Aksi Emak-emak Hadang Bus Viral, Polisi Anugerahkan sebagai Duta Lalu Lintas Magetan 2026
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 70
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Aksi berani seorang pengendara sepeda motor yang viral di media sosial berujung apresiasi dari kepolisian. Sri, perempuan yang terekam menghadang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) karena diduga hendak menerobos lampu merah, kini dianugerahi gelar “Duta Lalu Lintas Polres Magetan 2026”.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, dalam audiensi dan mediasi yang digelar pada Selasa (5/5/2026). Penobatan ini menjadi bentuk apresiasi atas keteguhan Sri dalam mematuhi aturan lalu lintas di tengah tekanan di jalan raya.
Peristiwa yang mengundang perhatian publik itu terjadi pada bulan Ramadan lalu di pertigaan Glodoh, Karangrejo, Magetan. Saat itu, Sri berhenti di lampu merah sesuai aturan. Namun, situasi berubah ketika sebuah bus AKAP di belakangnya terus membunyikan klakson, seolah memaksa untuk tetap melaju meski lampu masih merah.
Meski mendapat tekanan, yang bersangkutan tetap bersikukuh tidak bergerak hingga lampu lalu lintas berubah hijau. Sikap tegas tersebut kemudian direkam oleh pengguna jalan lain dan menyebar luas di media sosial, menuai pujian dari masyarakat.
Kapolres Magetan, AKBP Erik Bangun Prakasa, menilai tindakan Sri sebagai contoh nyata kepatuhan dan keberanian dalam berlalu lintas.
“Apa yang dilakukan Ibu Sri adalah bentuk keberanian sekaligus kepatuhan terhadap aturan. Ini menjadi teladan yang sangat baik bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemberian penghargaan tersebut tidak sekadar simbolis, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif akan pentingnya disiplin berlalu lintas.
“Kami berharap kehadiran Duta Lalu Lintas seperti Ibu Sri dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih tertib dan mengutamakan keselamatan di jalan,” tambahnya.
Pasca kejadian viral, kepolisian juga memfasilitasi mediasi antara Sri dan sopir bus. Dalam pertemuan tersebut, pengemudi bus telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
Selain itu, polisi turut memberikan edukasi kepada pengemudi angkutan umum agar lebih mengedepankan kesabaran, tidak memaksakan kehendak di jalan, serta selalu mengutamakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Kisah Sri menjadi pengingat bahwa keselamatan berlalu lintas berawal dari kepatuhan individu. Keteguhannya dalam menghadapi tekanan di jalan justru menjadi inspirasi luas bahwa aturan harus tetap ditegakkan dalam kondisi apa pun.
Kini, sosok sederhana tersebut dipercaya menjadi wajah baru dalam kampanye tertib berlalu lintas di wilayah Magetan. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





