Harga Bahan Pokok Melonjak, Sambal Kacang Ikut “Pedas” Pedagang Kecil Tertekan
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 46
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Kenaikan harga bahan baku kembali menghantam pelaku usaha mikro, khususnya penjual sambal pecel. Lonjakan harga komoditas seperti kacang tanah, cabai, hingga gula membuat biaya produksi meningkat tajam dan berdampak langsung pada harga jual di tingkat pedagang.
Berdasarkan pantauan, harga kacang tanah berada di kisaran Rp33 ribu hingga Rp36 ribu per kilogram, bahkan sempat menyentuh Rp40 ribu per kilogram. Sementara itu, harga cabai bervariasi, sekitar Rp45 ribu per kilogram untuk cabai merah, dan cabai rawit bisa mencapai Rp80 ribu per kilogram.
Kondisi ini diakui Yuli, salah satu penjual sambal kacang, yang merasakan langsung dampak kenaikan tersebut. “Harga kacang naik, lombok naik, gula juga naik. Otomatis sambalnya ikut naik,” ujarnya.
Ia menyebut, harga sambal kacang naik sekitar Rp10 ribu per kilogram. Sebelum terjadi lonjakan, harga berada di kisaran Rp27 ribu hingga Rp29 ribu per kilogram. Namun menjelang hari raya sempat melonjak hingga Rp37 ribu per kilogram. Kini, harga mulai turun, tetapi masih berada di level Rp31 ribu per kilogram.
Tak hanya bahan utama, biaya produksi juga terdampak kenaikan harga komponen lain seperti plastik kemasan. “Harga semua naik, plastik juga naik,” kata Yuli.
Kenaikan harga bahan baku ini turut memengaruhi daya beli masyarakat. Yuli mengungkapkan, penjualan cenderung mengalami penurunan seiring naiknya harga. Di sisi lain, tidak semua komoditas bisa disesuaikan. Tempe, misalnya, dinilai sulit untuk dinaikkan harganya karena sangat sensitif terhadap konsumen.
Sebagai strategi bertahan, sebagian pedagang terpaksa menyiasati ukuran atau porsi produk agar tetap terjangkau tanpa harus menaikkan harga secara signifikan. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





