227 Calon Jemaah Haji Kota Madiun Siap Berangkat, 23 ASN Ajukan Cuti
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 64
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Sebanyak 227 jemaah haji asal Kota Madiun mengikuti doa bersama dalam rangka pamitan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Kegiatan tersebut digelar di Rumah Dinas Wali Kota Madiun, Selasa (21/4/2026), dan dihadiri jajaran Forkopimda serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak terkait.
Dari total jemaah, sebanyak 23 orang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun. Seluruh ASN yang berangkat dipastikan telah mendapatkan izin cuti selama menjalankan ibadah haji.
Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, menyampaikan bahwa para jemaah dijadwalkan berangkat pada 27 April 2026 dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan kelancaran perjalanan para jemaah.
“Semoga seluruh jemaah haji dari Kota Madiun diberi kelancaran, kesehatan, sampai di Mekah dengan selamat, dan kembali menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dan mental menjelang keberangkatan. Menurutnya, ibadah haji membutuhkan kesiapan energi dan kesehatan yang prima, mengingat rangkaian ibadah yang cukup panjang.
“Jaga kesehatan, jaga kekuatan batin, dan ikuti seluruh arahan pembimbing selama di sana,” tambahnya.
Terkait ASN yang berangkat, Bagus memastikan seluruh tugas telah didelegasikan kepada pejabat atau pegawai yang ditunjuk. Masa cuti haji bagi ASN diperkirakan berlangsung selama 42 hari.
“Ya kalau untuk kinerja, semua karena sudah didelegasikan, ini sudah semuanya dikoordinasikan. Jadi yang berangkat haji bisa fokus lebih dulu disana,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenhaj Kota Madiun, Datik Ardiyah, mengingatkan jemaah untuk memperhatikan ketentuan barang bawaan. Ia menegaskan bahwa koper besar akan dikumpulkan pada Minggu (26/4/2026) pukul 08.30–11.00 WIB.
“Jemaah diminta tidak membawa barang terlarang. Gunting atau cairan tertentu harus sesuai aturan dan di koper besar. Untuk cairan seperti kosmetik, maksimal 100 ml. Bahkan madu juga tidak diperbolehkan dibawa dalam koper,” jelasnya.
Selain itu, ia mengingatkan agar tas paspor selalu dibawa secara terpisah dan tidak dimasukkan ke dalam koper besar, guna menghindari kendala saat proses keberangkatan di bandara.
Datik juga mengimbau jemaah untuk menjaga kondisi fisik dan tidak terlalu lelah menjelang keberangkatan, termasuk mengurangi aktivitas walimatussafar yang berlebihan.
“Persiapkan hati, pikiran, dan kesehatan. Fokus pada ibadah haji agar dapat menjalankannya dengan maksimal,” pungkasnya.
Doa bersama ini menjadi momentum penting bagi para jemaah untuk memantapkan kesiapan sebelum berangkat ke Tanah Suci, sekaligus mempererat dukungan dari pemerintah dan masyarakat Kota Madiun. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





