Populasi Sapi Menurun, Pemkab Magetan Perketat Pengawasan Jelang Idul Adha
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 70
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan — Menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Peternakan dan Perikanan memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban di sejumlah titik, mulai dari pasar hewan hingga lokasi penampungan ternak milik pedagang.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan, Nur Haryani, mengatakan pemeriksaan dilakukan secara rutin oleh tim medis dan paramedis kesehatan hewan guna memastikan kelayakan hewan kurban yang akan diperjualbelikan kepada masyarakat.
“Menjelang Idul Adha ini kami tetap rutin melakukan pemeriksaan di titik-titik kumpul ternak dan pasar hewan. Petugas kami juga memiliki tugas ganda, selain vaksinasi PMK, mereka juga melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemeriksaan tersebut tidak secara khusus untuk mencegah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), melainkan lebih pada memastikan kondisi kesehatan hewan serta kelayakannya untuk dijadikan hewan kurban. Hewan yang dinyatakan sehat nantinya akan diberikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
Namun demikian, Haryani mengungkapkan bahwa populasi sapi di Kabupaten Magetan mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama pasca wabah PMK yang sempat melanda.
“Kalau tahun 2020 populasi sapi kita masih sekitar 117 ribu ekor. Data terakhir tahun 2025 tinggal sekitar 68.900 ekor sapi potong. Untuk sapi perah juga turun dari sekitar 1.200 ekor menjadi sekitar 525 ekor,” katanya.
Penurunan populasi tersebut berdampak pada ketersediaan sapi di tingkat peternak, terutama untuk sapi bakalan. Kondisi ini turut memicu kenaikan harga sapi di pasaran.
“Saat ini cukup sulit mendapatkan sapi bakalan. Dampak PMK itu memengaruhi reproduksi indukan, sehingga jumlah anakan juga menurun. Akibatnya harga sapi justru naik, sekitar Rp2 juta per ekor,” jelasnya.
Berbanding terbalik dengan sapi, harga kambing dan domba justru mengalami penurunan. Haryani menyebut kondisi tersebut dipicu oleh overproduksi di berbagai daerah.
“Pasca PMK, banyak peternak beralih ke kambing dan domba. Akibatnya terjadi kelebihan produksi dan harga turun sekitar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per ekor,” ungkapnya.
Ia menambahkan, harga kambing untuk kebutuhan kurban yang sebelumnya berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp3,5 juta per ekor kini mengalami penyesuaian akibat kondisi pasar tersebut.
Meski populasi sapi menurun, Haryani memastikan kebutuhan hewan kurban di Magetan pada Idul Adha tahun ini tetap dapat terpenuhi. Namun, sebagian pasokan dipastikan berasal dari luar daerah.
“Kebutuhan insya Allah masih bisa terpenuhi. Tapi memang sebagian akan didatangkan dari luar daerah oleh para pedagang,” pungkasnya. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





