Sejumlah Warga Protes Lapangan Josenan Jadi Lokasi Pembangunan KKMP
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 111
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Sejumlah warga Kelurahan Josenan menyampaikan penolakan terhadap rencana pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di area Lapangan Josenan. Aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada pihak kelurahan dalam pertemuan mediasi yang di Kantor Kelurahan Josenan pada Senin (6/4/2026).
Perwakilan warga, Tri Setiawan mengatakan masyarakat tidak menolak program pemerintah, namun keberatan jika pembangunan koperasi dilakukan secara permanen di lapangan yang selama ini menjadi pusat aktivitas warga.
“Kalau program pemerintah sebenarnya kami setuju. Tapi yang kami tolak adalah pembangunan permanen di Lapangan Josenan. Karena semua kegiatan warga, mulai olahraga sepak bola, voli, sampai kegiatan keagamaan seperti Idul Fitri dan Idul Adha dilakukan di sini,” ujar Tri.
Menurutnya, keberadaan bangunan permanen di lapangan tersebut dikhawatirkan akan mengganggu berbagai aktivitas masyarakat yang selama ini terpusat di lokasi tersebut.
Tri juga menyebutkan bahwa sebelum rencana pembangunan muncul, warga mengaku belum pernah menerima sosialisasi secara langsung terkait proyek tersebut.
“Kalau sebelumnya belum ada sosialisasi sama sekali. Itu yang menjadi kesalahan dari oknum tertentu,” katanya.
Dalam mediasi yang berlangsung di kantor kelurahan, warga dan pemerintah setempat akhirnya menyepakati bahwa rencana pembangunan untuk sementara dipending atau ditunda.
“Pak Lurah menyampaikan sementara ini dipending dulu. Jadi bukan dihentikan, tapi ditunda sambil menunggu musyawarah lagi dengan warga,” jelas Tri.
Meski demikian, warga mengaku siap kembali menyuarakan aspirasi jika pembangunan tersebut tetap dilanjutkan tanpa kesepakatan bersama. “Kalau nanti diteruskan, warga pasti akan melakukan aksi, tapi tidak anarki,” tegasnya.
Sementara itu, Lurah Josenan Sigit Sudarto mengatakan aspirasi warga yang disampaikan saat ini bukan yang pertama. Sebelumnya, pihak kelurahan juga telah menggelar Musyawarah Kelurahan (Muskel) yang melibatkan RT, RW, serta tokoh masyarakat.
“Ini aspirasi warga yang kesekian. Kemarin kita sudah mediasi, sudah Muskul juga, RT, RW dan tokoh masyarakat sudah diundang dan saat itu disepakati,” ujar Sigit.
Ia menjelaskan bahwa program KKMP merupakan program yang harus dijalankan karena merupakan perintah dari pemerintah. Namun, keterbatasan lahan di wilayah perkotaan menjadi kendala utama dalam menentukan lokasi pembangunan.
“Kesulitannya memang soal lahan. Di Josenan ada dua lokasi yang dipertimbangkan. Awalnya kita mengusulkan di Bina Loka, tapi tidak memenuhi syarat karena lebarnya harus 20 meter,” jelasnya.
Karena keterbatasan tersebut, opsi kedua yang dinilai memungkinkan adalah Lapangan Josenan. Penentuan lokasi itu juga telah melalui survei oleh satuan tugas dari Pemerintah Kota Madiun yang melibatkan beberapa organisasi perangkat daerah.
“Satgas dari Pemkot, mulai DLH, PU hingga bagian aset sudah survei lapangan dan lokasi itu disetujui,” katanya.
Meski demikian, pihak kelurahan menegaskan akan kembali menggelar pertemuan dengan masyarakat guna mencari solusi terbaik agar tidak terjadi konflik di tengah warga.
“Intinya kita ingin tidak ada benturan. Nanti akan kita kumpulkan lagi warga untuk musyawarah,” pungkasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez






