Pemkab Madiun Genjot RTLH dan Aspal Jalan 700 Meter di Bancong, Dorong Ekonomi Warga
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 52
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun terus menggenjot pengentasan kemiskinan dan peningkatan infrastruktur melalui program Bahana Bersahaja (Bakti Harmoni Madiun Bersih, Sehat, dan Sejahtera). Salah satu fokus utama adalah perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta pengaspalan jalan di Desa Bancong, Kecamatan Wonoasri, Rabu (15/4/2026).
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan bahwa program RTLH menjadi indikator penting dalam upaya menekan angka kemiskinan di daerah.
“Rumah layak huni menjadi syarat dasar keluar dari kemiskinan. Kalau rumahnya belum layak, berarti masih masuk kategori miskin,” ujarnya saat meninjau lokasi.
Ia menyebut, capaian program RTLH di Desa Bancong menunjukkan progres signifikan. Dari total ratusan rumah, kini hanya tersisa satu rumah yang masih dalam kategori tidak layak huni.
“Dari sekitar 591 rumah di Kecamatan Wonoasri ini, di Desa Bancong tinggal satu yang belum layak. Ini akan segera kita selesaikan,” jelasnya.

Selain RTLH, Pemkab Madiun juga memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pengaspalan jalan sepanjang 700 meter tengah dilakukan di Desa Bancong dan akan dilanjutkan hingga menghubungkan ke wilayah Plumpung dan Wonoasri sampai tembus jalan raya.
Menurut Bupati, perbaikan akses jalan menjadi kunci dalam memperlancar aktivitas ekonomi warga, terutama bagi petani dan pelaku usaha.
“Kalau jalannya bagus, aktivitas usaha masyarakat juga lebih mudah. Akses ke sawah lancar, distribusi hasil pertanian juga lebih cepat,” katanya.
Namun demikian, ia menegaskan pembangunan dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
“Semua jalan akan kita perbaiki, tapi memang bertahap. Kami mohon masyarakat juga aktif melaporkan jika ada jalan yang perlu diperbaiki,” tambahnya.
Program Bahana Bersahaja juga turut menghadirkan layanan kesehatan langsung ke masyarakat serta pelayanan publik lainnya.
Bupati berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat, terutama melalui budaya gotong royong, dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan di wilayah pedesaan.
“Kalau gotong royong terbangun, semua persoalan bisa cepat ditangani, termasuk kesehatan dan kondisi sosial masyarakat,” pungkasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





