Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Puluhan Pasangan Nikah Siri di Ponorogo Disahkan Lewat Sidang Isbat

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
  • visibility 292
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Peserta isbat nikah usia lansia, Foto : Ega Patria – Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Puluhan pasangan yang sebelumnya menikah siri atau hanya secara agama akhirnya mendapatkan pengesahan melalui Sidang Isbat Nikah Massal yang digelar di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Senin (25/08/2025) pukul 10.00 WIB.

Sebanyak 28 pasangan resmi mengajukan pengesahan pernikahan mereka ke Pengadilan Agama. Dari jumlah itu, terdapat pasangan lanjut usia yang sudah menikah siri sejak tahun 1970-an dan kini telah memiliki anak bahkan cucu.

Program Sidang Isbat Nikah Massal di Ponorogo sendiri telah berjalan sejak 2022, dan sejauh ini sudah melegalkan ratusan pasangan. Kepala Kemenag Ponorogo, Mohammad Nurul Huda, menyebut program ini penting untuk memberikan kepastian hukum bagi pasangan dan melindungi hak-hak anak mereka.

Salah satu pasangan, Johan Putra, warga Ponorogo, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Johan bersama istrinya yang berasal dari Batam, Kepulauan Riau, menikah siri sejak tiga tahun terakhir karena terganjal persoalan administrasi dan proses pengadilan yang dianggap berbelit.

“Karena sebelumnya untuk mencari legalitas saya merasa dipersulit. Sudah ikut sidang, tapi selalu diundur-undur, bahkan ada bau-bau calonya juga,” ungkap Johan.

Kini, setelah resmi mengikuti Sidang Isbat, Johan dan istrinya telah memperoleh dokumen pernikahan resmi dari negara. Legalitas itu akan digunakan untuk mengurus akta kelahiran kedua anaknya.

“Sangat terbantu, karena saat ini anak saya dua. Sehingga akan saya gunakan untuk mengurus akta anak,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menegaskan bahwa sidang isbat nikah bukan hanya diperuntukkan bagi pasangan nikah siri, tetapi juga bagi pasangan yang sudah menikah resmi namun belum tercatat negara, maupun bagi yang kehilangan dokumen pernikahan.

“Isbat nikah ini adalah dalam rangka menyisir, jika di bawah itu ada masalah-masalah yang belum sesuai dengan aturan negara dan agama. Maka akan muncul problematika terkait hak anak, hak pasangan, juga waris. Banyak yang harus diselesaikan, dan dua tahun lalu sudah ada ratusan pasangan yang disahkan,” jelas Sugiri.

Melalui program ini, pemerintah daerah berharap tidak ada lagi warga yang terpinggirkan hanya karena terganjal dokumen pernikahan. Legalitas resmi diharapkan mampu memberikan kepastian hukum serta perlindungan bagi generasi berikutnya.

Ega Patria – Sinergia 

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madiun Pilih TPA Kaliabu untuk Program LSDP

    Pemkab Madiun Pilih TPA Kaliabu untuk Program LSDP

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 1.361
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun akhirnya mengarahkan rencana pembangunan kawasan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) untuk program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) ke kawasan TPA Kaliabu. Keputusan itu diambil setelah rencana penempatan TPST di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, memicu penolakan dan friksi di tengah masyarakat. Kepastian tersebut mengemuka saat Pemkab Madiun menerima […]

    Bagikan
  • Alasan Keperluan Bisnis, 4 WNA Dideportasi Imigrasi Madiun

    Alasan Keperluan Bisnis, 4 WNA Dideportasi Imigrasi Madiun

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Sebanyak 4 Warga Negara Asing Sepanjang tahun 2024 dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun. Ke empat WNA itu yakni dari 2 Warga Negara Malaysia, 1 Warga Negara Korea Selatan, dan 1 Warga Negara Ukraina Kasubsi Informasi dan Komunikasi Aditya Yusuf membeberkan modus pelanggaran penyalahgunaan izin yang dilakukan […]

    Bagikan
  • KPK Geledah Kantor Uler Raya, Diduga Terkait Kasus Korupsi Fee Proyek dan CSR

    KPK Geledah Kantor Uler Raya, Diduga Terkait Kasus Korupsi Fee Proyek dan CSR

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 1.569
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan rangkaian penggeledahan di wilayah Kota dan Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Senin (6/4/2026). Selain menggeledah rumah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Madiun, Noor Aflah, tim penyidik juga menyasar kantor kontraktor PT Uler Raya Indonesia yang berlokasi di Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. […]

    Bagikan
  • Menjelang Lebaran, Gas Elpiji 3 Kilogram di Ngawi Langka, Warga Terpaksa Beralih ke Kayu Bakar

    Menjelang Lebaran, Gas Elpiji 3 Kilogram di Ngawi Langka, Warga Terpaksa Beralih ke Kayu Bakar

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Sudah lebih dari dua pekan, warga kesulitan mendapatkan gas melon tersebut di tingkat pengecer. Hal itu membuat sebagian dari warga terpaksa kembali menggunakan kayu bakar untuk kebutuhan memasak sehari-hari. Di Desa Wonokerto, Kecamatan […]

    Bagikan
  • Polres Magetan Tanamkan Budaya Tertib Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

    Polres Magetan Tanamkan Budaya Tertib Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya membangun kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia dini dilakukan Polres Magetan. Melalui Unit Kamsel Satlantas, program Police Goes to School dengan konsep Polisi Sahabat Anak digelar di RA Roudhotul Jannah dan TK PGRI Panekan, Kecamatan Panekan. Kegiatan edukatif itu dipimpin Kanit Kamsel Satlantas Polres Magetan, Ipda Anjas Wisudarto, bersama anggotanya. […]

    Bagikan
  • Satgas Pangan Cek Harga Beras di Pasar Pagotan, Pastikan Sesuai HET

    Satgas Pangan Cek Harga Beras di Pasar Pagotan, Pastikan Sesuai HET

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Satuan Tugas Pangan (Satgas Pangan) Polres Madiun memastikan harga beras di Pasar Pagotan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET). Pengecekan harga dan ketersediaan beras tersebut dilakukan bersama Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro serta Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Madiun, Jumat (11/9/2026). Kasat Reskrim […]

    Bagikan
expand_less