Berita Terkini
Trending Tags

Padang Mbranang 2026 Sedot Ribuan Pengunjung, Festival Digital Madiun Siap Hadir dengan Konsep Baru Tahun Depan

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
  • visibility 41
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Festival digital Madiun siap hadir lebih spektakuler. Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Gelaran Padang Mbranang 2026 sukses menjadi magnet wisata baru dalam rangka Hari Jadi Kota Madiun ke-108. Festival seni digital yang digelar di kawasan Pahlawan Street Center (PSC) pada 24–26 Juli 2026 itu dipadati ribuan pengunjung yang datang untuk menikmati pertunjukan video mapping, digital art experience, permainan cahaya, hingga karya visual kreatif berbasis teknologi.

Selama tiga hari penyelenggaraan, kawasan pusat Kota Madiun dipenuhi masyarakat dari berbagai daerah. Antusiasme pengunjung bahkan melampaui perkiraan panitia, sehingga sejumlah titik harus menerapkan sistem buka-tutup demi menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan perdana festival tersebut. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah aspek teknis yang akan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan tahun berikutnya.

“Karena ini sebagai event pertama sekaligus kita anggap terbesar se-Asia Tenggara, tentu masih ada beberapa evaluasi untuk penyempurnaan. Tahun depan kami siapkan konsep yang berbeda dan lebih baik,” ujarnya.

Menurut Bagus, perkembangan teknologi yang sangat cepat menjadi alasan mengapa konsep Padang Mbranang akan terus diperbarui setiap tahun. Jika tahun ini menghadirkan tambahan Digital Art Experience, maka pada penyelenggaraan berikutnya diharapkan muncul inovasi baru yang memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung.

Image Not Found
Video mapping dan seni digital tarik wisatawan ke Madiun. Foto : Kris-Sinergia

Tak hanya menjadi hiburan, pemerintah juga berharap festival ini mampu melahirkan talenta-talenta kreatif dari Kota Madiun.

“Saya berharap tahun depan sudah mulai muncul kreator-kreator dari Madiun yang memiliki karya sendiri. Kemarin sudah ada peserta dari SMA Negeri 1 Madiun yang berhasil masuk final. Ini akan terus kami dorong agar semakin banyak content creator dan kreator digital dari Kota Madiun,” katanya.

Selama penyelenggaraan Padang Mbranang, aktivitas di pusat kota berlangsung sangat ramai. Bagus menyebut seluruh rangkaian acara Hari Jadi Kota Madiun berhasil menarik masyarakat dari luar daerah.

“Selama tiga hari ini Madiun penuh dikunjungi masyarakat dari luar kota. Semua kegiatan berada di kawasan Jalan Pahlawan sehingga pengunjung bisa menikmati seluruh rangkaian acara sekaligus,” ungkapnya.

Meski belum ada angka resmi jumlah wisatawan, pemerintah memperkirakan setiap lokasi kegiatan dipadati lebih dari 10 ribu pengunjung. Selain itu, tercatat sekitar 120 bus wisata datang ke Kota Madiun selama tiga hari pelaksanaan, belum termasuk wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi.

Ramainya kunjungan tersebut turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Menurut Bagus, para pedagang kaki lima, pelaku UMKM, hingga jasa parkir merasakan peningkatan pendapatan selama festival berlangsung.

“Kegiatan seperti ini memang kami harapkan selalu berdampak pada ekonomi masyarakat. Pedagang di PSC, Alun-alun, hingga kawasan stadion semuanya mengaku dagangannya laris,” tuturnya.

Sementara itu, Yedutun Linus Suwarno, Inisiator Padang Mbranang sekaligus Founder Imajiwa Creative Studio, mengaku terkejut melihat antusiasme masyarakat yang jauh melampaui ekspektasi.

“Setelah tiga hari ini cukup shock. Antusias masyarakat luar biasa dan benar-benar di luar prediksi kami. Semoga tahun depan persiapannya lebih matang,” katanya.

Ia berharap Padang Mbranang tidak hanya menjadi ajang kompetisi tingkat Asia, tetapi dapat berkembang menjadi festival berskala global dengan peserta yang lebih banyak serta pengalaman visual yang semakin menarik.

Image Not Found
Padang Mbranang 2026 meriahkan kota Madiun. Foto : Kris-Sinergia

“Ke depan kami ingin open call lebih panjang, pesertanya tidak hanya se-Asia tetapi bisa terbuka secara global. Kami juga ingin menghadirkan pengalaman baru, termasuk kemungkinan video mapping di gedung-gedung lain sehingga setiap tahun selalu ada hal yang berbeda,” ujarnya.

Selain itu, Yedutun berharap penyelenggaraan festival mampu menjadi ruang belajar bagi generasi muda Kota Madiun untuk mengembangkan kemampuan di bidang seni digital dan video mapping.

Menurutnya, keberhasilan salah satu peserta asal Madiun yang berhasil menembus babak final menjadi motivasi bagi pelajar dan komunitas kreatif lokal untuk lebih berani berkarya.

