Bahana Bersahaja Di Kecamatan Kare Fokus Genjot Ekonomi Lewat Akses Jalan dan Wisata Cokelat
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 70
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun kembali menggelar agenda tahunan “Bahana Bersahaja” (Bakti Harmoni Madiun Bersih, Sehat, dan Sejahtera) tahun 2026 yang dipusatkan di Desa Bodag, Kecamatan Kare. Acara yang berlangsung selama dua hari, 12-13 Mei 2026 ini, menjadi momentum penting bagi percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah pegunungan.
Bupati dan Wakil Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Purnomo Hadi beserta jajaran Forkopimda hingga kepala OPD Pemkab Madiun turut serta menginap di rumah masyarakat. Ini sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah daerah agar bisa langsung melihat dan merasakan kondisi masyarakat di kawasan lereng gunung Wilis tersebut.
Camat Kare, Susilo Agus Subagiyo, menekankan bahwa tipologi Desa Bodag yang berada di kawasan pegunungan dengan jarak yang cukup jauh dari pusat kota membutuhkan perhatian khusus pada aksesibilitas.
Menurutnya, pengaspalan jalan yang menghubungkan Desa Bodag menuju Desa Kepel adalah kunci utama mobilitas warga.
“Harapan kami, setelah adanya perbaikan jalan, utamanya akses ke Desa Kepel dan Bodag, para petani bisa lebih mudah dalam mobilisasi sehingga ada peningkatan di sektor ekonominya,” ujar Susilo Rabu (13/5/2026).
Selain infrastruktur jalan, sektor pariwisata menjadi bidikan utama. Desa Bodag memiliki potensi lokal unggulan yakni ‘Omah Coklat’. Dengan akses jalan yang kini semakin mulus berkat bantuan Kabupaten, diharapkan wisatawan dari Madiun Raya akan lebih mudah berkunjung, yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan UMKM lokal.
Senada dengan Camat, Kepala Desa Bodag, Dangkung, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Madiun. Ia mengakui bahwa kondisi geografis Desa Bodag yang luas dengan medan jalan naik-turun dan berkelok merupakan tantangan tersendiri bagi warga.
“Alhamdulillah, bantuan dari Bapak Bupati dalam acara Bahana Bersahaja ini sangat nyata. Aspal sudah sampai dan sudah dikerjakan, terutama yang sangat dinantikan oleh masyarakat di Dusun Butuh,” kata Dangkung.
Dangkung memastikan bahwa meskipun medannya menantang, masyarakat Desa Bodag tetap memegang teguh semangat ‘guyub rukun’. Segala bantuan yang dikucurkan melalui program Bahana Bersahaja diyakini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan warga desa sesuai dengan visi “Bersama Membangun Desa, Mewujudkan Masyarakat Bersih, Sehat, dan Sejahtera.” (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





