Berita Terkini
Trending Tags

“Sarapan Pecel” Resmi Diluncurkan, Layanan Adminduk Madiun Kian Cepat, Gratis, dan Dekat

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • visibility 220
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Layanan administrasi kependudukan kini hadir di desa, cepat dan gratis. (27/4/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun meluncurkan inovasi layanan publik bertajuk “Sarapan Pecel” yang langsung menyita perhatian masyarakat. Program ini resmi diperkenalkan oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto di Pendopo Muda Graha, Senin (27/4/2026), dengan tujuan memangkas birokrasi dan mendekatkan layanan administrasi kependudukan hingga ke tingkat desa. Turut hadir Wakil Bupati Madiun, PLT Sekda sekaligus kepala Dukcapil dan para Kepala Desa se-Kabupaten Madiun guna nantinya mensosialisasikan kepada masyarakat.

“Sarapan Pecel” merupakan Sistem Administrasi Kependudukan Terdepan di Pedesaan, Pelayanan Efektif, Cepat, dan Langsung Terlayani. Lewat program ini, masyarakat kini tak perlu lagi jauh-jauh ke kantor pusat pemerintahan untuk mengurus dokumen seperti KTP, KK, hingga akta pencatatan sipil.

“Sekarang mengurus identitas diri bisa langsung di desa. Hampir semua desa sudah siap melayani, hanya beberapa dokumen yang memang tetap harus ke Dukcapil,” ujar Hari Wuryanto.

Inovasi ini tidak hanya mempermudah, tetapi juga menghemat biaya masyarakat. Warga tidak lagi harus mengeluarkan ongkos transportasi untuk datang ke kantor dinas. Semua layanan ditegaskan gratis, selama sesuai prosedur.

Namun, Bupati juga memberi peringatan tegas agar kemudahan ini tidak disalahgunakan. Ia menekankan pentingnya kejujuran dalam pengajuan data serta menghindari praktik manipulasi.

“Jangan sampai datanya dibuat-buat. Kalau KTP hilang terus dicetak berulang-ulang dengan sengaja, itu tidak dibenarkan. Masyarakat harus tetap bertanggung jawab,” tegasnya.

Image Not Found
Pemerintah Kabupaten Madiun luncurkan inovasi layanan publik “Sarapan Pecel”, (27/4/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto, menjelaskan bahwa program ini menjadi bagian dari transformasi besar pelayanan publik. Saat ini, telah tersedia 206 gerai layanan administrasi kependudukan di desa dan kelurahan.

“Total ada 22 jenis dokumen yang bisa diurus, mulai dari KTP, KK, akta kelahiran, pindah datang, hingga perubahan data,” jelasnya.

Selain layanan langsung di desa, Pemkab Madiun juga mengintegrasikan layanan digital seperti IKD (Identitas Kependudukan Digital) dan Senopati (Sistem Online Pelayanan Adminduk Terintegrasi) yang bisa diakses 24 jam. Namun, bagi masyarakat yang tidak memiliki gawai, layanan desa tetap menjadi solusi utama.

Menariknya, program ini juga menyasar kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas. Petugas Dukcapil akan turun langsung ke rumah warga untuk memberikan pelayanan secara by name by address.

“Kami datangi satu per satu bagi yang tidak mampu datang. Ini bentuk komitmen pelayanan inklusif,” tambah Sigit.

Dari sisi kesiapan infrastruktur, seluruh desa disebut telah melalui uji coba jaringan dan dipastikan bebas dari kendala koneksi. Sementara itu, capaian aktivasi IKD di Kabupaten Madiun juga terbilang tinggi yakni sudah mencapai lebih dari 20 persen di atas rata-rata nasional.

Dengan inovasi “Sarapan Pecel” ini, Pemkab Madiun berharap pelayanan publik semakin cepat, transparan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga pelosok desa. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panen Perdana, Wisatawan Serbu Kebun Kelengkeng Madigondo Magetan, Bisa Petik Sendiri

    Panen Perdana, Wisatawan Serbu Kebun Kelengkeng Madigondo Magetan, Bisa Petik Sendiri

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kebun kelengkeng yang dikelola Pemerintah Desa Madigondo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, menarik perhatian publik setelah untuk pertama kalinya membuka wisata petik buah. Baru dibuka beberapa jam, 10 dari 120 pohon yang siap panen langsung ludes dipetik pengunjung Rabu (7/1/2026). Wisatawan tidak hanya datang dari Magetan, tetapi juga dari Madiun, Ngawi, hingga […]

    Bagikan
  • TPA Overload, Sampah Cemari Irigasi Sawah Warga Mrican

    TPA Overload, Sampah Cemari Irigasi Sawah Warga Mrican

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Warga Desa Mrican, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, kembali dibuat resah akibat pencemaran sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mrican yang meluber hingga mencemari aliran sungai sekaligus saluran irigasi persawahan. Kejadian ini kembali terulang pada Jumat (16/05/2025), sekitar pukul 11.00 WIB, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Tumpukan sampah yang terbawa aliran […]

    Bagikan
  • Viral !!! Minibus Tabrak Deretan Motor Parkir, Pelaku Langsung Kabur

    Viral !!! Minibus Tabrak Deretan Motor Parkir, Pelaku Langsung Kabur

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Insiden tabrak lari terjadi di halaman parkir depan salah satu minimarket dekat Lanud Iswahjudi, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, pada Minggu (12/10/2025) sekitar pukul 15.30 WIB. Sebuah mobil minibus berwarna silver menabrak deretan sepeda motor yang terparkir, lalu melarikan diri ke arah barat. Peristiwa ini sempat terekam kamera CCTV minimarket yang membuat […]

    Bagikan
  • Datangi Keluarga Korban, Wabup Madiun Atensi Proses Pencarian Bersama Basarnas

    Datangi Keluarga Korban, Wabup Madiun Atensi Proses Pencarian Bersama Basarnas

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi mendatangi keluarga korban rumah ambles di Desa/Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun Sabtu malam (15/3/2025). Didampingi Kepala Pelaksana BPBD Camat dan Kapolsek Dagangan, Wabup Madiun bertemu langsung dengan Triani (65) istri korban Wahyudiono. Isak tangis dari keluarga korban terpancar di temui Wabup Madiun dan berharap korban Wahyudiono […]

    Bagikan
  • Ratusan Umat Kampung Budha Khusyuk, Tangis Haru Iringi Momen Saling Memaafkan

    Ratusan Umat Kampung Budha Khusyuk, Tangis Haru Iringi Momen Saling Memaafkan

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Siapa sangka, di ujung barat Kabupaten Ponorogo terdapat sebuah kampung yang mayoritas warganya memeluk agama Budha. Dusun Sodong, yang berada di Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, kerap disebut sebagai “Kampung Budha” karena jumlah umat Budha di kawasan ini cukup besar. Di dusun ini berdiri satu vihara yang menjadi pusat ibadah […]

    Bagikan
  • Gerbong Kertapati, Daya Tarik Monumen Soco yang Menyimpan Luka Sejarah

    Gerbong Kertapati, Daya Tarik Monumen Soco yang Menyimpan Luka Sejarah

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di area Monumen Soco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, sebuah gerbong kereta uap berwarna perak dan hitam menjadi pusat perhatian setiap pengunjung. Gerbong yang dikenal dengan nama Gerbong Kertapati itu bukan sekadar benda tua, melainkan saksi bisu tragedi Madiun 1948 saat pemberontakan PKI yang merenggut ratusan nyawa. Juru kunci Monumen Soco, Ahmad […]

    Bagikan
expand_less