“Kami ingin membuat program sosialisasi maupun pelatihan bagi siswa SMP, SMA, maupun komunitas kreatif agar semakin banyak yang tertarik masuk ke dunia video mapping. Siapa tahu tahun depan justru juaranya dari Kota Madiun sendiri,” katanya.

Salah satu titik yang paling banyak menarik perhatian adalah Digital Art Experience di area bawah tanah PSC. Tingginya jumlah pengunjung membuat panitia harus menerapkan pembatasan kapasitas karena lokasi tersebut sempat mengalami lonjakan pengunjung.

“Awalnya kami khawatir masyarakat kurang tertarik karena lokasinya di bawah tanah. Ternyata justru overload. Ini menjadi evaluasi agar tahun depan fasilitas dan sirkulasi pengunjung bisa dibuat lebih baik,” pungkas Yedutun.

Keberhasilan Padang Mbranang 2026 menunjukkan bahwa perpaduan teknologi, seni, dan ruang publik mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus penggerak ekonomi daerah. Dengan berbagai evaluasi dan rencana pengembangan, festival ini diharapkan terus berkembang sebagai agenda unggulan Kota Madiun yang mampu menarik perhatian dunia. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisah Hadi Nasirin Tangkar Ayam Hutan Hijau yang Kian Langka

    Kisah Hadi Nasirin Tangkar Ayam Hutan Hijau yang Kian Langka

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Di tengah kekhawatiran akan punahnya populasi ayam hutan hijau (Gallus varius) di alam liar, sebuah kisah inspiratif datang dari Desa Kentangan, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan. Hadi Nasirin (34), yang sehari-hari bekerja sebagai pencari barang bekas, sukses menangkarkan ayam endemik khas Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara tersebut di pekarangan rumahnya. […]

    Bagikan
  • Aksi May Day 2026 di Kota Madiun, Buruh Soroti Kesenjangan Upah hingga Tarif Ojol

    Aksi May Day 2026 di Kota Madiun, Buruh Soroti Kesenjangan Upah hingga Tarif Ojol

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Puluhan buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR) menggelar aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada Jumat (1/5/2026) di Alun-alun Kota Madiun. Aksi berlangsung dengan pengawalan ketat dari personel Polres Madiun Kota dan TNI. Momentum Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap 1 Mei memang menjadi ajang […]

    Bagikan
  • Pria 40 Tahun Asal Bandung Meninggal Di Dalam Kos, Ini Dugaan Penyebabnya

    Pria 40 Tahun Asal Bandung Meninggal Di Dalam Kos, Ini Dugaan Penyebabnya

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Warga di lingkungan RT 24 Kelurahan Winongo Kecamatan Manguharjo Kota Madiun dikejutkan dengan meninggalnya salah satu penghuni kost pada Senin (14/04/2025) petang. Korban diketahui bernama Rendra Christanto Stiawan warga Desa Margaasih Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung Jawa Barat. Polsek Manguharjo serta tim Inafis Polres Madiun Kota melakukan olah tempat kejadian perkara […]

    Bagikan
  • Remaja di Magetan Jadi Korban Pengeroyokan Diduga Geng Motor, Polisi Perketat Patroli

    Remaja di Magetan Jadi Korban Pengeroyokan Diduga Geng Motor, Polisi Perketat Patroli

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Aksi brutal geng motor kembali meresahkan warga Kabupaten Magetan. Seorang remaja berinisial GA (15) menjadi korban pengeroyokan di Jalan Raya Ngariboyo–Parang, tepatnya di Desa Joketro, Kecamatan Parang, Kamis (06/11/2025) dini hari. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Peristiwa bermula sekitar pukul 01.00 […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Ubah Pasar Pahingan Jadi Sentra UMKM, Pasar Hewan Kemana ?

    Pemkab Magetan Ubah Pasar Pahingan Jadi Sentra UMKM, Pasar Hewan Kemana ?

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, berencana mengubah fungsi Pasar Pahingan atau Pasar Hewan Maospati menjadi pusat kuliner dan UMKM (foodcourt). Langkah ini dilakukan guna mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut serta mendukung aktivitas perguruan tinggi yang berada tidak jauh dari lokasi pasar. Rencana tersebut disampaikan oleh Penjabat (Pj) Bupati […]

    Bagikan
  • Makin Semrawut, Pemkot Madiun Tertibkan Kabel Fiber Optik

    Makin Semrawut, Pemkot Madiun Tertibkan Kabel Fiber Optik

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Upaya penataan Kota Madiun terus dimasifkan. Salah satunya melalui penertiban jaringan kabel udara yang selama ini tampak semrawut di sejumlah ruas jalan. Diskominfo Kota Madiun bersama Dinas Perkim, Satpol PP, dan Dishub turun langsung melakukan penertiban kabel fiber optic yang dinilai mengganggu estetika kota. Kegiatan penertiban berlangsung di kawasan Tugu […]

    Bagikan
expand_less