukar

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pemandangan unik terlihat di Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Ponorogo, Jumat (24/4/2026) pagi. Ratusan koper milik Calon Jamaah Haji (CJH) yang dikumpulkan sebelum dikirim ke Embarkasi Surabaya tampak dihiasi beragam penanda unik. Mulai dari boneka, plastik kresek, kain, bola tenis, hingga gantungan menyerupai infus dipasang di koper para jamaah. Aksesori […]

    Bagikan
expand_less