Lonjakan Penumpang Libur May Day, KAI Daop 7 Madiun Perketat Pengecekan Lintas
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 51
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun — Lonjakan penumpang terjadi di wilayah Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun selama libur panjang Hari Buruh 2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat puluhan ribu pelanggan memadati stasiun sejak H-1 libur. Hal itu mendorong peningkatan pengawasan operasional di lapangan.
Pada Kamis (30/4/2026), total 17.054 penumpang kereta api jarak jauh tercatat menggunakan layanan, terdiri dari 8.154 penumpang berangkat dan 8.900 penumpang datang. Kepadatan berlanjut pada Jumat (1/5/2026) dengan 14.290 penumpang, masing-masing 7.089 keberangkatan dan 7.201 kedatangan.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyebut lonjakan ini mencerminkan tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api saat libur panjang.
“Volume penumpang meningkat signifikan sejak H-1 libur. Kereta api masih menjadi pilihan utama karena faktor ketepatan waktu dan kenyamanan,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Mengantisipasi peningkatan tersebut, KAI Daop 7 Madiun memperketat pengecekan sarana dan prasarana guna memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan. Pengawasan dilakukan langsung oleh jajaran manajemen.
Deputy Vice President Daop 7 Madiun, Alam Prasetyo, turun ke lapangan melakukan inspeksi di sejumlah stasiun strategis, antara lain Stasiun Magetan, Ngawi, Geneng, Kedunggalar, dan Walikukun. Pemeriksaan mencakup fasilitas pelayanan stasiun hingga administrasi perjalanan kereta api (perka).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh aspek operasional berjalan sesuai standar, terutama di tengah lonjakan penumpang yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan perjalanan.
Dalam pengecekan tersebut, petugas juga diinstruksikan meningkatkan kewaspadaan dan disiplin menjalankan prosedur operasional. KAI menegaskan bahwa keandalan sarana dan kesiapan petugas menjadi kunci menjaga perjalanan tetap aman dan tepat waktu selama periode padat.
Sementara itu, data hingga Sabtu (2/5/2026) menunjukkan sejumlah stasiun menjadi titik terpadat mobilitas penumpang. Stasiun Madiun mencatat volume tertinggi dengan 5.650 penumpang berangkat dan 6.273 penumpang datang. Disusul Stasiun Kediri (2.035 berangkat, 1.842 datang), Blitar (1.219 berangkat, 1.579 datang), Jombang (1.208 berangkat, 1.427 datang), dan Tulungagung (1.076 berangkat, 1.210 datang).
KAI Daop 7 Madiun mengimbau penumpang untuk datang lebih awal ke stasiun guna menghindari keterlambatan akibat kepadatan. Di tengah lonjakan ini, perusahaan memastikan seluruh perjalanan tetap mengutamakan keselamatan, keamanan, dan ketepatan waktu. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





