Bocah 4 Tahun yang Hilang Ditemukan Tenggelam di Bekas Galian C, Keluarga Histeris
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 268
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — Bocah berusia 4 tahun, Rizuka Putra Ramadhan, yang dilaporkan hilang sejak Senin (13/4/2026), ditemukan meninggal dunia setelah sekitar 20 jam pencarian bekas tambang galian C di Desa Tulung, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.
Korban ditemukan pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB di kubangan bekas galian C yang berjarak sekitar 60 hingga 100 meter dari rumahnya. Jasad korban muncul dari kedalaman sekitar 4 meter saat petugas melakukan penyisiran menggunakan perahu karet dengan metode manuver.
Proses pencarian melibatkan tim gabungan dari BPBD, Brimob, SAR, serta warga setempat. Evakuasi jenazah dilakukan tak lama setelah korban ditemukan, kemudian dibawa ke rumah duka.
Tangis histeris keluarga pecah saat jenazah korban tiba di rumah duka. Korban diketahui merupakan anak kedua dari pasangan Slamet dan Suwarni.
Kapolsek Saradan AKP Sukoco mengatakan, korban terakhir kali terlihat berada di rumah sekitar pukul 14.30 WIB pada Senin (13/4/2026). Saat itu, korban ditinggal ibunya yang tengah mencuci di bagian belakang rumah.
“Sekitar 15 menit kemudian, anak tersebut sudah tidak ada di dalam rumah saat dicari oleh ibunya,” ujar AKP Sukoco, Selasa (14/4/2026).
Ia menambahkan, penemuan korban merupakan hasil kerja sama tim gabungan dan masyarakat yang turut membantu pencarian sejak hari pertama laporan diterima.
“Berkat usaha dan doa dari semua pihak, baik dari Brimob, BPBD, SAR, dan masyarakat, korban akhirnya ditemukan di belakang rumah, di area bekas galian yang masih tergenang air,” katanya.
Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim Inafis Polres Madiun dan tenaga medis untuk memastikan penyebab kematian korban.
Peristiwa ini kembali menjadi sorotan terkait keberadaan bekas galian C yang tidak dikelola dengan baik. Lokasi tersebut diketahui sudah dua kali memakan korban jiwa.
Pada 2025 lalu, kejadian serupa juga menimpa seorang siswa sekolah dasar yang terpeleset saat bermain di sekitar area galian dan tenggelam.
Pihak kepolisian mengimbau agar pemerintah desa setempat segera mengambil langkah penanganan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





