Papan Nama Stasiun Magetan Rusak, DPUPR : Kalau Ingin Diungkap, Menjadi Ranah Penegak Hukum
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 38
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Kerusakan papan nama “STASIUN MAGETAN” di area depan stasiun yang viral di media sosial akhirnya mendapat tanggapan dari Pemerintah Kabupaten Magetan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magetan menduga kerusakan tersebut akibat aksi vandalisme oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Video kondisi papan nama yang rusak sebelumnya ramai beredar di berbagai platform media sosial. Dalam video tersebut, sejumlah huruf pada tulisan “STASIUN MAGETAN” tampak rusak dan terlepas sehingga memicu beragam komentar dari masyarakat.
Kepala DPUPR Kabupaten Magetan, Muhtar Wakid, mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait kerusakan fasilitas tersebut, baik dari masyarakat maupun media.
“Kami menerima laporan dari teman-teman media juga, bahwa tulisan Stasiun Magetan itu ada aksi vandalisme. Kalau ingin diungkap tentu menjadi ranah penegak hukum,” ujar Muhtar Wakid saat dikonfirmasi, Selasa (19/5/2026).
Meski demikian, Muhtar memastikan kerusakan papan nama akan segera diperbaiki karena proyek penataan kawasan depan stasiun masih berada dalam masa pemeliharaan.
“Karena pekerjaan itu masih dalam masa pemeliharaan, nanti kerusakan itu akan kita perbaiki kembali,” katanya.
Muhtar menilai aksi vandalisme bisa dipicu berbagai faktor, mulai dari kenakalan hingga tindakan mencari perhatian. Namun ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjaga fasilitas umum yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah.
“Yang perlu ditingkatkan adalah kesadaran masyarakat sendiri bahwa itu fasilitas umum. Kalau ada yang salah, jangan fasilitas umum yang menjadi sasaran,” tegasnya.
Ia menjelaskan, kawasan depan Stasiun Magetan merupakan bagian dari penataan akses yang dibangun Pemerintah Kabupaten Magetan sejak era Bupati Suprawoto. Penataan dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna kereta api sekaligus mendukung sektor pendidikan dan pariwisata di Magetan.
Menurut Muhtar, pemerintah daerah telah membebaskan lahan dan membangun akses masuk baru menuju stasiun agar penumpang lebih mudah dan nyaman saat keluar masuk kawasan stasiun.
“Tujuan utamanya memfasilitasi masyarakat agar penumpang yang turun di Stasiun Magetan lebih nyaman,” ujarnya.
Selain itu, Pemkab Magetan juga telah bersurat kepada PT KAI agar area tersebut dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan penumpang kereta api. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





