Rabu, 4 Nov 2026
Trending Tags

Pelatihan Metode GASING Diluncurkan di Magetan, Perkuat Fondasi Numerasi Sejak Dini

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
  • visibility 339
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pelatihan metode GASING di Magetan perkuat numerasi siswa sejak dini, (4/5/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya kemampuan numerasi siswa, terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Magetan. Salah satunya melalui peluncuran pelatihan pendidikan berjenjang metode GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) yang digelar di Pendopo Surya Graha, Senin (4/5/2026).

Program ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta praktisi pendidikan. Pelatihan akan berlangsung selama 17 hari dan dipusatkan di SMP Negeri 1 Magetan, dengan menghadirkan 13 pelatih dari Gasing Academy. Peserta pelatihan terdiri dari guru perwakilan dari tiap kecamatan, serta puluhan siswa jenjang SD dan SMP yang turut dilibatkan dalam praktik pembelajaran.

Metode GASING sendiri dikenal sebagai pendekatan belajar matematika yang menekankan pemahaman konsep secara bertahap, dari yang paling sederhana hingga kompleks. Dalam penerapannya, siswa tidak hanya diajak menghitung, tetapi juga memahami logika di balik setiap proses, melalui cara yang interaktif, menyenangkan, dan jauh dari kesan menakutkan.

Rektor Universitas Negeri Surabaya, Nurhasan, menilai program ini sebagai langkah strategis untuk menjawab persoalan rendahnya numerasi siswa di Indonesia.

“Ini program luar biasa hasil kolaborasi berbagai pihak. Fakta di lapangan menunjukkan kemampuan matematika siswa masih rendah. Ini sinyal kuat bahwa numerasi harus menjadi perhatian utama agar generasi kita mampu bersaing,” ujarnya.

Ia menambahkan, metode GASING telah melalui berbagai kajian dan bahkan mendapat perhatian hingga ke luar negeri. Karena itu, pelaksanaan di Magetan juga akan menjadi bahan penelitian lanjutan untuk mengukur efektivitasnya secara lebih mendalam.

Sementara itu, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Febrian Alphyanto Ruddyard, menegaskan pentingnya penguatan numerasi sebagai fondasi utama peningkatan kualitas pendidikan, termasuk dalam mendongkrak skor Programme for International Student Assessment (PISA).

Image Not Found
Guru dan siswa ikuti pelatihan GASING di Pendopo Surya Graha, (4/5/2026), Foto : Kus-Sinergia

“Numerasi adalah dasar kemampuan akademik. Tantangannya, banyak siswa sudah merasa takut duluan dengan matematika. Metode GASING menawarkan pendekatan yang sederhana dan menyenangkan, sehingga anak-anak bisa lebih mudah memahami dan tidak lagi takut,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa kemampuan dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian harus dikuasai sejak dini, agar tidak menjadi hambatan dalam pembelajaran di jenjang berikutnya.

Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menyambut baik pelaksanaan program ini sebagai langkah konkrit meningkatkan mutu pendidikan di daerah. Menurutnya, penguatan numerasi merupakan kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani.

“Pemerintah daerah tentu sangat mendukung program ini. Kami berharap melalui pelatihan metode GASING, para guru bisa mengajarkan matematika dengan cara yang lebih mudah dipahami dan menyenangkan, sehingga anak-anak kita tidak lagi takut belajar angka,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran guru sebagai ujung tombak keberhasilan program. Dengan pelatihan ini, para pendidik diharapkan mampu mengimplementasikan metode GASING secara optimal di kelas masing-masing.

“Ini investasi jangka panjang. Kalau dasar numerasi anak-anak kita kuat, maka ke depan mereka akan lebih siap menghadapi tantangan pendidikan maupun dunia kerja,” tambahnya.

Melalui pelatihan ini, Magetan diharapkan menjadi salah satu daerah percontohan dalam penerapan metode GASING. Tidak hanya meningkatkan kemampuan berhitung, pendekatan ini juga diharapkan mampu membangun kepercayaan diri siswa serta mengubah persepsi bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit.

Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, akademisi, dan praktisi pendidikan, program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang numerasi. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lagi dan Lagi, Arus Lalu Lintas di Jalan Protokol Magetan Akan Berubah

    Lagi dan Lagi, Arus Lalu Lintas di Jalan Protokol Magetan Akan Berubah

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Magetan melakukan perencanaan perubahan arus lalu lintas di beberapa ruas jalan utama. Kebijakan ini tengah dikaji melalui konsultasi publik yang melibatkan berbagai pihak terkait. Kepala Dishub Kabupaten Magetan, Welly Kristanto, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menciptakan ketertiban, kenyamanan, dan keselamatan berlalu […]

    Bagikan
  • Pelaku Order Fiktif Dijerat Pasal 379 KUHP, Terancam 3 Bulan Penjara

    Pelaku Order Fiktif Dijerat Pasal 379 KUHP, Terancam 3 Bulan Penjara

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Satreskrim Polres Madiun Kota menindaklanjuti kasus penipuan dengan modus order fiktif yang dilakukan oleh Natilda Alira warga Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Dalam konferensi pers pada Jumat (16/05/2025), Kasat Reskrim AKP Agus Setiawan didampingi Kasi Humas Polres Madiun Kota, mengungkapkan perempuan 21 tahun tersebut telah ditetapkan sebagai […]

    Bagikan
  • Kabur dari Lapas, Tertangkap di Pati, Akhir Pelarian Napi Madiun

    Kabur dari Lapas, Tertangkap di Pati, Akhir Pelarian Napi Madiun

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pelarian narapidana Lapas Kelas I Madiun berinisial Y berakhir. Setelah sepekan menjadi buronan, narapidana kasus pemalsuan dokumen tersebut berhasil ditangkap tim gabungan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 06.00. Y sebelumnya melarikan diri dari Lapas Kelas I Madiun pada Rabu (1/7/2026) lalu. Berdasarkan dugaan sementara, warga Surabaya […]

    Bagikan
  • Baru 10 Hari Kerja di Bali, 4 Warga Magetan Tewas Tertimbun Tanah Longsor

    Baru 10 Hari Kerja di Bali, 4 Warga Magetan Tewas Tertimbun Tanah Longsor

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Sebanyak 4 warga Kabupaten Magetan dilaporkan menjadi korban bencana alam tanah longsor di Jalan Kendedes, Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, Senin (20/1/2025) pukul 06.30 WITA. Keempatnya tercatat sebagai warga Dusun Sruwuh, Desa Pragak, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Mereka adalah Didik (25), Kisno (50), Dwi (25), dan Sarip (50). […]

    Bagikan
  • Rupiah Tembus Rp17.671 per Dolar AS, Penjualan Sapi Kurban di Madiun Lesu

    Rupiah Tembus Rp17.671 per Dolar AS, Penjualan Sapi Kurban di Madiun Lesu

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai berdampak pada daya beli masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Kondisi ini dirasakan para pedagang sapi kurban di Kabupaten Madiun yang mengaku penjualan tahun ini berjalan lebih lambat dibanding biasanya. Salah satunya dialami Samirin (61), peternak sekaligus penjual sapi asal Desa […]

    Bagikan
  • Soal Dugaan Pungli, Komite SMAN 2 Mejayan Klaim Jika Sumbangan Sukarela, Bukan Paksaan

    Soal Dugaan Pungli, Komite SMAN 2 Mejayan Klaim Jika Sumbangan Sukarela, Bukan Paksaan

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Komite SMAN 2 Mejayan, Kabupaten Madiun, akhirnya buka suara menanggapi keluhan sejumlah orang tua siswa terkait dugaan pungutan liar (pungli) yang dikenakan kepada wali murid. Ketua Komite, Atik Prihartatik, menegaskan bahwa tidak ada unsur paksaan dalam penarikan dana yang dimaksud. Menurut Atik, sumbangan yang diminta bersifat sukarela dan digunakan untuk […]

    Bagikan
expand_less