Berita Terkini
Trending Tags

Mengabdi Tanpa Pengakuan, Ribuan Guru Honorer Ponorogo Menantikan Dapodik

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
  • visibility 772
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Mahmud Danuri saat memberikan pelajaran kepada murid nya. Foto: Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Di tengah keterbatasan dan ketidakpastian status, ribuan guru tidak tetap (GTT) di Kabupaten Ponorogo masih bertahan mengabdi demi pendidikan. Salah satunya Mahmud Danuri, guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Slahung yang telah hampir lima tahun mengajar dengan gaji hanya Rp500 ribu per bulan.

Mahmud Danuri, warga Desa Singkil, Kecamatan Balong, Ponorogo, mulai mengabdi sebagai guru honorer sejak tahun 2021. Meski penghasilan yang diterima jauh dari cukup, pria 40 tahun itu tetap menjalankan tugasnya mendidik siswa dengan penuh tanggung jawab.

Baginya, menjadi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk pengabdian terhadap masa depan generasi muda. Setiap hari ia tetap datang ke sekolah, menyiapkan materi pelajaran, hingga mendampingi para siswa dalam proses belajar mengajar.

Selain menjadi guru, Mahmud juga menjadi salah satu suara bagi ribuan GTT di Ponorogo. Ia menyebut, hingga kini masih banyak guru tidak tetap yang belum masuk ke dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik), padahal sistem tersebut menjadi pintu utama untuk memperoleh pengakuan serta mengikuti berbagai program pemerintah.

“Saya ketua GTT, anggotanya sekitar seribuan. Seribu GTT di Ponorogo ini belum diakui keberadaannya. Kami mohon bapak ibu pemangku kebijakan memperhatikan kami, minimal masuk Dapodik sebagai penghargaan terhadap kami,” ujarnya.

Mahmud mengaku, dengan gaji Rp500 ribu per bulan dirinya harus membagi waktu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun, keterbatasan itu tidak membuatnya meninggalkan profesi sebagai pendidik.

“Jelas tidak cukup, hanya gaji lima ratus ribu, miris. Tapi kami syukuri. Banyak guru pensiun, tanpa guru GTT sekolah tidak berjalan,” katanya.

Ia menambahkan, keberadaan Dapodik sangat penting bagi guru honorer karena menjadi akses untuk mengikuti berbagai program dan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan.

“Dapodik itu kunci keguruan. Kalau sudah masuk Dapodik, ada program-program yang bisa kami ikuti. Sekarang kami hanya melihat dan memantau dari luar, kebijakan pusat tidak bisa kami manfaatkan,” tambahnya.

Hingga kini, tercatat lebih dari seribu guru tidak tetap di Ponorogo masih belum terdaftar dalam sistem Dapodik. Kondisi tersebut membuat mereka belum dapat mengikuti berbagai program pemerintah, termasuk peluang peningkatan kesejahteraan dan pengembangan profesi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, membenarkan kondisi tersebut terjadi di Ponorogo. Menurutnya, kebijakan tersebut terpaksa dilakukan untuk memastikan anggaran gaji pegawai berada di batas maksimal 30 persen dari total APBD.

“Hal itu terpaksa dilakukan untuk memastikan anggaran gaji pegawai berada di angka 30 persen maksimal. Karena selama ini 37 persen, jadi lebih. Kami akan berupaya mengusahakan guru honorer di Ponorogo,” ujarnya.

Lisdyarita menambahkan, pemerintah daerah akan terus berupaya mencari solusi agar para guru honorer tetap mendapatkan perhatian tanpa membebani kondisi keuangan daerah.

Pemerintah daerah diharapkan dapat menemukan jalan keluar agar ribuan guru honorer di Ponorogo memperoleh pengakuan melalui Dapodik dan dapat mengikuti berbagai program pemerintah di bidang pendidikan. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengamanan Paskah di Magetan Diperketat, Polisi Lakukan Sterilisasi hingga Patroli Rutin

    Pengamanan Paskah di Magetan Diperketat, Polisi Lakukan Sterilisasi hingga Patroli Rutin

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Kepolisian Resor Magetan bersama jajaran Polsek memperketat pengamanan di sejumlah gereja selama perayaan Hari Paskah Kebangkitan Isa Almasih Sabtu (4/4/2026). Langkah ini dilakukan untuk menjamin rasa aman dan nyaman bagi umat Nasrani saat menjalankan ibadah. Puluhan personel gabungan disiagakan di berbagai gereja yang menggelar ibadah Paskah atau Minggu Kasih. Selain penjagaan […]

    Bagikan
  • WFH ASN di Madiun Tiap Jumat, Bupati Akui Ada Celah Pelanggaran Disiplin

    WFH ASN di Madiun Tiap Jumat, Bupati Akui Ada Celah Pelanggaran Disiplin

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun resmi memberlakukan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat. Namun, di balik kebijakan tersebut, Bupati Madiun Hari Wuryanto mengakui adanya potensi celah pelanggaran disiplin oleh pegawai. Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 800.1.5/660/402.201/2026 tentang pelaksanaan tugas kedinasan bagi ASN di […]

    Bagikan
  • Pemkab Ponorogo Sayangkan Suspend 11 SPPG, Minta Dilibatkan Evaluasi

    Pemkab Ponorogo Sayangkan Suspend 11 SPPG, Minta Dilibatkan Evaluasi

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menyayangkan keputusan pemberian status suspend sementara terhadap 11 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya. Pemkab menilai proses evaluasi yang dilakukan belum melibatkan pemerintah daerah secara langsung. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengatakan Pemkab sebenarnya telah membentuk satuan tugas (satgas) untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi […]

    Bagikan
  • Warga Padas Tangkap Dua Anjing Liar Diduga Pemangsa Belasan Kambing Play Button

    Warga Padas Tangkap Dua Anjing Liar Diduga Pemangsa Belasan Kambing

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Warga Desa Padas, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, menangkap dua ekor anjing liar yang diduga menjadi pemangsa belasan kambing milik warga. Penangkapan dilakukan pada Selasa (27/1/2026), menyusul keresahan masyarakat akibat serangan hewan misterius yang terjadi dalam dua pekan terakhir. Dua anjing berjenis kelamin betina tersebut ditangkap dalam kondisi hidup saat […]

    Bagikan
  • Sapi “Bruno” Seberat 1,1 Ton Milik Pemuda Madiun Dibeli Presiden Prabowo 

    Sapi “Bruno” Seberat 1,1 Ton Milik Pemuda Madiun Dibeli Presiden Prabowo 

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Di sebuah kandang sederhana di Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, suara kunyahan sapi terdengar bersahut-sahutan sejak pagi. Di antara puluhan sapi yang memenuhi kandang itu, seekor sapi jantan berbadan jumbo bernama Bruno tampak paling mencolok. Bobotnya mencapai 1,1 ton, tak banyak yang menyangka, sapi jenis simental itu kini menjadi hewan […]

    Bagikan
  • Ratusan Petugas BPD Ponorogo Desak Dilibatkan Dalam Program Koperasi Merah Putih

    Ratusan Petugas BPD Ponorogo Desak Dilibatkan Dalam Program Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Ratusan petugas Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, yang tergabung dalam ABPENAS (Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional) menggeruduk Gedung DPRD setempat, Selasa (20/1/2026). Mereka menuntut peran yang lebih besar dalam menyukseskan program strategis pemerintah pusat, yakni Koperasi Desa Merah Putih. Massa menyampaikan aspirasi kepada DPRD Ponorogo, perwakilan Kodim […]

    Bagikan
expand_less