Rabu, 14 Okt 2026
Trending Tags

Dua Desa di Ponorogo Ditetapkan Zona Merah Longsor, Belasan Jiwa Terancam

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • visibility 167
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pengecekan PVMBG di lokasi longsor desa Talun, kecamatan Ngebel, Ponorogo. Foto : BPBD Ponorogo

Sinergia | Ponorogo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo menetapkan dua desa sebagai zona merah rawan tanah longsor. Dua wilayah tersebut yakni Desa Banaran, Kecamatan Pulung, dan Desa Talun, Kecamatan Ngebel.

Penetapan status tersebut dilakukan setelah adanya identifikasi dari tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menilai kondisi geografis kedua desa berada di kawasan rawan longsor di lereng Pegunungan Wilis.

Sekretaris BPBD Ponorogo, Ismoyo, mengatakan karakteristik longsor di dua desa tersebut berbeda. Di Desa Banaran, material longsoran didominasi tanah dan lumpur akibat kondisi tanah yang masih aktif bergerak dan dipenuhi retakan.

“Yang di Banaran itu kondisi tanahnya masih aktif bergerak, bahkan sampai sekarang masih ada retakan. Kalau longsor terjadi, material yang turun berupa lumpur,” ujarnya.

Menurutnya, minimnya pepohonan di kawasan perbukitan membuat tanah semakin mudah tergerus air hujan. Akar pohon yang seharusnya menahan tanah kini sudah banyak berkurang sehingga meningkatkan risiko longsor saat hujan deras turun dalam durasi lama.

BPBD mencatat sedikitnya tiga rumah warga di Desa Banaran berada dalam ancaman longsor. Bahkan akses jalan menuju rumah warga tersebut sudah terputus akibat longsor yang terjadi sebelumnya.

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di Desa Talun, Kecamatan Ngebel. Di wilayah tersebut, potensi longsor didominasi material batuan besar yang dinilai lebih berbahaya.

Ismoyo menjelaskan, struktur tanah di Desa Talun telah banyak terkikis akibat longsor yang terjadi selama beberapa tahun terakhir. Saat ini, bagian lereng didominasi batuan yang sewaktu-waktu dapat runtuh apabila hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

“Karakteristik di Talun itu batuan, sehingga lebih berbahaya kalau longsor. Saat ini batuan masih tertahan oleh pohon salak,” katanya.

BPBD mencatat sekitar empat rumah dengan belasan jiwa di Desa Talun berada di kawasan rawan longsor. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras disertai suara gemuruh dari arah perbukitan.

Selain itu, masyarakat diimbau segera menutup retakan tanah di area bukit agar air hujan tidak masuk dan memperparah pergerakan tanah. BPBD juga meminta warga segera mengungsi apabila muncul tanda-tanda longsor demi menghindari korban jiwa. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bongkar Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi di Madiun, Tim Gabungan Sita 8.000 Liter BBM dan Tiga Truk Tangki

    Bongkar Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi di Madiun, Tim Gabungan Sita 8.000 Liter BBM dan Tiga Truk Tangki

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Tim gabungan yang terdiri dari BPH Migas, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian ESDM, Baintelkam Polri, dan Polres Madiun Kota membongkar dugaan praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di dua gudang di wilayah Madiun, Jumat (24/7/2026). Dalam operasi tersebut, petugas menyita ribuan liter solar subsidi, ratusan galon […]

    Bagikan
  • Peletakan Batu Pertama Pembangunan SPPG, Polres Madiun Dukung Program Makan Bergizi Gratis

    Peletakan Batu Pertama Pembangunan SPPG, Polres Madiun Dukung Program Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kapolres Madiun AKBP Mohammad Zainur Rofik melakukan peletakan batu pertama pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lahan milik Polsek Wungu, Rabu (25/06/2025). Langkah ini merupakan bentuk dukungan konkret Polres Madiun terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat. Pembangunan gedung SPPG tersebut dilakukan bersama sejumlah pejabat utama […]

    Bagikan
  • Gerombolan Pembalak Liar Babat 11 Gelondong Jati Hutan Mruwak

    Gerombolan Pembalak Liar Babat 11 Gelondong Jati Hutan Mruwak

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Belasan pembalak liar menyatroni hutan jati di petak 42 A, RPH Mruwak, BKPH Brumbun Kec. Dagangan. Aksi kawanan terorganisir ini berhasil digagalkan tim Polhut KPH Madiun, Jumat ( 14/02/2025) menjelang petang. ADM Perhutani KPH Madiun, Panca Sihite mengatakan semua pelaku termasuk sopir yang membawa kayu jati berhasil kabur. “Kita amankan […]

    Bagikan
  • Pecah Ban, Innova Tabrak Truk di Tol Ngawi-Solo, Tujuh Orang Luka

    Pecah Ban, Innova Tabrak Truk di Tol Ngawi-Solo, Tujuh Orang Luka

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan lalu lintas di ruas Jalur Tol Ngawi–Solo kembali terjadi, tepatnya pada KM 560 masuk Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Senin (06/10/2025) sekitar pukul 14.50 WIB. Insiden yang melibatkan dua kendaraan ini mengakibatkan tujuh orang mengalami luka-luka. Kasatlantas Polres Ngawi, AKP Yuliana Plantika, menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut melibatkan mobil Toyota […]

    Bagikan
  • Kebakaran Pabrik Sepatu PT. Dwi Prima Sentosa, Gudang Penyimpanan Ludes

    Kebakaran Pabrik Sepatu PT. Dwi Prima Sentosa, Gudang Penyimpanan Ludes

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Kebakaran hebat melanda pabrik sepatu PT. Dwi Prima Sentosa yang berada di Desa Karangtengah Prandon, Kec/Kabupaten Ngawi pada Minggu (06/07/2025) sekitar pukul 23.00 WIB. Kobaran api melahap bagian gudang penyimpanan sepatu dan sandal. Diduga api berasal dari korsleting listrik pada Air Conditioner (AC). Riki Hidayat, petugas keamanan pabrik saat dikonfirmasi mengaku sempat […]

    Bagikan
  • Sudah 2 Tahun Tak Punya KP3, Pengawasan Pupuk Subsidi di Madiun Terancam Kacau!

    Sudah 2 Tahun Tak Punya KP3, Pengawasan Pupuk Subsidi di Madiun Terancam Kacau!

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun tercatat sudah lebih dari dua tahun tidak memiliki Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3). Padahal lembaga itu seharusnya memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran. Ketiadaan KP3 ini diakui oleh Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madiun, […]

    Bagikan
expand_less